Mengenal Berbagai Jenis Tambalan Gigi dan Cara Merawatnya

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain cabut gigi, pasti Anda tidak asing lagi dengan istilah tambal gigi. Tambal gigi sering digambarkan ketika gigi yang rusak atau berlubang diperbaiki dengan bahan khusus untuk menutup lubang pada gigi. Ada banyak hal yang harus Anda tahu tentang tambal gigi. Mari simak penjelasannya di sini.  

Kondisi gigi yang seperti apa yang harus ditambal?

Ada berapa kondisi gigi yang perlu ditambal, yaitu:

  • Gigi berlubang
  • Gigi patah
  • Mengalami kerusakan jaringan keras gigi seperti atrisi dan abfraksi
  • Gigi menjalani perawatan saluran akar
  • Pada orang dengan risiko gigi berlubang yang besar, penambalan dianjurkan untuk menutupi ceruk gigi di gigi geraham (pit fissure sealant)

Bahaya membiarkan gigi bolong atau rusak tidak ditambal

Lubang di gigi bersifat irreversibel atau tidak bisa kembali lagi bentuknya seperti gigi semula. Jika tidak ditambal, kerusakan gigi akan bertambah parah dan semakin luas, bahkan lubangnya bisa bertambah dalam.

Apabila lubang mencapai saraf gigi, ini akan menimbulkan rasa sakit. Tak jarang, kalau sudah begini, kerusakan gigi tidak bisa lagi ditangani dengan cara tambal gigi biasa. Anda harus melakukan perawatan saraf gigi atau nama lainnya perawatan saluran akar.

Perawatan ini membutuhkan waktu sekitar 3 kali kunjungan. Selain lebih lama, biaya perawatan saraf ini lebih mahal dibandingkan perawatan tambalan. Jika didiamkan lebih lama lagi, kerusakan gigi bisa sangat luas sehingga gigi tidak bisa dipertahankan lagi dan akhirnya harus dicabut.

Ada beberapa jenis tambal gigi?

1.  Tambalan langsung

Tambalan langsung dibagi menjadi beberapa jenis lagi:

Amalgam

Amalgam adalah tambalan berwarna silver (abu-abu) yang sering digunakan jaman dahulu. Tambalan ini dikenal kuat dan tahan lama, biasanya digunakan di gigi belakang karena warnanya yang kurang estetik.

Namun, sesuai dengan peraturan Kementerian Kesehatan RI mulai tahun 2019 ini amalgam tidak boleh digunakan lagi karena mengandung merkuri yang dapat membahayakan tubuh.

Resin komposit

Resin komposit adalah bahan tambal gigi yang biasanya mengeras dengan cara disinar. Jenis ini  juga disebut dengan tambal sinar atau tambal laser. Keuntungan tambalan ini adalah bersifat estetik, yaitu warnanya bisa bermacam-macam sehingga bisa disesuaikan dengan warna asli gigi sehingga sering digunakan untuk tambal gigi depan. Resin komposit juga cukup kuat dan mudah dibentuk.

Glass ionomer cement (GIC) / semen ionomer kaca

Glass ionomer cement (GIC) atau semen ionomer kaca ini merupakan tambalan langsung berwarna putih dan memiliki keuntungan dapat melepaskan fluoride ke dalam gigi sehingga dapat mencegah gigi berlubang kembali.

Walaupun berwarna putih, tambalan GIC ini tidak bisa menampilkan warna yang terlalu sama dengan gigi. Kekurangannya tambalan ini lebih tidak tahan lama dibanding 2 jenis tambalan di atas sebelumnya

Tambal gigi langsung biasanya dilakukan untuk kerusakan gigi yang belum terlalu besar. Tambalan gigi langsung ini juga bersifat permanen. Namun, tambalan permanen ini tidak selamanya bertahan dalam mulut. Menurut penelitian, rata-rata ketahanan tambalan amalgam adalah 20 tahun, resin komposit 10 tahun, dan GIC kurang lebih 5 tahun.

2. Tambalan tidak langsung

Tambalan jenis ini tidak bisa langsung jadi karena akan dibuat di laboratorium. Biasanya dilakukan untuk gigi yang kerusakannya sudah luas sehingga tidak kuat jika ditambal langsung.

Tambalan tidak langsung ini bisa menutupi seluruh atau hanya sebagian permukaan gigi. Bahan yang digunakan biasanya logam, porselen, atau kombinasi keduanya. Jenis dan bahan yang tepat akan berbeda tergantung kasus dan harus dikonsultasikan dengan dokter gigi.

Sehabis tambal gigi, adakah pantangan yg harus dihindari?

Pastinya ada, berikut beberapa hal yang harus Anda hindari:

  • Hindari menggigit terlalu keras dan menggigit makan lengket kurang lebih 2 hari setelah gigi ditambal
  • Hindari memainkan tambalan dengan lidah atau dicungkil dengan tusuk gigi
  • Untuk tambalan jenis GIC, hindari makan dan berkumur minimal 1 jam setelah penambalan. Biasanya dokter akan memperingati hal ini, dan keesokan harinya, dokter gigi akan melakukan pemolesan pada gigi Anda yang ditambal.
  • Apabila tidak nyaman, mengganjal, sakit, segera kembali ke dokter gigi.

Bagaimana cara merawat tambalan gigi agar

  • Sikat gigi 2 kali sehari pagi dan sebelum tidur
  • Hindari menyikat gigi terlalu keras
  • Jaga kebersihan mulut agar tidak terbentuk lubang baru

Segera ke dokter gigi apabila Anda memiliki kondisi tambal gigi berikut ini:

  • Berubah warna
  • Jumlah tambalan berkurang
  • Patah
  • Mulai suka terselip makanan
  • Mulai timbul rasa ngilu saat makan atau minum yang dingin, panas, atau biasa saja

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli drg. Melia

Gigi Patah, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Gigi patah bisa terjadi dan disebabkan oleh banyak hal tak terduga. Saat gigi patah, jangan sepelekan dan cepat pergi ke dokter gigi!

Ditulis oleh: drg. Melia
gigi patah
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit