Tes Skrining Apa Saja yang Wajib Dilakukan Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua orang pasti tahu pepatah yang mengatakan, “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Nah, skrining kesehatan adalah salah satu upaya pencegahan penyakit. Tujuannya yaitu mendeteksi penyakit sedini mungkin agar Anda bisa mengendalikan penyakitnya. Skrining untuk wanita termasuk pemeriksaan fisik, tes kesehatan, tes laboratorium, atau pemeriksaan radiologis.

Seberapa penting sih, melakukan skrining untuk wanita? Skrining apa saja yang perlu dilakukan wanita? Berikut ulasan lengkapnya.

Mengapa skrining kesehatan penting dilakukan wanita?

Skrining kesehatan dapat membantu para wanita untuk:

  • Mendeteksi penyakit lebih cepat. Semakin cepat Anda menemukan penyakit, maka akan semakin mudah penyakit untuk ditangani. Karenanya, peluang kesembuhan makin besar.
  • Mempelajari faktor risiko penyakit. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya adalah kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau obesitas yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes atau kanker. Dengan mengetahui faktor risiko, Anda akan termotivasi untuk melakukan perubahan gaya hidup yang bisa mencegah penyakit yang mungkin ditimbulkannya.
  • Memantau kesehatan Anda. Dengan melihat riwayat hasil skrining, Anda bisa melihat kondisi kesehatan Anda dari waktu ke waktu.

Berikut adalah beberapa skrining untuk wanita:

Karena tubuh setiap wanita itu berbeda-beda, Anda mungkin saja mengidap penyakit tertentu yang belum terdeteksi karena tidak memunculkan gejala apa pun. Atau Anda punya banyak keluhan kesehatan tanpa sebab yang jelas? Itulah mengapa Anda sebaiknya melakukan berbagai skrining untuk wanita berikut ini.

Medical Check Up

Medical check up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang biasanya dilakukan rutin setiap enam bulan. MCU bisa meliputi pengecekan tekanan darah, kolestrol, berat badan, dan gula darah yang membantu Anda mendeteksi faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit jantung, diabetes, obesitas, stroke, atau lainnya.

MCU bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti klinik, puskesmas, atau rumah sakit. Sebaiknya buat jadwal dulu sebelum melakukan MCU.

Kanker payudara

Untuk deteksi dini kanker payudara, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan mamografi, yaitu proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dosis rendah.

Untuk Anda yang berusia 20 atau 30 tahun, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara setiap satu sampai tiga tahun. Untuk Anda yang berusia 40 keatas, Anda perlu melakukannya setiap tahun karena risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.

Namun, jika keluarga Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk memiliki kanker payudara, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara lebih sering.

Kanker serviks

Pap smear bisa membantu Anda menemukan sel yang tidak normal pada serviks. Sel yang tidak normal tersebut dapat diangkat sebelum berubah menjadi sel kanker.

Anda sudah bisa mendapatkan pap smear pertama saat Anda berusia 21 tahun (atau sesudah menikah) dan dilakukan rutin setiap tiga tahun. Jika Anda berumur 30 tahun atau lebih, Anda bisa melakukan skrining kanker serviks bersama dengan tes HPV setidaknya setiap lima tahun sekali.

Penyakit kelamin

Jika Anda sudah menikah atau telah aktif secara seksual, Anda juga memerlukan tes penyakit kelamin secara rutin, yaitu setiap tahun. Skrining yang diperlukan antara lain untuk mendeteksi klamidia, gonore, atau HIV/AIDS.

Osteoporosis dan tulang patah

Penyakit ini bisa dideteksi dengan sinar-X khusus yang disebut dengan dual energy X-ray absorptiometry (DXA) untuk mengukur kekuatan tulang dan mendeteksi osteoporosis sebelum terjadi.

Skrining untuk wanita ini sangat penting, terutama bagi Anda yang berusia 65 tahun ke atas. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko osteoporosis, Anda mungkin perlu memulai pemeriksaan lebih cepat.

Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Deteksi HIV/AIDS dapat dilakukan dengan tes ELISA atau IFA. Tes akan dilakukan dua kali jika hasil pemeriksaan pertama positif atau jika Anda memiliki perilaku berisiko tinggi, namun mendapatkan hasil negatif. Jika hasil negatif, Anda dianjurkan tetap melakukan pencegahan HIV. Jika hasil positif, Anda akan mendapatkan pengobatan ARV.

Ingat, semakin cepat HIV terdeteksi, maka akan semakin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.

Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata di mana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi sehingga bisa merusak saraf optik dan menyebabkan kebutaan.

Untuk deteksi dini, Anda bisa melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata. Orang tanpa faktor risiko atau gejala penyakit mata bisa melakukan pemeriksaan mata dasar, termasuk tes glaukoma, pada usia 40 tahun. Namun jika Anda memiliki faktor risiko, Anda perlu segera melakukan pemeriksaan mata untuk deteksi dini.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit