home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Fakta Mengejutkan Seputar Susu Kental Manis (SKM), yang Ternyata Bukan Susu

5 Fakta Mengejutkan Seputar Susu Kental Manis (SKM), yang Ternyata Bukan Susu

Anda tentu familier dengan susu kental manis (SKM), kan? Susu yang bertekstur kental dan memiliki cita rasa manis ini ternyata sedang marak dibicarakan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan larangan adanya tampilan anak pada label maupun kemasannya. Beberapa iklan bahkan ada yang ditarik dari peredaran karena tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Lantas, kenapa susu kental manis begitu kontrovesial akhir-akhir ini? Cari tahu fakta-fakta lengkapnya di sini.

Fakta susu kental manis yang perlu Anda ketahui

Susu kental manis memang menggugah selera karena memiliki rasa yang manis. Umumnya, susu ini digunakan sebagai topping atau campuran dalam makanan atau minuman. Beberapa orangtua juga bahkan memberikan susu ini kepada balita. Namun, Anda harus hati-hati karena manfaat susu ini belum tentu semanis rasanya.

Berikut beberapa fakta tentang SKM yang perlu Anda ketahui:

1. Beda dengan susu sapi

SKM berasal dari susu sapi. Namun, kandungan air di dalamnya sudah diambil dan dibuang melalui proses evaporasi atau penguapan. Selain diuapkan, susu ini juga diberikan gula tambahan sehingga teksturnya jadi lebih kental dan lengket. Sayangnya, hal tersebut justru menyebabkan kandungan protein di dalamnya lebih rendah, sementara kadar gula serta kalorinya tinggi.

Berbeda dengan kandungan susu sapi yang memiliki kadar protein cukup tinggi serta mengandung banyak vitamin lainnya yang diperlukan tubuh. Tak hanya itu, susu sapi juga dilengkapi dengan berbagai zat gizi lain seperti lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin D, dan vitamin A.

Faktanya, satu sachet SKM memiliki kalori sebesar 180 kkal dengan rincian 67% karbohidrat, 30% lemak, dan 3% protein. Sedangkan 1 gelas susu sapi segar memiliki kalori sebesar 146 kkal dengan rincian 49% lemak, 30% karbohidrat, dan 21% protein.

Oleh karena itu, SKM tidak sama dengan susu sapi dan bahkan tidak bisa dijadikan pengganti susu sapi biasa.

2. Tidak untuk konsumsi bayi dan anak

Selama ini, banyak orang menganggap bahwa SKM baik dikonsumsi setiap hari. Bahkan boleh juga diberikan secara teratur kepada balita. Persepsi ini salah kaprah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu kental manis tidak boleh diberikan pada bayi dan anak. Susu kental manis tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak karena susu ini sudah kehilangan banyak sekali kandungan nutrisi dalam proses pengolahannya.

Selain itu, kandungan gula tambahan di dalamnya juga menjadi ancaman tersendiri jika dikonsumsi anak-anak. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) adalah kurang dari 10 persen total kebutuhan kalori.

SKM punya kadar gula tambahan yang tinggi dan melebihi batas tersebut. Dalam satu porsi (4 sendok makan) salah satu susu kental manis yang dijual di pasaran, kalorinya mencapai 130 kkal dengan kadar gula tambahan sebanyak 19 gram dan protein 1 gram.

Tak hanya itu, apabila sejak kecil anak sudah dikenalkan dengan makan yang manis-manis, nantinya mereka jadi tidak mau mencoba makanan jenis lainnya yang lebih kaya nutrisi. Inilah sebabnya kenapa susu kental manis tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak.

3. Bukan untuk diminum setiap hari

Berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), susu yang bertekstur kental dan memiliki rasa manis ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Hal ini karena kandungan gula dan lemaknya yang tinggi dapat mengganggu kesehatan.

Sebaliknya, susu jenis ini lebih cocok dikonsumsi sebagai pelengkap makanan atau minuman saja. Misalnya sebagai pemanis kopi, seperti yang diutarakan oleh Kirana Pritasari, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI.

4. Berisiko buat kesehatan

Tahukah Anda bahwa di balik manisnya rasa susu kental manis, terdapat bahaya kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele? Ya, selain kandungan gizi yang jauh lebih sedikit ketimbang susu sapi biasa, ternyata terlalu banyak mengonsumsi susu kental manis juga berisiko bagi kesehatan Anda. Hal ini disebabkan karena susu kental manis mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula bisa menyebabkan Anda terkena penyakit diabetes (kencing manis), obesitas atau kelebihan berat badan, dan kerusakan gigi. Tak hanya itu, terlalu banyak makan makanan manis juga bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung atau stroke.

Oleh sebab itu, susu kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam masa pertumbuhan.

5. Boleh dikonsumsi, asal jangan berlebihan

Dari penjelasan di atas, Anda pasti bertanya-tanya, jadi apakah susu kental manis boleh dikonsumsi? Jawabannya, tentu saja boleh dikonsumsi. Namun, pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Selalu ingat, bahwa SKM berfungsi sebagai pelengkap makanan saja dan bukan merupakan susu yang baik untuk dikonsumsi secara rutin setiap harinya. Jika Anda minum es atau makan kue, susu kental manis tetap boleh digunakan. Akan tetapi, jangan minum susu kental manis untuk diseduh atau dilarutkan di dalam air setiap harin ya!

Selain itu, jangan jadikan susu yang punya rasa manis yang pekat ini sebagai pengganti ASI ataupun susu yang rutin dikonsumsi anak setiap hari. Yang tak kalah penting, hindari mengonsumsi susu kental manis jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes. Kandungan gula SKM yang tinggi bisa menyebabkan kadar gula darah jadi tidak terkendali, apalagi pada diabetesi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Penjelasan BPOM RI tentang Susu Kental Manis (SKM). https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/87/PENJELASAN-BPOM-RI–TENTANG–SUSU-KENTAL-MANIS–SKM-.html Diakses pada 8 Juli 2018.

Bolehkah Susu Kental Manis (SKM) Diberikan pada Anak? http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-susu-kental-manis-skm-diberikan-pada-anak Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Kental Manis. https://www.fatsecret.co.id/Diary.aspx?pa=fjrd&rid=4728604 Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Murni. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/susu-murni Diakses pada 8 Juli 2018.

Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180705/1926416/susu-kental-manis-bukan-dikonsumsi-setiap-hari/ Diakses pada 8 Juli 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Yurika Elizabeth Susanti
Tanggal diperbarui 04/08/2018
x