Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Berbeda dengan rokok batangan, vape (rokok elektrik) dapat digunakan berkali-kali karena perangkat tersebut ditenagai oleh baterai dan cairan penghasil uapnya bisa diisi ulang. Vape terdiri dari cartridge yang disi dengan cairan atau liquid khusus. Di dalam cartridge, cairan akan dipanaskan menjadi uap yang nanti akan dihirup. Lantas, apa sebenarnya kandungan yang terdapat di dalam liquid vape? Agar tak penasaran, berikut ulasannya untuk Anda.

Berbagai kandungan di dalam liquid vape

vape mengandung nikotin

Banyak yang mengira bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Padahal, jika dilihat dari kandungannya, di dalam vape terkandung berbagai bahan kimia berbahaya untuk tubuh. Malahan, beberapa zat yang ada di rokok juga terdapat di dalam vape.

Cairan di dalam vape tersusun atas berbagai zat kimia termasuk nikotin, zat perasa, dan tambahan lainnya. Vape juga berbahaya karena uap yang keluar bukanlah sekadar air biasa. Uap ini tersusun atas partikel yang berukuran sangat kecil sehingga bisa dihirup dalam-dalam untuk masuk ke paru terdalam.

Untuk lebih jelasnya, berikut kandungan yang umumnya ada dalam liquid vape dan asapnya dilansir dari American Cancer Society dan National Academies Press:

Nikotin

Nikotin adalah zat utama yang  terdapat di dalam rokok. Liquid dalam vape juga mengandung nikotin dengan “dosis” yang bervariasi antar merek dan produk. Rata-rata memang lebih sedikit ketimbang nikotin dalam rokok, tapi ada juga yang cukup tinggi sehingga menyetarai kadar nikotin di dalam rokok batangan.

Nikotin adalah zat adiktif yang menyebabkan penggunanya ketagihan. Dilansir dari laman Surgeon General, nikotin termasuk zat yang bisa merusak perkembangan otak terutama pada remaja yang berusia di bawah 25 tahun. Dari mulai bayi hingga usia 25 tahun, otak masih akan tumbuh dan berkembang.

Setiap kali keterampilan baru dipelajari, koneksi yang lebih kuat atau sinapsis akan dibangun di antara sel-sel otak. Di usia remaja dan dewasa muda, sinapsis akan lebih cepat dibangun. Sayangnya, hal ini akan terhambat ketika seseorang mengonsumsi nikotin seperti dari vape sehingga merusak perkembangan otak remaja.

Ketika anak sudah kecanduan nikotin, ia akan berisiko kecanduan zat lainnya di kemudian hari. Selain itu, nikotin yang dikonsumsi selama kehamilan juga bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah.

Volatile organic compounds  (VOC)

Volatile organic compounds (VOC) adalah senyawa organik yang mudah menguap. Salah satu contoh VOC yang terdapat di dalam liquid vape adalah propilen glikol.

Propilen glikol merupakan zat tambahan yang kerap digunakan dalam makanan seperti es krim atau pemanis cair. Selain itu, zat satu ini juga biasanya digunakan untuk menghasilkan kabut atau asap buatan pada acara panggung, pelarut cat, dan bahan antibeku.

Liquid vape mengandung propilen glikol karena ketika dipanaskan bisa menghasilkan uap seperti asap. Sayangnya, pada tingkat tertentu, zat yang satu ini bisa menyebabkan iritasi pada mata, hidung, paru, dan tenggorokan.

Selain itu, VOC juga bisa menyebabkan sakit kepala, mual, dan berpotensi merusak hati, ginjal serta sistem saraf jika paparannya berlebihan.

Gliserin

Gliserin atau yang juga dikenal dengan nama vegetable glycerin adalah bahan yang berasal dari tanaman. Gliserin kerap digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan pembuatan obat yang memberi rasa manis.

Gliserin memiliki fungsi yang mirip dengan propilen glikol yaitu untuk menghasilkan asap. Namun, karena senyawa ini lebih tebal dari gliserin, uap yang keluar akan lebih tebal dan pekat.

Akan tetapi, dilansir dari laporan National Academies Press, propilen glikol lebih mengiritasi pernapasan dibandingkan dengan gliserin.

Bahan perasa

Ada lebih dari 7.000 rasa unik dalam liquid vape yang bisa dinikmati. Diacetyl merupakan salah satu bahan kimia perasa untuk vape yang juga banyak ditambahkan pada mentega dan karamel. Selain diacetyl, acetylpropionyl juga kerap digunakan sebagai bahan perasa pada vape.

Sayangnya, bahan-bahan ini ternyata bisa memperburuk kesehatan pernapasan. Penyakit paru serius yaitu bronchiolitis obliterans atau paru-paru popcorn adalah masalah kesehatan yang bisa muncul setelah seseorang menghirup dua senyawa perasa tersebut.

Paru-paru popcorn adalah kondisi ketika saluran udara terkecil di dalam paru (bronkiolus) mengalami penyempitan karena adanya luka.

Senyawa karbon

Senyawa karbon seperti formaldehyde, acetaldehyde, acrolein, dan glycidol merupakan zat yang ditemukan dalam aerosol atau uap vape. Berbagai senyawa karbon ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius pada penggunanya.

Formaldehyde dan acetaldehyde digolongkan ke dalam zat karsinogen atau penyebab kanker oleh International Agency for Research on Cancer. Sementara glycidol adalah zat yang juga diduga kuat sebagai penyebab kanker.

Selain berpotensi menyebabkan kanker, berbagai senyawa ini berisiko merusak sistem pencernaan, kulit, dan paru-paru.

Acrolein

Acrolein adalah herbisida yang biasanya digunakan untuk membunuh gulma. Sayangnya, kandungan acrolein di dalam liquid vape bisa menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak dapat dipulihkan.

Logam

Senyawa logam beracun seperti nikel, timah, kadmiun, dan kromium banyak ditemukan dalam asap yang dihasilkan dari liquid vape.

Kandungan logam di dalam vape ini diduga berasal dari beberapa bagian perangkat vape itu sendiri. Ketika dipanaskan, logam dari perangkat menguap hingga akhirnya terhirup melalui asap yang dihasilkan.

Paparan logam melalui vape bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Kromium dan nikel misalnya berpotensi menyebabkan penyakit kanker paru.

Selain itu, nikel juga bisa memicu alergi pada sebagian orang. Dalam jumlah besar, kandungan kromium dalam liquid vape juga bisa menyebabkan kanker.

Sekarang, masihkah Anda mengira bahwa vape tidak berbahaya? Daripada menghamburkan uang untuk membeli liquid vape isi ulang, akan jauh lebih baik jika Anda berhenti merokok sekarang juga dan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 16, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 23, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca