home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pilihan Makanan dan Minuman untuk Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

Pilihan Makanan dan Minuman untuk Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut bisa muncul karena makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Makanan dan minuman tertentu dapat memengaruhi napas selama beberapa jam, sehingga mulut berbau tak sedap dan mengganggu orang lain. Namun, ada sejumlah makanan penghilang bau mulut yang bisa jadi solusi masalah ini, lho. Ada apa saja, ya?

Daftar makanan dan minuman yang ampuh menghilangkan bau mulut

Bau mulut atau halitosis adalah kondisi napas tidak sedap yang umumnya terjadi akibat pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali dalam rongga mulut. Selain itu, beberapa makanan tertentu juga bisa meninggalkan aroma khas pada mulut setelah Anda menyantapnya.

Jika bau mulut tiba-tiba menyerang, ada beberapa makanan dan minuman yang bisa Anda konsumsi untuk menghilangkan dan mencegah bau mulut datang kembali.

1. Keju dan yogurt

Julie Linzel, ahli kebersihan gigi Stratford Dental Clinic, Charlottetown, Kanada seperti dikutip dari Best Health Magazine mengatakan, Anda bisa memakan sepotong keju setelah makan untuk mengusir aroma tak sedap.

Keju memiliki manfaat untuk menetralisir beberapa zat asam makanan yang dapat tertinggal pada gigi dan membuat mulut Anda bau. Linzel menambahkan, mengonsumsi yogurt tanpa gula juga bisa menjadi alternatif makanan penghilang bau mulut lainnya.

Sebuah studi oleh peneliti Jepang menemukan bahwa seseorang yang memakan yogurt dua kali sehari dapat membuat bau mulut berkurang. Hal ini karena yogurt bisa mengurangi kadar hidrogen sulfida, senyawa yang dapat menyebabkan bau mulut.

2. Air putih

minum air putih

Memastikan tubuh minum air putih secara teratur dapat membuat aroma napas Anda lebih segar. Hal ini karena air putih melembapkan mulut dan tenggorokan, serta membersihkan dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dan sisa-sisa makanan.

Minum air putih juga bisa meningkatkan produksi saliva yang bekerja konstan sebagai agen pembersih yang menghilangkan zat penyebab bau mulut. Selain itu, air liur juga memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda, lho.

3. Permen karet bebas gula

Permen karet merupakan jenis camilan yang bisa meningkatkan produksi air liur dalam rongga mulut Anda. Saat produksi liur meningkat, kondisi ini bisa menjaga mulut dan gigi Anda bersih dari bakteri sehingga terhindar dari bau mulut.

Journal of Breath Research menunjukkan semua jenis permen karet efektif sebagai makanan penghilang bau mulut, meski efektivitasnya bergantung komposisi tambahan di dalamnya. Tapi tak perlu khawatir, Anda tetap bisa memilih permen karet bebas gula dengan varian rasa mint untuk menutupi bau mulut yang tidak sedap.

4. Sumber vitamin C

Mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya kandungan vitamin C, seperti jeruk, mangga, pepaya, nanas, bayam, paprika merah, dan brokoli, bisa menjadi alternatif bagi Anda yang hendak menghilangkan bau mulut tak sedap.

Vitamin C membuat kondisi mulut Anda jadi tidak nyaman untuk pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, mencukupi kebutuhan vitamin C bisa mencegah berbagai gejala penyakit mulut, seperti gusi berdarah dan radang gusi (gingivitis).

Ketika Anda makan dalam kondisi utuh mentah, makanan penghilang bau mulut ini lebih ampuh melawan bakteri. Mengunyah makanan renyah akan menimbulkan sedikit abrasi, sehingga bisa melepas sisa-sisa makanan yang masih menempel atau bersembunyi pada sela-sela gigi.

5. Buah dan sayuran renyah

buah dan sayuran

Makanan yang lunak dan lengket, misalnya permen, akan mudah sekali terperangkap pada sela-sela gigi. Sisa-sisa makanan ini juga bisa meningkatkan pertumbuhan plak yang menyebabkan berbagai masalah rongga mulut, termasuk bau mulut tak sedap.

Mengunyah makanan buah dan sayuran yang renyah, seperti apel, wortel, seledri, dan mentimun yang juga kaya akan serat merupakan salah satu cara praktis menghilangkan bau mulut. Saat mengunyah, mulut Anda memproduksi lebih banyak air liur.

Buah-buahan dan sayuran tersebut juga memberikan gesekan pada gigi dan gusi untuk membantu mengurangi plak dan sisa-sisa makanan, yang mana cara kerjanya hampir sama seperti saat Anda menggosok gigi.

6. Teh hijau

Flavonoid merupakan antioksidan yang baik untuk tubuh dan biasanya terdapat dalam teh hijau. Minuman ini bisa menjadi penghilang bau mulut karena mampu menghilangkan senyawa sulfur dan menekan pertumbuhan bakteri.

Selain itu, sebuah studi dalam BMC Complementary and Alternative Medicine menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau dan senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Solobacterium moorei yang terkait dengan halitosis.

Maka tak heran, senyawa alami yang terkandung dalam teh hijau banyak dimanfaatkan dalam produk perawatan gigi dan mulut, seperti pasta gigi dan obat kumur.

Apa saja jenis makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari?

Mengonsumsi makanan tertentu juga bisa menjadi biang keladi dari munculnya bau mulut yang Anda rasakan. Nah, beberapa jenis makanan dan minuman penyebab bau mulut antara lain seperti berikut ini.

  • Bawang putih dan bawang bombay: Bawang merupakan daftar teratas makanan penyebab bau mulut atau halitosis. Kandungan senyawa sulfur dalam bawang putih dan bawang bombay masih tertinggal di dalam mulut akan diserap ke dalam aliran darah, lalu dikeluarkan kembali saat Anda bernapas.
  • Kopi dan alkohol: Minum kopi dan alkohol akan menciptakan kondisi lingkungan yang baik untuk pertumbuhan bakteri dalam mulut. Kedua minuman ini juga bisa membuat mulut kering dan mengurangi produksi liur, sehingga meninggalkan bau lebih lama.

Ada juga makanan lain, seperti petai, durian, produk susu, makanan mengandung daging, dan rempah-rempah tertentu yang bisa memicu bau mulut. Maka, penting untuk segera menyikat gigi atau berkumur dengan obat kumur setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut.

Tetapi, apabila bau mulut tak kunjung hilang mungkin kondisi ini terjadi akibat gangguan gigi dan mulut, bahkan kondisi medis yang lebih serius. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk menemukan penyebab dan metode perawatan untuk mengatasinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ward, E., & Martin, L. Bad Breath: Good and Bad Foods. WebMD. Retrieved 3 August 2017, from https://www.webmd.com/oral-health/features/bad-breath-good-and-bad-foods

5 foods that fight bad breath. Best Health Magazine Canada. (2016). Retrieved 3 August 2017, from https://www.besthealthmag.ca/article/five-foods-treatments-for-bad-breath/

Chan, A. (2013). 8 Foods To Eat For Fresh Breath. HuffPost UK. Retrieved 3 August 2017, from https://www.huffpost.com/entry/fresh-breath-foods-drinks-_n_2670154

Nutrition for Bad Breath. Glendale Community Collage. Retrieved 5 May 2021, from https://www.glendale.edu/home/showdocument?id=23931

Muniz, F. W., Friedrich, S. A., Silveira, C. F., & Rösing, C. K. (2017). The impact of chewing gum on halitosis parameters: a systematic review. Journal of breath research, 11(1), 014001. https://doi.org/10.1088/1752-7163/aa5cc2

Morin, M. P., Bedran, T. B., Fournier-Larente, J., Haas, B., Azelmat, J., & Grenier, D. (2015). Green tea extract and its major constituent epigallocatechin-3-gallate inhibit growth and halitosis-related properties of Solobacterium moorei. BMC complementary and alternative medicine, 15, 48. https://doi.org/10.1186/s12906-015-0557-z

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Perdana Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan