Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bau mulut tak sedap, dalam istilah medisnya disebut halitosis, bisa jadi sangat mengganggu dan memalukan. Bayangkan saja, setiap hari Anda harus berinteraksi dan berbicara dengan banyak orang tapi ternyata bau mulut Anda yang tak sedap membuat orang-orang enggan berdekatan dengan Anda. Kondisi ini pasti membuat orang-orang di sekitar Anda dan Anda sendiri jadi tidak nyaman. Untuk itu, Anda perlu memahami serba-serbi bau mulut tak sedap atau halitosis.

Apa itu halitosis?

Halitosis atau bau mulut tidak sedap disebabkan oleh bakteri-bakteri yang tumbuh dan berkembang biak dalam mulut. Akibatnya, saat membuka mulut atau membuang napas lewat mulut, keluarlah aroma yang tidak sedap.

Siapa yang bisa terkena halitosis?

Bau mulut tak sedap atau halitosis adalah masalah yang umum ditemui. Siapa saja bisa memiliki bau mulut tidak sedap. Bahkan survei menunjukkan bahwa 25% penduduk dunia mengalami masalah bau mulut tak sedap. Ini berarti pada setiap empat orang, salah satunya memiliki bau mulut tidak sedap.

Namun, kadang mereka yang memiliki bau mulut tidak sedap justru tak menyadari permasalahan mereka. Orang-orang pun cenderung segan untuk memberi tahu Anda jika Anda memiliki masalah bau mulut tak sedap. Jadi, sangat penting untuk memeriksa aroma napas Anda sendiri secara rutin untuk menghindari halitosis. Caranya adalah dengan menjilat sisi dalam pergelangan tangan Anda. Tunggu sesaat sampai agak kering, kemudian cium aroma air liur Anda tersebut. Apabila Anda merasakan bau yang kurang sedap, itu berarti bau mulut Anda bermasalah. Cara lain adalah dengan langsung menanyakan pada dokter gigi atau orang-orang terdekat Anda.

Apa penyebab bau mulut tak sedap?

Ada banyak hal yang bisa memicu atau memperparah bau mulut kurang sedap. Untuk mengetahui apa saja penyebabnya, perhatikan hal-hal berikut ini.

1. Mulut yang kering

Bau mulut tidak sedap yang disebabkan oleh mulut kering terjadi karena kurangnya produksi saliva dalam mulut. Saliva yang juga dikenal sebagai air liur bertugas untuk membersihkan mulut secara alami. Jika mulut Anda kering, maka bakteri dan kuman pun akan bersarang dengan nyaman dalam mulut Anda. Bakteri dan kuman inilah yang menyebabkan bau tidak sedap. Mulut kering sendiri dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau jika Anda baru saja menjalani radioterapi di sekitar leher dan kepala. Mulut kering juga menjadi alasan di balik bau mulut yang kurang sedap ketika Anda bangun tidur di pagi hari.

2. Makanan, minuman, dan obat-obatan

Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam makanan, minuman, atau obat-obatan yang Anda konsumsi bisa terserap oleh darah Anda dan dihembuskan keluar melalui paru-paru. Itulah sebabnya napas Anda akan berbau tidak sedap setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki aroma yang kuat seperti bawang, petai, dan durian. Sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi juga bisa menyebarkan aroma tidak sedap pada mulut.

3. Merokok

Aroma tembakau yang kuat tidak akan dengan mudah dibersihkan dalam mulut Anda. Merokok juga akan meningkatkan risiko penyakit bagi gusi Anda, yang berarti kemungkinan Anda mengalami bau mulut tidak sedap semakin tinggi.

4. Penyakit tertentu

Beberapa jenis penyakit bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap. Salah satunya adalah penyakit gusi dan plak. Plak yang muncul pada gigi terbentuk saat air liur bercampur dengan sisa makanan dan bakteri. Plak akan menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan bau mulut. Penyakit gusi muncul ketika jaringan-jaringan yang mengelilingi gigi mengalami peradangan. Ciri-cirinya adalah warna gusi yang memerah atau jika gusi Anda sering berdarah.

Penyakit lain seperti sinusitis atau benjolan pada hidung juga bisa memicu bau mulut yang tak sedap. Khususnya pada anak-anak, bau tidak sedap ini muncul ketika mereka bernapas lewat hidung atau mulut.

Jenis kanker tertentu bisa menyebabkan bau mulut tak sedap, contohnya kanker mulut. Begitu juga dengan berbagai penyakit hati dan metabolisme, bronkitis, dan radang paru-paru. Penyakit-penyakit ini memproduksi zat-zat kimia yang memicu halitosis. Namun, kasus-kasus seperti ini jarang ditemui.

Apa yang bisa dilakukan agar mulut tetap segar dan tidak bau?

Untuk menjaga kesegaran dan kesehatan mulut, Anda harus rajin merawat kebersihan mulut. Menggosok gigi dengan bersih paling sedikit dua kali sehari dan flossing (kegiatan membersihkan sela-sela gigi dengan benang atau dental floss) perlu Anda lakukan setiap hari. Gosok gigi Anda selama tiga menit dan jangkau setiap area dalam mulut. Anda pun harus rajin mengganti sikat gigi, yaitu setiap tiga sampai empat bulan sekali. Jika dirasa perlu, Anda juga bisa menggunakan produk pencuci mulut antiseptik. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi Anda produk-produk apa yang cocok bagi Anda untuk menghindari bau mulut yang tak sedap.

Hindari zat-zat yang memproduksi aroma tidak sedap seperti rokok atau tembakau kunyah (chewing tobacco). Jika Anda mengonsumsi makanan seperti bawang dan durian, pastikan Anda minum banyak air sehingga produksi air liur dalam mulut Anda tidak terganggu. Dengan begitu, air liur pun akan membersihkan sendiri mulut Anda dari berbagai bau tidak sedap dan bakteri atau kuman yang menempel.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit