Salah satu keahlian wanita adalah multitasking. Mereka mampu melakukan beberapa aktivitas dalam satu waktu. Tidak hanya mengurus anak, wanita juga mampu menjalani karir, mengurus keluarga, dan melakukan kegiatan sosial sekaligus. Dan pada akhirnya, hal yang harus dikorbankan dari banyaknya aktivitas tersebut adalah kurangnya waktu untuk tidur.

Faktanya, perempuan lebih sering menderita insomnia dibandingkan dengan pria.

Fakta tersebut didukung oleh survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada tahun 2015 yang menyatakan bahwa 57% wanita dan 51% pria mengalami gejala insomnia setidaknya beberapa malam dalam satu minggu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Pennsylvania pada tahun 2013, wanita membutuhkan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan pria. Namun, adanya perubahan biologis akibat siklus menstruasi, kehamilan, ataupun menopause yang dialami oleh wanita ternyata dapat mengganggu waktu dan kualitas tidur yang dimiliki; sehingga akhirnya, pola tidur yang tidak sehat tersebut menjadi kebiasaan.

Kenapa wanita lebih sering insomnia?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa wanita lebih sering mengalami insomnia dibandingkan dengan pria dan bagaimana cara mengatasinya:  

1. Faktor gaya hidup

Pekerjaan wanita tidak ada habisnya, entah harus mengurus anak, suami, rumah, pekerjaan, dll. Wanita memiliki banyak hal yang harus dilakukan, dan sayangnya, wanita sering kali mengalami kesulitan tidur karena ada beberapa hal yang belum terselesaikan dari berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Alhasil, hal tersebut dapat membuat otak mereka sulit untuk rileks pada malam hari dan mengganggu kualitas tidur mereka.

Yang harus dilakukan: Tuliskan beberapa hal yang masih ada dalam pikiran sebelum Anda pergi tidur. Atau, luangkan waktu lebih banyak untuk diri sendiri di akhir pekan agar pikiran Anda lebih rileks.

2. Kebiasaan tidur yang berbeda pada wanita

Menurut National Sleep Foundation, wanita dua kali lebih mungkin mengalami kesulitan untuk tidur atau tidur lelap dibandingkan dengan pria. Wanita cenderung lebih mudah terbangun di malam hari dan tidak dapat kembali untuk tidur; entah karena suara anak-anak, dengkuran suami, suara macet di luar rumah, atau sekadar suara barang jatuh.

Yang harus dilakukan: Gunakan penutup telinga untuk mengurangi suara bising yang dapat mengganggu tidur Anda; atau, jika Anda tidak merasa nyaman, coba gunakan kipas yang bersuara kencang karena suara tersebut biasanya dapat membantu seseorang lebih fokus pada hal tersebut dibandingkan dengan suara lain yang dapat mengganggu tidur.

3. Faktor hormon

Siklus menstruasi, pramenopause, dan menopause ternyata dapat mengganggu kualitas tidur. “Lebih dari 70% wanita mengeluhkan masalah tidur saat menstruasi, ketika tingkat hormon berada di titik terendah,” kata Amy Wolfson, PhD, yang dikutip melalui webmd.com.

Yang harus dilakukan: Coba atur suhu ruangan Anda agar tetap sejuk dan nyaman, minum satu gelas air sebelum tidur, ganti pakaian Anda dengan baju tidur, atau tambahkan sarung bantal di tempat tidur Anda jika Anda berkeringat pada malam hari.

4. Faktor kehamilan

Semakin dekat waktu menuju kehamilan, semakin sulit untuk Anda tidur. Hal ini terjadi karena pada fase tersebut, tubuh Anda sedang mempersiapkan diri untuk calon bayi. Wanita hamil sering kali merasa kelelahan, hal tersebut membuat wanita hamil membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak.  

Yang harus dilakukan: Coba tidur dengan posisi miring, lalu letakkan satu bantal di belakang Anda, satu bantal di antara kaki Anda, dan satu bantal di bawah lengan Anda. Anda juga harus membatasi asupan cairan Anda pada malam hari. Atau, konsultasikan keluhan Anda ke dokter untuk mengatasi insomnia saat kehamilan.

5. Faktor stres, rasa cemas, dan depresi

Rasa khawatir dapat menjaga pikiran Anda tetap aktif di malam hari. Masalah di tempat kerja atau sekolah atau dengan keluarga dapat membuat Anda merasa cemas. Tentunya, hal tersebut dapat membuat Anda sulit untuk tidur. Selain itu, depresi juga merupakan sumber umum dari insomnia. Hal ini mungkin disebabkan karena ketidakseimbangan kimia di otak yang mempengaruhi pola tidur. “Bagi wanita, kurang tidur sangat berkaitan dengan tekanan psikologis dan perasaan akibat rasa permusuhan, depresi, dan kemarahan,” kata Horne yang dikutip melalui medicaldaily.com.

Yang harus dilakukan: Jika ada hal yang mengganggu pikiran Anda, coba selesaikan hal tersebut sebelum waktu tidur tiba; sehingga hal yang mengganggu tersebut tidak membuat Anda terjaga di malam hari karena rasa khawatir. Atau, coba latihan relaksasi untuk membantu kesulitan tidur Anda.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca