8 Bahan Makanan yang Dapat Membersihkan Usus

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Usus yang sehat adalah dasar dari tubuh yang sehat. Penyakit yang disebabkan oleh kotoran tubuh kita banyak terdapat dari usus besar. Sayangnya banyak dari kita merasa kurang memerhatikan kesehatan pencernaan ini. Faktanya, sekitar 70 persen sel-sel yang membentuk sistem kekebalan tubuh,berada di dinding usus kita. Namun, pencernaan yang lamban akibat  pola makan yang buruk dan kualitas makanan yang tidak sehat dapat  merusak pencernaan dapat menimbulkan penyakit seperti disentri, usus buntu, diare, bahkan demam tifoid yang membuat usus berlubang. Pastinya Anda tidak mau tubuh jadi rentan terkena penyakit karena pencernaan yang tidak sehat, bukan? Mari simak beberapa makanan dan bahan makanan yang bisa membersihkan usus Anda tercinta.

1. Sayuran hijau

Tekstur sayur mayur yang berserat dapat membersihkan usus Anda dari racun dan kotoran yang menempel di dinding. Sayuran juga mengandung mineral dan antioksidan yang dapat membantu tubuh melindungi diri dari racun. Sayuran lebih baik baik dimasak dengan cara direbus (dijadikan lalapan), jika ingin ditumis atau digoreng gunakan minyak zaitun agar menambah nutrisi dari keduanya.

2.  Psyllium Husk

Psyllium husk atau yang lebih dikenal dengan nama plantago ovata merupakan tanaman herbal yang tumbuh di India. Tumbuhan ini didaulat kaya serat dan dapat menurunkan kolesterol pada tubuh. Cara mengonsumsinya dengan menuangkan segelas air panas ke dalam mangkuk berisi psyllium husk, lalu diamkan beberapa saat, beri taburan sedikit garam, lalu siap disantap.  Jangan lupa untuk menyediakan air minum secukupnya, karena tumbuhan ini kaya serat dan Anda mungkin akan sedikit susah menelannya.

3. Chia Seed

Chia seed merupakan biji-bijian organik yang sedang populer untuk santapan diet, karena bermanfaat untuk detoks pencernaan. Rasa chia seed sendiri cenderung hambar, dan untuk menyantapnya, Anda perlu merendamnya di dalam susu atau air selama beberapa menit, dan bisa juga dengan mencampurkannya dengan makanan lain seperti yoghurt atau oatmeal.

4. Lada cayenne

Bagi Anda penggemar makanan pedas tetapi tetap ingin pencernaan Anda sehat, lada cayenne jawabannya. Bahan makanan ini adalah senyawa pedas yang dapat membantu melancarkan pencernaan di tubuh. Makanan ini juga didapuk dapat mencegah serangan jantung.

5. Makanan yang difermentasi

Makanan yang difermentasi mengandung bakteri menguntungkan. Makanan fermentasi cenderung memiliki sedikit rasa asam. Contohnya adalah kimchi, tape, dan yoghurt.  Makanan ini membantu mendukung bakteri usus mengeluarkan kotoran dari asupan makanan yang tidak sehat dalam tubuh.

6.Buah-buahan

Buah memang kaya manfaat bagi tubuh dari ujung kaki sampai kepala. Ada beberapa buah yang dapat membersihkan usus Anda, antara lain lemon yang kaya vitamin C dengan antioksidan tinggi pastinya akan membuat tubuh segera mengeluarkan kotorannya. Ada juga buah alpukat yang kaya akan omega 3 dengan manfaat mencegah perkembangan racun di dinding usus.

7. Varian teh

Kefir adalah sejenis tanaman yang dapat dijadikan minuman teh. Seperti yogurt, kefir merupakan produk yang difermentasi yang mengandung oligosaccharides, karbohidrat kompleks yang menjadi makanan untuk  bakteri baik serta menjaga mikroorganisme kecil untuk meningkatkan  sistem kekebalan tubuh. Selain itu ada teh kombucha, teh manis yang difermentasi menggunakan kandungan berupa gelatin yang bernama kombucha, kedua teh ini dapat membersihkan usus dari kuman dan bakteri.

8. Air putih

Nah, yang satu ini wajib hukumnya. Usus yang dehidrasi secara terus-menerus dapat menyebabkan sembelit, kondisi yang akan menyebabkan penumpukan racun dalam usus besar. Inilah sebabnya mengapa pentingnya minum air putih yang cukup.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit