Ketoasidosis Diabetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang ditandai dengan tingginya kadar keton di dalam tubuh. Keton adalah asam yang dihasilkan ketika tubuh mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi, bukannya karbohidrat (atau glukosa). 

Ketoasidosis diabetik muncul jika Anda tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk membuat sel tubuh menyerap glukosa (sumber energi utama). 

Jika tidak ditangani, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma diabetes hingga kematian.

Seberapa umum kondisi ini?

Ketoasidosis diabetik lebih umum menyerang orang dengan diabetes tipe 1. Terutama, jika pengobatan dengan insulin tidak dilakukan dengan baik.

Meski begitu, orang dengan diabetes tipe 2 juga mungkin saja mengalami komplikasi yang satu ini ketika sedang sakit dan tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup.

Kondisi ini juga kadang terjadi pada orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki diabetes. Halaman U.S. National Libary of Medicine menjelaskan bahwa ketoasidosis sering dialami penderita diabetes tipe 1 yang belum mengetahui bahwa ia memiliki diabetes.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik?

Tanda dan gejala ketoasidosis biasanya berkembang dengan cepat, terkadang hanya dalam 24 jam. Tanda dan gejala ini bisa jadi merupakan indikasi gejala awal diabetes tipe 1. Anda akan merasakan beberapa hal di bawah ini:

  • Sering buang air kecil
  • Merasa sangat kehausan atau sering minum
  • Mata berkunang-kunang
  • Penurunan kesadaran (pingsan)
  • Merasa mual dan lelah
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Peningkatan kadar gula darah dan/atau keton dari hasil pemeriksaan mandiri

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Cek kadar gula darah dan keton Anda

Apabila memiliki diabetes tipe 1, Anda disarankan untuk memiliki tes urine keton rumahan. Anda dapat membelinya di apotek atau secara online. 

Cek kadar gula darah segera jika Anda merasakan gejala komplikasi diabetes ini. Menurut American Diabetes Association, Anda perlu segera melakukan tes urine untuk memeriksa kadar keton ketika hasil tes gula darah Anda menunjukkan nilai 240 mg/dL.

Anda bisa melakukan tes keton ini secara mandiri di rumah. Hasil di atas 2+ menunjukkan Anda punya kemungkinan mengalami ketoasidosis diabetik. 

Berikut adalah cara membaca hasil pemeriksaan keton lewat tes darah, sebagai langkah antisipasi kemungkinan ketoasidosis diabetes:

  • Normal: kurang dari 0,6 mmol/L.
  • Risiko rendah: 0,6 mmol/L-1,5 mmol/L. Anda dianjurkan melakukan pemeriksaan ulang beberapa jam setelahnya.
  • Risiko tinggi: 1,6 mmol/L-2,9 mmol/L. Segera hubungi dokter dalam kondisi ini. 
  • Risiko sangat tinggi: lebih dari 3 mmol/L. Anda membutuhkan penangan segera. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda merasa sakit, stres, atau pernah mengalami penyakit atau cedera baru-baru ini, Anda dapat memeriksa kadar gula darah Anda dengan alat tes keton urin yang dijual bebas.
  • Muntah dan tidak dapat makanan ataupun minum.
  • Kadar gula darah lebih tinggi dari normal dan pengobatan tak bekerja.
  • Kadar keton pada urine berada di tahap menengah atau tinggi.

Segera hubungi Unit Gawat Darurat (UGD) jika:

  • Kadar gula darah Anda secara terus-menerus di atas 300 mg/dL atau 16,7 mmol/L.
  • Terdapat keton pada urine dan tidak dapat mencapai kadar yang disarankan.
  • Anda memiliki lebih dari 1 gejala ketoasidosis diabetik, seperti kebingungan (linglung), kehausan, sering buang air kecil, mual dan muntah, sakit perut, sesak napas, dan bau mulut.

Penyebab

Apa penyebab ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik terjadi karena tubuh menghasilkan banyak keton akibat pembakaran lemak untuk mendaparkan energi. Umumnya, tubuh akan mengubah glukosa menjadi energi.

Namun, karena kurangnya hormon insulin, penyerapan glukosa ke dalam sel tubuh menjadi terganggu sehingga tubuh kekurangan glukosa dan mulai membakar lemak.  

Jika proses tersebut berlangsung, keton bisa bertambah di darah Anda. Kelebihan itu akan mengubah keseimbangan zat kimia darah dan mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Buruknya, kelebihan asam darah juga dapat meracuni tubuh.

Secara umum, penyebab ketoasidosis diabetik adalah:

  • Penyakit atau infeksi dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon lainnya, seperti adrenalin atau kortisol, memengaruhi kerja insulin dan menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Efek dari terapi insulin dapat menurunkan kadar insulin pada tubuh, menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Gangguan fisik atau mental
  • Serangan jantung
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan beberapa diuretik.

Apa yang membuat saya berisiko kena kondisi ini?

Terdapat beberapa faktor risiko yang berpotensi menyebabkan ketoasidosis diabetik, yaitu: 

  • Anda memiliki diabetes tipe 1
    Orang dengan diabetes tipe satu punya risiko mengalami ketoasidosis diabetes karena tubuhnya tidak memproduksi insulin. Kadar keton juga bisa meningkat ketika Anda melewati makan, sakit atau stres, atau ketika Anda mengalami efek samping terapi insulin.
  • Usia

Ketoasidosis juga bisa terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2, meskipun kasusnya lebih jarang. Beberapa faktor yang membuat orang dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi ini adalah:

  • Berusia kurang dari 19 tahun
  • Mengalami berbagai bentuk trauma, baik emosional maupun fisik
  • Stres
  • Mengalami demam tinggi
  • Pernah serangan jantung atau stroke
  • Merokok
  • Ketergantungan alkohol atau obat-obatan terlarang

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis ketoasidosis diabetik?

Jika menduga Anda kena ketoasidosis diabetik, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes darah. Dalam kasus tertentu, tes tambahan juga akan dilakukan untuk menentukan pemicu kondisi tersebut. 

1. Tes darah

Tes darah yang dilakukan untuk melakukan diagnosis ketoasidosis diabetik biasanya akan menunjukkan:

  • Kadar gula darah
  • Kadar keton
  • Keasaman darah

2. Tes tambahan

Dokter Anda akan melakukan beberapa tes tambahan untuk melihat kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang mempengaruhi kondisi ketoasidosis diabetik dan mengecek komplikasi. Pemeriksaan itu mungkin termasuk: 

  • Tes elektrolit darah
  •  Urinalisis
  • X-ray dada
  • Rekaman aktivitas elektrik di jantung (elektrokardiogram)

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat muncul ketoasidosis diabetik?

Komplikasi yang mungkin menyerang pasien ketoasidosis diabetik adalah:

  • Kekurangan gula darah (hipoglikemia)
    Insulin memungkinkan gula untuk masuk ke sel Anda hingga menyebabkan kadar gula Anda turun. Jika kadar gula darah Anda turun terlalu cepat, Anda bisa kekurangan gula darah.
  • Kekurangan kalium (hipokalemia)
    Asupan cairan dan insulin biasanya digunakan untuk mengatasi ketoasidosis diabetik. Namun, ini juga bisa menyebabkan penurunan kalium. Jika kadar kalium menurun, aktivitas jantung, otot, dan saraf Anda akan terganggu.
  • Pembengkakan di dalam otak
    Mengatur kadar gula darah Anda terlalu cepat bisa menyebabkan bengkak di dalam otak Anda. Komplikasi biasanya muncul pada anak-anak, khususnya mereka yang baru didiagnosis dengan diabetes. Jika tidak ditangani dengan cepat, ketoasidosis dapat menyebabkan koma diabetes atau bahkan kematian.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi ketoasidosis diabetik?

Pengobatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya melibatkan pendekatan kombinasi untuk menormalkan kadar gula darah sekaligus terapi insulin.

Jika Anda mengalami ketoasidosis, tapi belum pernah didiagnosis diabetes, dokter Anda akan membuat rencana pengobatan agar kondisi ini tidak berulang.

Infeksi juga bisa meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi yang Anda alami adalah akibat infeksi bakteri, dokter juga akan memberikan antibiotik. 

Secara umum, beberapa pengobatan ketoasidosis diabetik, antara lain:

1. Penggantian cairan

Anda akan mendapatkan cairan, baik dari mulut maupun melalui pembuluh vena (infus), hingga dehidrasi Anda hilang. Cairan tersebut akan menggantikan cairan yang hilang melalui buang air kecil yang berlebihan dan membantu mengeluarkan keton dari darah Anda. 

2. Penggantian elektrolit

Elektrolit adalah mineral di dalam darah Anda yang membawa muatan elektrik, seperti natrium, kalium, dan klorida. Ketiadaan insulin bisa menurunkan kadar beberapa elektrolit dalam darah.

Penggantian elektrolit bisa dilakukan melalui pembuluh vena agar jantung, otot, dan saraf Anda berfungsi normal. 

3. Terapi insulin

Selain cairan dan elektrolit, Anda akan menerima terapi insulin, biasanya melalui pembuluh vena. Ketika kadar gula darah sudah berada pada 200 mg/dL (11,1 mmol/L) dan darah tak lagi asam, Anda mungkin bisa menghentikan terapi insulin intravena. Setelahnya, Anda dapat melanjutkan terapi suntik insulin biasa.

Pencegahan

Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik?

Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik dan komplikasi diabetes lainnya, yaitu: 

  • Menjalani diet seimbang untuk diabetes dengan mengonsumsi makanan rendah gula dan memiliki indeks glikemik rendah.
  • Memantau kadar gula darah dengan melakukan cek gula darah setidaknya tiga sampai empat kali sehari. Lakukan lebih sering saat Anda sakit atau stres. 
  • Menjalani rencana pengobatan diabetes baik terapi insulin ataupun konsumsi obat-obatan diabetes untuk menurunkan gula darah sesuai dengan anjuran dari dokter.
  • Jika Anda sakit atau stres, periksa urine Anda dari kelebihan keton. Jika kadar keton Anda sedang hingga tinggi, hubungi dokter Anda untuk perawatan darurat.
  • Saat mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala keton, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) ketika gejala yang dialami cukup parah.

Komplikasi diabetes ini memang kondisi yang serius dan berbahaya, tapi bisa dicegah. Beri tahu dokter jika perawatan diabetes yang dilakukan tidak bekerja baik atau Anda menemukan masalah. Dokter akan menyesuaikan pengobatan sehingga dapat mengontrol gula darah tanpa meningkatkan risiko komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit