home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Hal Tak Terduga yang Jadi Penyebab Iritasi Mata

8 Hal Tak Terduga yang Jadi Penyebab Iritasi Mata

Mata adalah salah satu organ tubuh yang paling sensitif. Tak mengherankan jika iritasi mata adalah kondisi yang cukup umum dialami banyak orang. Pasalnya, mata hanya dilindungi oleh kelopak mata dan lebih mudah terpapar benda asing di sekeliling, mulai dari debu hingga kuman. Kira-kira, apa saja yang menjadi penyebab mata iritasi? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Apa saja penyebab mata iritasi?

Biasanya, Anda akan langsung menyadari ketika ada sesuatu yang terasa ganjil di mata. Gejala yang menandakan mata mengalami iritasi umumnya sebagai berikut:

  • mata terasa gatal,
  • mata berair,
  • kemerahan di bagian putih mata,
  • sakit mata,
  • penglihatan kabur, dan
  • mata lebih sensitif terhadap cahaya.

Ada banyak kondisi yang dapat memicu terjadinya iritasi pada mata, mulai dari alergi hingga pemakaian lensa kontak.

Berikut adalah beragam penyebab iritasi mata:

1. Alergi

zaditen

Alergi dapat terjadi ketika mata Anda terpapar alergen (pemicu alergi). Bagi beberapa orang yang memiliki alergi mata, reaksi yang ditimbulkan bisa berupa mata gatal, berair, dan merah.

Pada beberapa kasus, gejala lain yang muncul selain iritasi mata adalah bersin dan hidung tersumbat.

Alergen atau pemicu alergi bisa bermacam-macam. Beberapa pemicu alergi yang umum adalah bulu hewan, debu, serbuk sari bunga, serta asap rokok.

2. Iritan

polusi udara daya tahan tubuh

Penyebab iritasi mata lainnya adalah paparan zat asing pemicu iritasi, yakni disebut dengan iritan.

Iritan dapat meliputi berbagai hal, mulai dari asap polusi, partikel debu, atau zat kimia tertentu seperti kaporit kolam renang.

Biasanya, iritan dapat mengakibatkan mata terlihat merah, berair, serta kabur. Jenis iritan tertentu berisiko menyebabkan cedera atau kerusakan permanen pada mata.

Itu sebabnya, apabila iritasi mata terjadi setelah mata Anda terpapar zat tertentu, segera periksakan diri ke dokter mata.

3. Mata kemasukan benda asing

mata kelilipan

Benda asing yang masuk ke mata, seperti pasir atau debu, dapat menyebabkan mata kelilipan dan berair.

Benda asing tersebut dapat menggores kornea sehingga menimbulkan gejala berupa kemerahan, mata berair, atau sensitif terhadap cahaya.

Jika keluhan mata iritasi semakin tak tertahankan, cobalah untuk membilasnya dengan air bersih. Hindari mengucek atau menyentuh mata untuk mencoba mengeluarkan benda asing tersebut.

Bila ternyata mata kemasukan benda tajam yang berbahaya, misalnya pecahan kaca, tutup mata Anda dan segera pergi ke dokter atau UGD.

4. Lensa kontak

Lensa kontak mata plus

Penyebab mata iritasi lainnya yang cukup umum terjadi adalah pemakaian lensa kontak yang kurang tepat.

Apabila Anda tidak merawat kebersihan lensa kontak dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan iritasi pada kornea.

Pasalnya, berbagai macam bakteri dan virus bisa saja menempel di lensa kontak Anda. Inilah yang menjadi dalang di balik iritasi yang timbul pada indra penglihatan Anda.

Iritasi akibat lensa kontak juga bisa terjadi jika Anda tidur dengan kondisi masih memakai lensa kontak.

Jika lensa kontak menyebabkan iritasi mata, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

5. Infeksi

bercak merah pada mata

Iritasi pada mata juga biasanya merupakan pertanda adanya infeksi mata.

Penyebab infeksi biasanya beragam, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Infeksi mata dapat terjadi di salah satu atau kedua bagian mata.

Terkait infeksi, Anda dapat mengalami gejala mata merah, mata gatal, atau bintitan. Beberapa jenis infeksi mata, seperti konjungtivitis dan bintitan, bisa menular dari satu orang ke orang lainnya.

6. Memakai makeup mata terlalu lama

tips makeup wajah berkeringat

Iritasi juga bisa berasal dari riasan mata yang mungkin Anda pakai seharian atau yang kurang terjaga kebersihannya.

Selain itu, produk makeup yang sudah kedaluwarsa atau terlalu lama juga berisiko menjadi tempat penumpukan bakteri. Akibatnya, iritasi lebih mudah terjadi.

Tanda-tanda gangguan mata akibat makeup meliputi kemerahan, mata berair, nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan kabur.

Jika iritasi terjadi, segera hentikan penggunaan makeup selama beberapa waktu. Apabila iritasi tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter.

7. Penggunaan obat-obatan tertentu

efek samping obat kuat

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan mata kering. Jika kondisinya terlalu kering, iritasi akan lebih mudah terjadi.

Menurut situs American Academy of Ophthalmology, obat-obatan yang berpotensi menyebabkan mata kering adalah:

  • obat diuretik untuk hipertensi,
  • obat penyakit jantung,
  • obat alergi seperti antihistamin,
  • obat tidur,
  • obat antidepresan dan kecemasan, dan
  • obat heartburn.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan di atas dan sering kali mengalami iritasi mata, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang lebih sesuai.

8. Kondisi medis tertentu

obat mata bengkak

Iritasi mata juga berkaitan dengan kondisi-kondisi medis tertentu, seperti rheumatoid arthritis, sindrom Sjogren, penyakit tiroid, serta lupus.

Selain itu, infeksi bakteri dapat menyebabkan blefaritis, yakni suatu kondisi kronis yang mencakup peradangan kelopak mata.

Gejala blefaritis adalah sebagai berikut:

  • Selalu merasa ada yang mengganjal pada mata
  • Timbul kerak pada bulu mata
  • Kemerahan dan gatal
  • Kulit di area kelopak mata mengelupas

Adakah cara mencegah iritasi mata?

Kesehatan mata cegah mata silinder memburuk

Untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah iritasi mata, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Jaga kebersihan mata

Bersihkan perlengkapan makeup Anda dan jangan pernah berbagi alat riasan mata dengan orang lain.

Lindungi mata Anda di luar ruangan dengan menggunakan kacamata hitam yang dapat menghalau sinar ultraviolet (UV) matahari.

2. Jaga kelembaban mata

Jika Anda merasa bahwa mata terlalu kering, gunakan obat sesuai petunjuk dokter dan menjauhlah dari asap rokok.

Anda juga bisa mengembalikan kelembapan mata dengan memakai obat alami iritasi mata.

Selalu istirahatkan mata dan berkedip yang banyak setiap kali Anda menghabiskan waktu terlalu lama di depan gawai elektronik, seperti laptop atau TV.

3. Rawat lensa kontak

Selalu cuci tangan Anda sebelum menyentuh mata, terutama saat akan memakai lensa kontak. Pastikan Anda membersihkan lensa kontak hanya dengan cairan khusus pembersih lensa.

Hindari memakai lensa kontak yang sudah kedaluwarsa. Jika ada kerusakan atau lensa kontak sudah habis masa berlakunya, segera ganti dengan yang baru.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kraft, S. (2011). Why Your Eyes Might Be Red and Itchy – Healthy Women. Retrieved April 7, 2021, from https://www.healthywomen.org/your-health/menopause-aging-well/why-your-eyes-might-be-red-and-itchy 

Eye Allergy – American College of Allergy, Asthma & Immunology. (2014). Retrieved April 7, 2021, from https://acaai.org/allergies/types/eye-allergy 

Itchy eyes – Health Direct. (2020). Retrieved April 7, 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/itchy-eyes 

Are You Allergic to Your Contact Lenses or Solution? – Cleveland Clinic. (2016). Retrieved April 7, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/allergic-contact-lenses-solution/ 

Boyd, K. (2020). Contact Lens-Related Eye Infections – American Academy of Ophthalmology. Retrieved April 7, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/contact-lens-related-eye-infections 

Taylor, R. (2020). Eye Infections: Be Careful Now or Regret It Later – American Academy of Ophthalmology. Retrieved April 7, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/eye-infections-be-careful-now-to-avoid-them 

Boyd, K. (2021). What Is Dry Eye? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved April 7, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-dry-eye 

Keep Your Eyes Healthy – National Eye Institute. (2020). Retrieved April 7, 2021, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/healthy-vision/keep-your-eyes-healthy 

Old Makeup Can Cause Serious Eye Infections – University of Rochester Medical Center. (n.d.). Retrieved April 7, 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=1&ContentID=724 

Watson, S., Cabrera-Aguas, M., & Khoo, P. (2018). Common eye infections. Australian prescriber, 41(3), 67–72. https://doi.org/10.18773/austprescr.2018.016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x