6 Cara Menurunkan Nafsu Makan yang Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda merasa memiliki nafsu makan yang besar? Nafsu makan sebenarnya adalah persepsi atau sinyal yang diterima otak dari indera ketika melihat makanan atau minuman yang kemudian didukung dengan sinyal ‘lapar’ dari dalam tubuh, jika lambung sedang kosong. Jika tidak ditangani dengan baik, nafsu makan yang besar dapat mengakibatkan kenaikan berat badan, hingga obesitas. Lalu bagaimana cara menekan nafsu makan?

1. Jangan melewatkan makan

Tubuh bekerja setiap saat, termasuk mencerna makanan dan minuman yang masuk. Oleh karena itu, tidak baik jika Anda melewati waktu makan dan tidak mengonsumsi apapun selama lebih dari 4 jam. Makan teratur tiga kali sehari, dengan mengonsumsi makanan ringan yang sehat seperti buah, dapat menghindarkan tubuh mengalami kelaparan. Ketika Anda melewati waktu makan, nafsu makan Anda akan cenderung lebih besar pada saat waktu makan berikutnya. Hal ini terjadi karena Anda tidak dapat membohongi tubuh bahwa Anda tidak sedang lapar kemudian melewatkan waktu makan. Contohnya saja ketika Anda melewatkan sarapan, maka tubuh akan mengeluarkan hormon ghrelin, yaitu hormon di dalam lambung yang berguna untuk mengirimkan sinyal ‘lapar’ ke otak dan kemudian menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam British Journal of Nutrition pada tahun 2008 menemukan fakta bahwa orang yang makan tiga kali dalam sehari memiliki kepuasan terhadap makanan dan rasa kenyang hingga 24 jam dibandingkan dengan orang yang hanya makan dua kali dalam satu hari. Melewatkan waktu makan hanya membuat tubuh Anda kelaparan dan cenderung mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih banyak pada waktu makan selanjutnya.

2. Tidur dengan cukup

Banyak penelitian yang menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena cenderung mengonsumsi makanan ringan di malam hari. Ketika Anda kurang tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon ghrelin dan leptin lebih banyak. Kedua hormon tersebut adalah hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan. Jika Anda tidur setidaknya tujuh jam setiap malam, ini akan menurunkan kadar hormon tersebut dalam tubuh. Selain itu orang yang insomnia atau kurang tidur, cenderung merasa bosan ketika malam hari dan akhirnya mencari sesuatu yang dapat dilakukan, salah satunya adalah makan atau ngemil.

3. Porsi yang pas untuk setiap waktu makan

Fungsi indera sangat berkaitan dengan nafsu makan, karena nafsu makan muncul karena adanya rangsangan dari luar yaitu mata yang melihat makanan atau minuman dan hidung yang mencium bau sedap dari makanan. Oleh karena itu, tampilan sangatlah mempengaruhi tingkat nafsu makan.Porsi yang dilihat oleh mata ketika makanan disajikan juga berpengaruh pada nafsu makan.  Sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition membuktikan bahwa orang yang disajikan makanan pembuka dengan porsi kecil kemudian makanan utama dengan porsi besar, menghabiskan setidaknya 56% energi lebih rendah dibandingkan dengan orang yang disajikan makanan pembuka dan makanan utama dengan porsi yang sama besar. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok penelitian pertama menyadari bahwa porsi makanan utama mereka terlalu besar, karena sebelumnya makan makanan pembuka dengan porsi kecil.

4. Memperbanyak konsumsi serat

Serat mempengaruhi nafsu makan dengan berbagai cara, yaitu dengan menggantikan makanan yang tinggi kalori, meningkatkan gerakan mengunyah yang memudahkan dalam mencerna makanan dan menyebabkan lambung terasa penuh yang akhirnya menurunkan nafsu makan. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 menyebutkan bahwa meningkatkan konsumsi serat sebanyak 14% dalam sehari, efektif menurunkan nafsu makan dan membuat berat badan turun dengan cepat.  

5. Berpikir sebelum mengonsumsi sesuatu

Terkadang false hunger muncul dan membuat Anda bingung apakah kelaparan tersebut benar-benar sinyal dari tubuh atau hanya ‘lapar mata’ sesaat. Rasa lapar bisa muncul akibat Anda merasa bosan, stress, dan emosi. Jika Anda sudah makan dalam rentang waktu dua hingga empat jam sebelum rasa lapar itu muncul, maka Anda mungkin sedang mengalami false hunger yang disebabkan oleh emosi Anda. Saat false hunger tersebut muncul, lebih baik mengarahkan diri Anda untuk melakukan hal lain selain makan, seperti bermain, jalan-jalan keluar rumah, atau melakukan hobi yang Anda suka. Hal tersebut akan menurunkan nafsu makan karena mengalihkan pikiran Anda dari rasa lapar yang muncul.

6. Melakukan olahraga yang teratur

Dengan melakukan olahraga, kadar hormon ghrelin menurun. Selain itu, olahraga meningkatkan hormon peptide YY yaitu hormon yang berfungsi untuk menekan nafsu makan. Sebuah penelitian membuktikan olahraga seperti berenang, berlari, dan bersepeda dapat meningkatkan kadar hormon peptide YY dalam tubuh.

Intensitas olahraga juga menentukan tingkat nafsu makan seseorang. Sebuah penelitian yang terdapat pada International Journal of Obesity menyatakan bahwa melakukan olahraga aerobik selama 60 menit lebih bisa menekan nafsu makan dibandingkan dengan melakukan olahraga anerobik dengan durasi yang sama. Olahraga aerobik adalah olahraga yang dilakukan dalam durasi yang cukup lama dan membutuhkan oksigen terus-menerus selama olahraga berlangsung, seperti berenang, bersepeda, dan jogging. Sedangkan olahraga anerobik adalah olahraga yang kebutuhan oksigennya tidak dapat dipenuhi oleh tubuh dan sangat menguras stamina, seperti bulutangkis dan angkat besi.

BACA JUGA

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

    Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

    Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

    Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

    Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara tahan lama

    Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    hidung meler

    7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    urat menonjol pada orang muda

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    pertolongan pertama keracunan makanan

    Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit