3 Terapi untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagian orang mungkin merasa kesulitan ketika ingin berhenti merokok, alasannya karena nikotin merupakan zat adiktif yang akan membuat Anda menginginkan tembakau lebih  lagi. Perlu Anda tahu bahwa nikotin dapat mengatur tingkat ketergantungan dalam tubuh. Jadi, tubuh dengan sendirinya telah membentuk kebebutuhan akan nikotin itu sendiri. Tanpa Anda sadari, tubuh Anda sudah ‘tahu’ berapa banyak nikotin yang diperlukan setiap harinya. Hal inilah yang membuat para perokok yang ingin memutuskan berhenti merokok menjadi goyah, sebab keinginan untuk kembali merokok dipicu oleh gejala fisiknya. Ia akan merasa mual, kesemutan, berkeringat, sakit kepala, batuk, dan sakit tenggorokan. Ketika rokok kembali ia hirup, ketenangan pun ia dapatkan.

BACA JUGA: 6 Perubahan Fisik yang Terjadi Saat Anda Berhenti Merokok

Ya, memang sudah menjadi tugas nikotin memberikan efek menenangkan. Mungkin Anda pun mulai putus asa, segala cara sudah dilakukan. Mulai dari menggunakan bahan-bahan alami – seperti jahe – hingga menguyah permen karet. Tentu saja berbagai inovasi ditemukan untuk membantu masyarakat yang ketergantungan rokok dapat berhenti. Anda tentu ingin tahu bukan, terapi untuk berhenti merokok? Ampuh tidak ya? Sebelum mencoba, berikut ini yang ulasannya.

Apa saja terapi untuk membantu Anda berhenti merokok?

Berikut ini beberapa terapi yang dapat direkomendasikan untuk membantu Anda mengatasi masalah ketergantungan pada rokok:

BACA JUGA: Apakah Rokok Elektrik (Vaping) Efektif Membantu Berhenti Merokok?

1. Hipnosis

Anda mungkin pernah mendengar tentang hipnoterapi. Hipnosis merupakan salah satu tahapan dari hipnoterapi. Pada tahapan hipnosis, pasien akan diberikan sugesti-sugesti untuk mengubah alam bawah sadarnya. Tentu saja tingkat keberhasilan hipnosis ini tergantung pada motivasi pasien. Jika pasien memang berniat untuk berhenti merokok, dan bersedia untuk terbuka dan diberikan hipnosis, maka tingkat keberhasilan pun tinggi. Tetapi saat pasien merasa ragu, kemungkinan hipnosis tersebut akan gagal.

Hipnosis akan menenangkan pikiran Anda, terapis akan masuk ke alam bawah sadar Anda untuk menemukan pemicu Anda merokok – yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Gaya hidup Anda (dalam kasus ini, merokok) akan diubah dengan cara mengganti konsep baru di alam bawah sadar Anda.

Sesi hipnoterapi dapat diawali dengan diskusi bersama terapis tentang awal kisah Anda mulai merokok sampai saat ini. Lalu, terapis akan melakukan induksi relaksasi, agar pikiran Anda tenang, tapi tidak tertidur. Pikiran yang sadar akan susah diberi sugesti. Terapi mungkin akan menemukan kebiasaan apa yang memicu Anda merokok, misalnya kebiasaan baca koran sambil merokok. Maka, terapi akan mencoba mematahkan koneksi kebiasaan tersebut, menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat.

Sebuah penelitian tahun 2007 yang dikuti oleh situs Health, menyebutkan perokok yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit kardiopulmoner menunjukkan bahwa pasien yang berpartisipasi hipnoterapi tidak merokok selama enam bulan kemudian.

BACA JUGA: Memanfaatkan Jahe untuk Berhenti Merokok, Efektifkah?

2. Akupuntur

Teknik akupuntur ini berasal dari pengobatan tradisional Cina. Anda akan ditusuk dengan jarum kecil untuk menstimulasi sesuatu dalam tubuh Anda. Pada kasus ini, perokok akan distimulasi dengan cara mengurangi gejala yang memicu Anda ingin merokok. Jarum ditusukkan pada beberapa titik di tubuh Anda, seperti di telinga, kaki, dan bagian atas kepala. Ahli akupuntur akan mengevaluasi keadaan pasien, seperti denyut jantungnya dan warna lidahnya. Selain itu ahli akupuntur juga akan mencari kelemahan fisik pasien dan menyebarkan jarum untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Peneliti menyarankan akupuntur harus dibarengi dengan edukasi agar lebih efektif. Contohnya, pasien sebaiknya diberi edukasi tentang keseimbangan tubuh dan panduan untuk berhenti perlahan.  Terapi akupuntur juga dikaitkan dengan terapi laser. Fungsinya adalah mencari titik tertentu pada tubuh untuk mengubah metabolisme dan stres.

BACA JUGA: Berbagai Manfaat dan Risiko Melakukan Akupuntur

3. Meditasi

Mungkin Anda merasa pesimis ketika mendengar kata meditasi. Ya, meditasi memang terapi membosankan, tapi faktanya meditasi memeliki segudang manfaat. Tubuh dan pikiran Anda akan diajak untuk tenang, serta fokus pada keadaan saat itu saja. Meditasi diduga melepaskan dopamin di otak, sama halnya dengan nikotin yang memberikan efek menenangkan. Manfaat yang didapat dari meditasi adalah berkurangnya stres, sehingga Anda tidak perlu lagi rokok untuk mengurangi stres. Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?

Pilihlah posisi yang nyaman, lalu duduk, latihan menghirup dan mengeluarkan udara dari hidung. Ketika pikiran Anda berkelana, cobalah untuk fokus kembali. Fokus saja pada pernapasan Anda. Coab selama 5 menit dalam sehari.

Apakah terapi tersebut akan berhasil?

Perjalanan untuk berhenti merokok bisa jadi panjang, tapi katanya banyak orang yang berhasil berhenti merokok dengan beberapa teknik seperti hipnosis, akupuntur, atau meditasi. Kok bisa, ya? Alternatif ini menawarkan keseimbangan antara pikiran dan tubuh, mengurangi stres. Tujuan pertama adalah mengubah gaya hidup, tanpa menggunakan obat-obatan konvensional. Jadi, di sini pikiran Anda pun akan dibentuk ulang, sehingga bisa ada yang berhasil berhenti merokok.

Dikutip dari situs Health, dokter merekomendasikan pendekatan alternatif ini pada pasiennya.  Menurut Amit Sood, MD, pimpinan riset untuk program pengobatan komplementer dan integratif Mayo Clinic, yang dikutip oleh situs Health, merokok merupakan masalah serius yang harus diperlakukan seperti menangani penyakit kronis, sehingga pengobatan alternatif tidak bisa dipakai sendirian saja, harus dibarengi juga dengan pengobatan lainnya.

BACA JUGA: 7 Manfaat Berhenti Merokok yang Bisa Langsung Dirasakan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
memotong kuku

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit