Panduan Melakukan Flossing Gigi yang Baik dan Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Flossing atau membersihkan gigi dengan benang sama pentingnya dengan menyikat gigi. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara flossing yang benar. Alih-alih menghilangkan plak yang tersangkut di sela-sela gigi, cara flossing yang salah justru menyebabkan masalah. Lantas, bagaimana caranya membersihkan gigi dengan benang? Simak panduannya di bawah ini.

Kenapa penting membersihkan gigi dengan benang?

Menyikat gigi adalah ritual yang wajib dilakukan setiap hari. Bila Anda tidak rajin menyikat gigi, sisa makanan dan plak akan terus menumpuk di  gigi. Semakin banyak plak maka semakin tinggi pula risiko Anda mengalami berbagai masalah gigi, salah satunya karies atau gigi berlubang.

Namun, menyikat gigi dua kali sehari ternyata belum cukup untuk membuat gigi Anda benar-benar bersih. Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan gigi dengan benang gigi, alias flossing.

Flossing dapat menghilangkan plak dan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi, yang lebih sulit dijangkau dengan sikat biasa. Padahal, sebagian besar kerusakan gigi sering dimulai di bagian tersebut.

Itu sebabnya penting bagi Anda untuk menggunakan benang gigi untuk membersihkan mulut setelah menyikat gigi.

Persiapan sebelum flossing gigi

Agar hasilnya maksimal, Anda perlu melakukan persiapan sebelum flossing.

Hal pertama yang harus disiapkan adalah benang gigi. Penting dipahami bahwa benang yang digunakan untuk membersihkan gigi berbeda dengan benang jahit. Anda bisa membeli benang gigi atau dental floss di apotek, toko obat, atau pasar swalayan.

Di rak toko, Anda mungkin akan melihat benang gigi dengan beragam merek, warna, dan bentuk kemasan. Pastikan Anda memilih jenis benang gigi yang berkualitas baik.

Secara umum, ada dua jenis benang yang biasa digunakan untuk membersihkan gigi. Meliputi nilon multifilamen) dan PTFE (monofilame). Kedua jenis benang ini pada dasarnya sama-sama memiliki kualitas yang baik.

Namun, benang yang berbahan monofilame lebih banyak digunakan karena lebih licin. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk menggerakan benang di antara sela-sela gigi.

Cara flossing gigi yang benar

Flossing gigi tak boleh dilakukan secara asal. Anda harus pahami bentul cara yang benar.

Nah, supaya gigi Anda bersih bebas dari noda dan sisa makanan, simak baik-baik cara flossing gigi yang benar berikut ini.

Langkah 1

Ambil benang gigi sekitar 45 cm lalu lalu lilitkan benang di pada kedua jari tengah Anda.

Langkah 2

Pegang erat sisa benang gigi dengan ibu jari dan telunjuk.

Langkah 3

Dengan lembut, masukkan benang gigi di sela-sela gigi. Sebaiknya lakukan flossing gigi di depan cermin. Dengan begitu Anda dapat melihat kemana tepatnya benang gigi dimasukkan.

Langkah 4

Anda bisa memulai dari bagian gigi depan atau bagian belakang. Selanjutnya gerakkan benang naik turun secara perlahan. Menggerakkan benang terlalu keras justru hanya akan membuat gusi Anda luka dan berdarah.

Langkah 5

Saat menyentuh bagian dekat dengan gusi, lingkari benang ke sisi samping gigi, membentuk huruf “C”. Gesek benang secara perlahan dengan gerakan naik-turun. Ulangi cara ini pada sela-sela gigi yang lain.

Apabila semua bagian gigi telah selesai dibersihkan, langsung kumur-kumur untuk membilas gigi. Selanjutnya, buang benang pada tempat sampah. Benang yang sudah pernah dipakai tidak akan efektif untuk membersihkan sela-sela gigi Anda.

Di samping itu, menggunakan benang gigi bekas justru malah membuat bakteri berkembang biak semakin banyak di mulut.

Yang perlu dilakukan setelah flossing gigi

American Dental Association mengatakan flossing sebelum maupun sesudah menyikat gigi sebenarnya sama baiknya. Jadi, tak perlu pusing memikirkan kapan waktu terbaik untuk melakukan flossing.

Yang penting adalah Anda membersihkan sela-sela gigi dengan baik setiap hari. Bila Anda tak punya waktu flossing di pagi hari, bersihkan gigi Anda saat malam hari sebelum tidur.

Ingat, fungsi utama flossing adalah membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi. Jadi, pastikan Anda juga rajin menyikat gigi setiap hari, ya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Orang tua lebih rentan mengalami gigi ompong. Lantas, pada usia berapa gigi lansia akan mulai ompong dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Cara Merapikan Gigi yang Bisa Anda Coba di Dokter

Punya gigi berantakan bisa bikin minder. Selain behel, berikut beberapa cara lain untuk merapikan gigi yang bisa kamu coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berkumur dengan air garam

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit