Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali Penyebab Bau Mulut pada Penderita Diabetes dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Bau Mulut pada Penderita Diabetes dan Cara Mengatasinya

Bau mulut dapat menunjukkan gangguan kesehatan tertentu. Namun ternyata, penyebab utamanya bisa saja tidak berasal dari mulut atau gigi, lho! Ya, seperti pada penyakit diabetes, tingginya kadar gula darah akan mengganggu metabolisme dan fungsi berbagai organ, termasuk mulut. Hal ini berdampak pada munculnya gejala bau mulut pada penderita diabetes (diabetesi).

Ketahui bagaimana penyakit kencing manis bisa menimbulkan bau mulut dan cara mengatasinya pada ulasan berikut, yuk!

Penyebab bau mulut pada penderita diabetes

Meskipun bau mulut (halitosis) tidak selalu disebabkan oleh diabetes melitus, kondisi ini bisa mengindikasikan kadar gula darah yang tinggi.

Pasalnya, gejala bau mulut banyak ditemukan pada pasien yang mengalami prediabetes atau diabetesi yang terkena komplikasi ketoasidosis diabetik.

Berikut ini adalah kondisi yang menyebabkan penderita diabetes mengalami bau mulut.

1. Peningkatan keton

Bau keton

Jika bau mulut pada penderita diabetes tercium seperti bau asam aseton (jenis alkohol pembersih) atau bau mirip buah-buahan, hal ini bisa menandakan tingginya kadar keton dalam darah.

Tubuh pasien diabetes tidak bisa menghasilkan hormon insulin secara optimal (diabetes tipe 1) atau tidak mampu menggunakan hormon ini secara efektif (diabetes tipe 2).

Hormon insulin sendiri membantu proses penyerapan glukosa dalam darah untuk diolah menjadi energi.

Saat tubuh tidak dapat memperoleh energi melalui glukosa, tubuh akan menghasilkan energi melalui pembakaran lemak.

Keton adalah asam yang diproduksi dari hasil pemecahan lemak menjadi energi ini.

Berdasarkan penjelasan American Diabetes Association, penyakit diabetes menyebabkan pembakaran lemak lebih sering terjadi sehingga meningkatkan kadar keton di dalam darah.

Kadar keton yang tinggi akan menimbulkan bau mulut pada penderita diabetes. Bau mulut yang disebabkan oleh peningkatan keton perlu Anda waspadai.

Pasalnya, dalam kadar berlebih, keton bisa menjadi racun untuk tubuh sehingga berisiko mengarah pada komplikasi ketoasidosis diabetik.

2. Penyakit periodontal

sakit gusi

Diabetes bisa merusak fungsi pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah ke beberapa organ, termasuk gusi dan mulut.

Menurut American Academy of Periodontology, hal inilah yang membuat pasien diabetes lebih rentan mengalami gangguan gusi dan mulut.

Penurunan suplai darah akan menyebabkan gusi dan gigi kekurangan nutrisi.

Akibatnya, jaringan di dalam mulut tidak cukup kuat untuk melawan infeksi, terutama dari bakteri yang tinggal di dalam mulut.

Selain itu, diabetes bisa meningkatkan kadar glukosa pada air liur di dalam mulut sehingga menyebabkan mulut menjadi ekosistem yang kondusif untuk bakteri berkembang biak.

Infeksi bakteri di dalam mulut ini selanjutnya menyebabkan peradangan pada jaringan gigi dan tulang di sekitarnya.

Gangguan ini disebut juga dengan penyakit periodontal (penyakit gusi), seperti periodontitis dan gingivitis.

Penyakit periodontal pada penderita diabetes menunjukkan gejala seperti gusi bengkak, gusi berdarah, gigi sensitif, dan bau mulut.

Diabetes juga membuat penyakit ini lebih sulit sembuh sehingga gejala bau mulut pada penderita bisa berlangsung lama.

Peradangan pada gusi ini pun bisa mengganggu metabolisme tubuh karena menyulitkan pasien ketika mengunyah dan menelan makanan.

Pada akhirnya, hal ini akan menghambat pasien mengontrol gula darah sehingga memperparah kondisi diabetesnya.

Mengatasi bau mulut pada penderita diabetes

Mengatasi bau mulut akibat diabetes

Gejala diabetes, seperti bau mulut, bisa sangat mengganggu dan mengurangi kenyamanan saat berkomunikasi dengan orang lain.

Untungnya, bau mulut pada penderita diabetes dapat diatasi dengan langkah sederhana.

Kuncinya adalah menjaga mulut dan gigi bersih dari plak serta menjalani pola hidup sehat yang mengutamakan pengendalian gula darah.

Di bawah ini adalah beberapa cara untuk menghilangkan bau mulut pada penderita diabetes.

  • Sikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif.
  • Setelah menyikat gigi, bersihkan juga sela-sela gigi menggunakan benang dental floss untuk mengangkat plak yang menempel.
  • Bersihkan lidah menggunakan sikat khusus secara berkala.
  • Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan mulut.
  • Periksakan kesehatan gigi, gusi, dan mulut ke dokter gigi secara rutin. Pastikan Anda menginformasikan bahwa Anda mengidap diabetes sehingga bisa mendapatkan perawatan secara khusus.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman tinggi gula untuk menurunkan kadar glukosa dalam air liur.
  • Hindari konsumsi rokok dan alkohol.

Selain mengikuti langkah di atas, pastikan juga Anda menjaga kadar gula darah terkendali dengan menerapkan diet sehat diabetes, rutin berolahraga, dan menjalani pengobatan diabetes.

Diabetes bisa menyebabkan bau mulut yang berkaitan dengan penyakit gusi dan peningkatan keton. Oleh karena itu, penting bagi diabetesi untuk menjaga kesehatan mulut dan mengontrol kadar gula darah.

Jika gejala bau mulut semakin parah, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Alasannya karena kondisi ini bisa mengarah pada komplikasi diabetes yang berbahaya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Westerberg, D. (2013). Diabetic Ketoacidosis: Evaluation and Treatment. American Family Physician, 87(5), 337-346. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2013/0301/p337.html

Daniel, R., Gokulanathan, S., Shanmugasundaram, N., Lakshmigandhan, M., & Kavin, T. (2012). Diabetes and periodontal disease. Journal of pharmacy & bioallied sciences4(Suppl 2), S280–S282. https://doi.org/10.4103/0975-7406.100251

Preshaw, P. M., Alba, A. L., Herrera, D., Jepsen, S., Konstantinidis, A., Makrilakis, K., & Taylor, R. (2012). Periodontitis and diabetes: a two-way relationship. Diabetologia55(1), 21–31. https://doi.org/10.1007/s00125-011-2342-y

ADA. (2021). DKA (Ketoacidosis) & Ketones. Retrieved 31 May 2021, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/dka-ketoacidosis-ketones

American Academy of Periodontology. (2021). Diabetes and Periodontal Disease | Perio.org. Retrieved 31 May 2021, from https://www.perio.org/consumer/gum-disease-and-diabetes.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 09/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.