Hati-hati, Badan Terlalu Kurus Bisa Mempercepat Datangnya Menopause

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/01/2018
Bagikan sekarang

Tuntutan masyarakat dan media massa membuat banyak wanita kerap berjuang mati-matian untuk memiliki tubuh kurus. Namun, penelitian akhir-akhir ini justru menguak bahwa wanita yang berat badannya terlalu rendah atau memiliki badan terlalu kurus berisiko mengalami menopause lebih cepat dibanding wanita dengan berat badan normal.

Badan terlalu kurus dan risiko menopause dini

Menurut penelitian, wanita dengan berat badan rendah pada usia akhir remaja dan usia 30-an tahun memiliki risiko terkena menopause lebih awal. Menopause di sini diartikan sebagai tidak terjadinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut dan seterusnya. Bila menopause terjadi sebelum usia 45 tahun, maka hal ini dikatakan terlalu dini.

Sebanyak 10 persen dari semua wanita mengalami menopause yang terlalu dini. Nah, rupanya menstruasi dini tak bisa disepelekan karena berkaitan dengan tingginya risiko terkena penyakit jantung dan kondisi lain seperti osteoporosis dan penurunan fungsi kognitif.

Kategori berat badan digolongkan menurut BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh). Wanita dengan angka BMI kurang dari 18,5 dikatakan underweight atau memiliki berat badan terlalu rendah. Untuk menghitung berapa BMI Anda saat ini, silakan gunakan kalkulator pada bit.ly/indeksmassatubuh atau dalam tautan ini.

Berdasarkan penelitian, wanita dengan BMI kurang dan badan terlalu kurus memiliki risiko terkena menopause dini yang lebih signifikan dibanding dengan wanita dengan berat badan normal. Di samping itu, wanita dengan riwayat penurunan berat badan yang terlalu drastis juga memiliki risiko terkena menopause dua kali lebih cepat dibanding yang tidak.

Kenapa demikian?

Peneliti menerangkan bahwa ada beberapa kemungkinan yang dapat mencetuskan terjadinya menopause dini. Yang pertama, badan terlalu kurus atau BMI kurang bisa memicu gangguan keseimbangan hormon di otak. Akibatnya, terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan peningkatan risiko tidak subur. Di samping itu, berat badan rendah dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yaitu salah satu hormon yang berpengaruh saat stres.

Kemungkinan yang kedua adalah stres berlebihan yang akhirnya memicu terjadinya menopause dini. Akan tetapi, seperti dijelaskan sebelumnya, berat badan yang kurang juga bisa memicu stres akibat peningkatan hormon kortisol. Maka, stres berlebihan itu sendiri pun sebenarnya bisa dipengaruhi oleh berat badan Anda.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa badan terlalu kurus dapat memicu beberapa kelainan tubuh, salah satunya adalah menopause dini. Itulah mengapa para wanita harus tetap menjaga berat badan agar selalu dalam batas normal. Selain itu, para wanita juga harus hati-hati dalam menjalani diet agar berat badan tidak turun terlalu drastis.

Bagaimana cara mendapatkan berat badan yang ideal?

Tenang saja, Anda bisa menerapkan langkah-langkah di bawah ini agar bisa mendapatkan berat badan yang ideal sehingga tubuh lebih sehat.

  • Makan lebih sering, misalnya lima hingga enam kali sehari meskipun porsinya hanya sedikit.
  • Pilih makanan yang padat gizi, jangan yang hanya tinggi kalori saja.
  • Ganti minuman bersoda, soft drink, atau es teh manis dengan minuman sehat seperti jus atau smoothies. 
  • Hindari minum terlalu banyak sebelum Anda makan.
  • Ngemil makanan yang mengandung lemak sehat. Misalnya alpukat, kacang-kacangan, dan yogurt.
  • Olahraga rutin supaya nafsu makan Anda bertambah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020