Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Kesehatan gigi yang buruk merupakan penyebab utama sebagian besar kasus halitosis alias bau mulut. Bukan hanya karena makanan, bau mulut juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain. Simak berbagai macam penyebab bau mulut yang dapat mengganggu seperti di bawah ini!

Penyebab bau mulut secara umum

Halitosis atau bau mulut disebabkan oleh bakteri-bakteri yang tumbuh dan berkembang biak dalam mulut. Akibatnya, saat membuka mulut atau membuang napas lewat mulut, keluarlah aroma yang tidak sedap.

Ada banyak hal yang bisa memicu atau memperparah bau mulut tak sedap. Berikut beberapa hal-hal umum yang menjadi penyebab terjadinya bau mulut.

1. Mulut kering

mulut kering

Bau mulut tak sedap yang disebabkan oleh mulut kering terjadi karena kurangnya produksi saliva dalam mulut. Saliva yang juga dikenal sebagai air liur mempunyai fungsi untuk membersihkan mulut secara alami.

Kurangnya produksi air liur juga lebih sering terjadi setelah Anda tidur. Pada siang hari, mulut Anda menghasilkan air liur dalam jumlah besar. Namun saat Anda tidur, produksi air liur menurun.

Jika mulut Anda kering, bakteri dan kuman pun akan bersarang dengan nyaman di dalam mulut. Bakteri dan kuman inilah yang menyebabkan bau tak sedap.

Mulut kering biasanya dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau jika Anda baru saja menjalani radioterapi di sekitar leher dan kepala.

2. Makanan, minuman, dan obat-obatan

Senyawa kimia yang terkandung dalam makanan, minuman, atau obat-obatan yang dikonsumsi bisa terserap oleh darah dan diembuskan keluar melalui paru-paru.

Itulah sebabnya napas akan berbau tidak sedap setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki aroma kuat seperti bawang, petai, dan durian.

Tidak hanya makanan, obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab terjadinya bau mulut. Ada beberapa jenis obat yang bisa menyebabkan bau mulut, di antaranya antihistamin, antipsikotik, dan obat diuretik.

Obat-obatan tersebut memiliki efek samping berupa mulut kering yang dapat memicu bau mulut. Meskipun Anda telah rajin menyikat gigi, risiko bau mulut akan tetap ada selama Anda masih mengonsumsi obat-obatan tersebut.

3. Merokok

Menurut sebuah studi lama yang dimuat dalam Hong Kong Medical Journal pada 2004, merokok merupakan penyebab bau mulut yang paling umum. Merokok dapat menurunkan produksi air liur dalam mulut sehingga mulut jadi terasa kering.

Perlu diingat ketika mulut semakin kering, akan ada semakin banyak bakteri yang tumbuh subur di dalam mulut.

Terlebih lagi, tembakau dari rokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Nah, kombinasi mulut kering dan penyakit gusi inilah yang jadi penyebab napas bau walau Anda sudah rajin menyikat gigi setiap hari.

4. Tidur dengan mulut terbuka dan mendengkur

Jika Anda mendengkur atau tidur dengan mulut terbuka dan bernapas melalui mulut, maka Anda cenderung memiliki napas yang bau di pagi hari daripada yang tidak.

Kedua situasi tersebut membuat mulut lebih rentan kering sehingga bakteri tumbuh lebih banyak. Ketika produksi air liur di mulut berkurang, kemampuan mulut dalam melawan bakteri penyebab napas bau pun ikut berkurang.

Kondisi kesehatan yang menjadi penyebab bau mulut

mengatasi bau mulut saat puasa

Walaupun penyebab utama terjadinya kondisi bau mulut adalah kebersihan gigi serta mulut yang tidak terjaga, Anda juga bisa mengalami bau mulut karena penyakit tertentu.

Berikut beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab napas bau.

1. Penyakit gusi

Selain gigi yang tidak terjaga kebersihannya, penyakit gusi seperti periodontitis dan gingivitis (radang gusi) dapat menjadi penyebab bau mulut.

Ini lantaran bakteri yang hidup di dalam mulut menghasilkan gas yang memicu munculnya bau tak sedap.

2. Kanker

Kanker dapat menimbulkan banyak komplikasi, salah satunya bau mulut. Ini lantaran kemoterapi dan terapi radiasi mengurangi produksi air liur sehingga mulut menjadi kering.

Tanpa aliran air liur yang cukup, bakteri yang tidak diinginkan dapat meningkatkan pelepasan gas sulfur yang dapat membuat bau napas lebih buruk.

3. Alergi

Alergi juga dapat menimbulkan bau mulut. Seringkali ketika memiliki alergi, Anda akan mengalami mulut kering.

Tak hanya itu, tanda alergi lainnya seperti hidung tersumbat pun dapat memengaruhi kondisi mulut Anda. Pasalnya, lendir dan ingus menyediakan lahan bagi kuman penyebab bau mulut untuk berkembang.

4. Diabetes

Pada pengidap diabetes, terjadi masalah dalam penggunaan glukosa sebagai sumber energi. Tubuh akhirnya harus mencari energi dari lemak, tapi hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang disebut ketoasidosis diabetik.

Proses penguraian lemak juga meninggalkan zat sisa yang disebut keton. Tubuh lalu akan mengeluarkan kelebihan keton lewat urine dan paru-paru.

Keluarnya keton dari paru-paru dapat menyebabkan napas berbau seperti aseton. Inilah mengapa banyak diabetesi mengalami bau mulut.

5. Penyakit liver

Pengidap penyakit liver juga dapat mengalami bau mulut yang oleh para ilmuwan disebut sebagai fetor hepaticus.

Penyebab bau mulut satu ini dapat mengindikasikan gangguan pada hati yang bahkan sering kali muncul sebelum gejala lainnya.

6. Gagal ginjal

Bau mulut dapat terjadi apabila Anda mempunyai penyakit gagal ginjal. Kemungkinannya, hal ini terjadi karena perubahan metabolisme menyebabkan mulut kering dan menurunkan fungsi indera pengecap.

Seluruh kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap halitosis karena air liur gagal membersihkan mulut. Sebagai akibatnya, timbullah bau mulut.


Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


7. Kandidiasis oral

Kasus lain yang dapat menyebabkan bau mulut yakni kandidiasis oral alias oral thrush. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans di mulut.

Meski dapat dialami oleh siapa saja, infeksi jamur pada mulut telah terbukti menjadi masalah umum bagi mereka yang memiliki tindikan di lidah, gigi palsu, dan kawat gigi.

8. Refluks asam lambung kronis

Pengidap GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) kerap mengalami halitosis. Ini karena naiknya asam dan bahan-bahan lain yang sebagian telah dicerna ke dalam esofagus dan rongga mulut dapat menimbulkan masalah bau mulut.

Tak jarang, penyakit asam lambung juga menyulitkan pasien dalam menjaga kebersihan rongga mulut.

9. Infeksi Helicobacter pylori

Infeksi H. pylori biasanya berkaitan dengan maag dan masalah saluran pencernaan lainnya. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi penyebab halitosis atau bau mulut.

Salah satu masalah yang berkaitan dengan infeksi H. pylori ialah bau mulut. Untungnya, setelah infeksi terobati, biasanya bau mulut akan ikut menghilang.

10. Sindrom Sjögren

penyebab penyakit auotoimun

Terkadang, mulut kering disebabkan oleh gangguan autoimun. Satu kondisi autoimun yang dikenal sebagai sindrom Sjögren terjadi ketika tubuh menyerang dan menghambat kelenjar air liur dalam menjalankan fungsinya.

Gangguan ini tidak hanya membuat mulut menjadi kering, tetapi juga dapat menjadi penyebab napas bau serta masalah lainnya yang berkaitan.

11. Infeksi mulut, hidung, atau tenggorokan

Bau mulut yang tak kunjung hilang juga bisa disebabkan oleh infeksi yang berasal dari mulut, hidung, atau tenggorokan.

Orang yang mengalami sinusitis, post-nasal drip, atau sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri (strep throat) cenderung mengalami masalah bau mulut tak sedap.

Infeksi tersebut kebanyakan disebabkan oleh bakteri. Bakteri memakan lendir yang diproduksi oleh tubuh, padahal lendir ini semestinya digunakan untuk melawan infeksi. Akibatnya, timbul aroma tak sedap dari mulut.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik sangat penting untuk mengurangi bau mulut. Jadi, pastikan Anda menjadwalkan kunjungan ke dokter gigi secara teratur untuk pembersihan dan pemeriksaan gigi.

Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride juga dapat membantu mencegah dan mengatasi bau mulut. Jangan lupa untuk rutin membersihkan lidah dengan cara yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Halitosis? (2020). American Dental Association. Retrieved May 9, 2022, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/h/halitosis

Bad breath – Symptoms and causes. (2020). Mayo Clinic. Retrieved May 9, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bad-breath/symptoms-causes/syc-20350922

Pham, T. A., Ueno, M., Shinada, K., & Kawaguchi, Y. (2012). Factors affecting oral malodor in periodontitis and gingivitis patientsJournal of investigative and clinical dentistry3(4), 284–290. Retrieved May 9, 2022.

Marsicano, J. A., de Moura-Grec, P. G., Bonato, R. C., Sales-Peres, M., Sales-Peres, A., & Sales-Peres, S. H. (2013). Gastroesophageal reflux, dental erosion, and halitosis in epidemiological surveys: a systematic reviewEuropean journal of gastroenterology & hepatology25(2), 135–141. Retrieved May 9, 2022.

Halitosis. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved May 9, 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/halitosis-bad-breath

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui May 24
Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya