home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Fakta Mengejutkan Susu Kental Manis (SKM)

5 Fakta Mengejutkan Susu Kental Manis (SKM)

Anda tentu familier dengan susu kental manis (SKM). Susu bertekstur kental dan bercita rasa manis ini ternyata sempat marak dibicarakan. Mengapa bahan yang kerap untuk topping makanan ini begitu kontrovesial? Cari tahu fakta SKM di sini!

Fakta susu kental manis yang perlu Anda ketahui

Susu kental manis memang menggugah selera karena memiliki rasa yang manis. Umumnya, susu ini digunakan sebagai campuran dalam makanan atau minuman. Namun, Anda harus hati-hati karena manfaat susu ini belum tentu semanis rasanya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan larangan adanya tampilan anak pada label maupun kemasannya. Beberapa iklan bahkan ada yang ditarik dari peredaran karena tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Nah, apa lagi fakta lain seputar bahan makanan yang satu ini? Berikut daftarnya.

1. Beda dengan susu sapi

SKM berasal dari susu sapi. Namun, kandungan air di dalamnya sudah diambil dan dibuang melalui proses evaporasi atau penguapan. Selain diuapkan, susu ini juga diberikan gula tambahan sehingga teksturnya jadi lebih kental dan lengket.

Sayangnya, proses tersebut justru menyebabkan kandungan protein di dalamnya menjadi lebih rendah, sementara kadar gula serta kalorinya tinggi. Itu jauh berbeda dengan kandungan protein pada susu sapi serta beragam vitamin lainnya untuk tubuh.

Faktanya, satu saset SKM memiliki kandungan kalori sebesar 180 kkal dengan rincian 67% karbohidrat, 30% lemak, dan 3% protein. Sedangkan 1 gelas susu sapi segar memiliki 146 kkal kalori dengan 49% lemak, 30% karbohidrat, dan 21% protein.

Oleh karena itu, susu kental manis tidak sama dengan susu sapi. Bahkan, susu kental manis tidak bisa dijadikan pengganti susu sapi biasa.

2. SKM bukan untuk bayi dan anak-anak

Selama ini, banyak orang menganggap bahwa susu jenis ini baik dikonsumsi setiap hari. Bahkan, sebagian orang tua memberikannya secara teratur kepada anak-anak mereka. Persepsi ini salah kaprah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu jenis ini tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak. Susu ini tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak karena kehilangan banyak sekali kandungan nutrisi dalam proses pengolahannya.

Kandungan gula tambahan di dalamnya juga menjadi ancaman tersendiri untuk anak-anak. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang disarankan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni kurang dari 10% total kebutuhan kalori anak per hari.

SKM punya kadar gula tambahan tinggi dan melebihi batas saran WHO tersebut. Dalam satu porsi (4 sendok makan) yang dijual di pasaran, kalorinya mencapai 130 kkal dengan kadar gula tambahan sebanyak 19 gram dan protein 1 gram.

Tak hanya itu, apabila sejak kecil sudah dikenalkan dengan asupan manis, nantinya anak jadi tidak mau mencoba makanan jenis lain yang lebih kaya nutrisi. Itulah sebabnya kenapa susu jenis ini tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak.

3. Tidak untuk diminum setiap hari

Berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan RI, susu yang bertekstur kental ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Hal ini karena kandungan gula dan lemaknya yang tinggi dapat mengganggu kesehatan.

Sebaliknya, susu jenis ini lebih cocok dikonsumsi sebagai pelengkap makanan atau minuman saja. Misalnya sebagai pemanis kopi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kirana Pritasari, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI.

4. Berisiko bagi kesehatan

Tahukah Anda bahwa di balik manisnya rasa susu kental manis, terdapat bahaya kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele?

Selain kandungan gizi yang jauh lebih sedikit ketimbang susu sapi biasa, ternyata terlalu banyak mengonsumsi susu kental manis juga berisiko bagi kesehatan Anda. Hal ini disebabkan karena susu jenis ini mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi.

Terlalu sering mengonsumsi gula bisa menyebabkan penyakit diabetes, kerusakan gigi, hingga obesitas. Tak hanya itu, terlalu banyak makan makanan manis juga bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung atau stroke.

Oleh sebab itu, susu kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari, apalagi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam masa pertumbuhan.

5. Boleh dikonsumsi, asal jangan berlebihan

Dari penjelasan di atas, Anda pasti bertanya-tanya, apakah susu kental manis boleh dikonsumsi? Jawabannya, tentu saja boleh dikonsumsi. Namun, pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Selalu ingat, bahwa SKM berfungsi sebagai pelengkap makanan saja dan bukan merupakan susu yang baik untuk dikonsumsi secara rutin setiap harinya.

Jika Anda minum es atau makan kue, SKM tetap boleh digunakan. Akan tetapi, jangan minum susu kental manis untuk diseduh atau dilarutkan di dalam air lalu dikonsumsi setiap hari, ya!

Selain itu, tidak boleh menggunakan susu jenis ini sebagai pengganti ASI. Yang tak kalah penting, hindari mengonsumsi susu kental manis jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes.

Kandungan gula SKM yang tinggi bisa menyebabkan kadar gula darah jadi tidak terkendali, apalagi pada para diabetesi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Penjelasan BPOM RI tentang Susu Kental Manis (SKM). https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/87/PENJELASAN-BPOM-RI–TENTANG–SUSU-KENTAL-MANIS–SKM-.html Diakses pada 8 Juli 2018.

Bolehkah Susu Kental Manis (SKM) Diberikan pada Anak? http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-susu-kental-manis-skm-diberikan-pada-anak Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Kental Manis. https://www.fatsecret.co.id/Diary.aspx?pa=fjrd&rid=4728604 Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Murni. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/susu-murni Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180705/1926416/susu-kental-manis-bukan-dikonsumsi-setiap-hari/ Diakses pada 8 Juli 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Yurika Elizabeth Susanti Diperbarui 25/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri