home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Alami yang Bisa Membantu Anda untuk Berhenti Merokok

5 Cara Alami yang Bisa Membantu Anda untuk Berhenti Merokok

Menerapkan cara berhenti merokok secara alami dengan bahan-bahan tradisional mungkin bisa menjadi pilihan untuk Anda yang kesulitan menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Bahan-bahan alami ini telah terbukti melalui sejumlah penelitian. Apa saja cara alami yang berpotensi mengurangi keinginan untuk merokok?

Bagaimana cara berhenti merokok secara alami?

manfaat ginseng buat pria

Merokok adalah kebiasaan buruk yang merusak paru-paru dan menyebabkan banyak penyakit kronis. Bahaya rokok bisa langsung merusak organ tubuh bahkan sejak isapan pertama.

Jika Anda ingin menghentikan kebiasaan ini, memang butuh tekad dan usaha yang kuat.

Nah, agar mempermudah niat baik Anda untuk berhenti merokok, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan secara alami dengan bahan-bahan tradisional:

1. St. John’s wort

St. John’s wort (Hypericum perforatum) adalah semak bunga asli Eropa yang berwarna kuning.

Tanaman yang satu mengandung banyak sekali bahan aktif seperti naphthodianthrones, turunan phloroglucinols, dan flavonoid.

Tanaman ini sebenarnya banyak digunakan sebagai antidepresan karena berperan untuk memperbaiki suasana hati. Selain itu, tanaman ini bisa mengurangi gugup dan kelelahan yang berkaitan dengan depresi.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa tanaman ini bisa digunakan sebagai cara berhenti merokok secara alami. Umumnya, St. John’s wort tersedia dalam bentuk teh, tablet, cairan, dan oles.

Ekstrak St. John’s wort sangat aman jika diminum sesuai anjuran dokter selama kurang lebih 12 minggu.

Bukti juga menunjukkan bahwa tanaman ini aman digunakan selama lebih dari satu tahun untuk kasus-kasus tertentu.

Akan tetapi, St. John’s wort biasanya tidak direkomendasikan untuk golongan orang berikut:

  • wanita hamil atau menyusui,
  • anak-anak,
  • orang-orang dengan gangguan bipolar, dan
  • orang yang memiliki penyakit hati atau ginjal.

Sebagai obat herbal, St. John’ wort juga memiliki beberapa efek samping bila digunakan untuk berhenti merokok, seperti:

Tetap dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan kemanjuran tanaman yang satu ini.

2. Ginseng

Ginseng diduga kuat dapat mencegah pelepasan neurotransmitter dopamin yang dirangsang oleh nikotin.

Dopamin adalah hormon yang membuat perasaan senang atau lebih baik setelah merokok dan bagian dari proses kecanduan.

Oleh karena itu, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ginseng Research menyatakan bahwa ginseng bisa jadi salah satu pilihan terapi kecanduan nikotin selain minum obat berhenti merokok..

Hal ini dikarenakan ginseng bisa melemahkan efek dopamin. Minum teh ginseng secara rutin diduga bisa mengurangi daya tarik merokok sehingga membuat sensasi setelahnya jadi kurang menyenangkan.

Sayangnya, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan keefektifan ginseng sebagai cara berhenti merokok secara alami.

3. Jeruk nipis

Jeruk nipis segar ternyata tak hanya enak untuk dijadikan minuman. Sari jeruk nipis pun bisa digunakan sebagai cara berhenti merokok secara alami.

Meski begitu, sebuah penelitian yang terbit dalam Journal of the Medical Association of Thailand membuktikan, jeruk nipis sedikit kurang efektif untuk mengurangi keinginan merokok dibandingkan dengan permen karet nikotin.

Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk dicoba, bukan? Jika Anda ingin mencobanya, potonglah jeruk nipis dalam beberapa bagian kemudian isap sarinya setiap kali Anda merasa ingin merokok.

4. Lada hitam

Lada hitam adalah salah satu rempah yang banyak digunakan sebagai bumbu masak.

Namun, penelitian yang disebutkan dalam Galician Medical Journal melihat manfaat dari lada hitam sebagai cara berhenti merokok secara alami.

Penelitian tersebut menemukan bukti bahwa uap lada hitam yang dicampur dengan minyak esensial bisa mengurangi keinginan merokok.

Penelitian yang dilakukan pada 48 orang ini membuktikan bahwa lada hitam terbukti mengurangi kepuasan dan kecemasan akibat rokok.

Selain itu, uap dari lada hitam dapat memberikan sensasi lega pada saluran pernapasan saat mencoba berhenti merokok.

5. Calamus

Dlingo atau calamus adalah tanaman herbal yang bagian akarnya dimanfaatkan sebagai obat.

Calamus banyak digunakan untuk mengatasi rasa sakit, nafsu makan, gangguan pencernaan, demam, dan batuk.

Menurut International Journal of Collaborative Research on Internal Medicine & Public Health, calamus dinilai memiliki manfaat sebagai obat berhenti merokok alami.

Sayangnya, bagaimana cara kerja calamus belum diketahui secara pasti. Ada dugaan bahwa calamus mampu merangsang sistem saraf pusat untuk mengatasi kecemasan saat berusaha berhenti merokok.

Di sisi lain, karena calamus bisa mengatasi gangguan pencernaan, tanaman ini mampu meredakan sakit perut yang mungkin terjadi selama berhenti merokok.

Sebagian orang juga menyatakan bahwa mengunyah akar calamus bisa menghilangkan selera untuk mengisap tembakau.

Sebelum mencoba berbagai berhenti merokok secara alami ini, Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk informasi lebih jelasnya.

Jangan hanya mengandalkan cara berhenti merokok secara alami

tips berhenti merokok saat puasa

Saat berusaha untuk berhenti merokok, Anda butuh kombinasi dari banyak cara berbeda agar bisa berhasil.

Jangan hanya mengonsumsi obat alami karena bahan ini punya efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Jadi, bahan alami tertentu belum tentu efektif untuk Anda saat berhenti merokok.

Sebaliknya, cobalah berbagai cara mulai dari terapi berhenti merokok hingga obat dokter untuk menghilangkan kebiasaan ini.

Ada kemungkinan Anda bisa cocok dan memberikan efek yang maksimal dengan salah satu atau beberapa dari berbagai metode yang dicoba.

Jangan sungkan untuk bertanya pada dokter mengenai cara apa yang paling tepat untuk terhindar dari bahaya merokok.

Dokter akan membantu merekomendasikan cara-cara yang tepat dan sesuai kondisi tubuh Anda.

Mungkin niat Anda untuk berhenti akan semakin bulat dan kuat ketika melihat berapa banyak uang yang selama ini Anda bakar untuk merokok.

Penarasan? Coba hitung berapa besar pengeluaran Anda untuk beli rokok di kalkulator Hello Sehat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Arslan Işık, N. (2020). Aromatherapy and quitting smoking. Galician Medical Journal, 27(2), E202022. https://doi.org/10.21802/gmj.2020.2.2

Rungruanghiranya, S., Ekpanyaskul, C., Sakulisariyaporn, C., Watcharanat, P., & Akkalakulawas, K. (2012). Efficacy of fresh lime for smoking cessation. Undefined. Retrieved from https://www.semanticscholar.org/paper/Efficacy-of-fresh-lime-for-smoking-cessation.-Rungruanghiranya-Ekpanyaskul/497df575e11e0d8b285465dda4b31222cfee2dcb?p2df

S, R., C, E., C, S., P, W., & K, A. (2012). Efficacy of fresh lime for smoking cessation. Journal Of The Medical Association Of Thailand = Chotmaihet Thangphaet, 95 Suppl 12. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23513469/

Nisa, Z. U., Zafar, A., Zafar, F. (2018). Efficacy of a smoking cessation intervention using the natural agents. International Journal of Collaborative Research on Internal Medicine & Public Health. 2018;10(2):809-815.

Kim, H., Kim, P., & Shin, C. (2013). A comprehensive review of the therapeutic and pharmacological effects of ginseng and ginsenosides in central nervous system. Journal Of Ginseng Research, 37(1), 8-29. doi: 10.5142/jgr.2013.37.8

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 29/03/2021
x