Informasi Lengkap tentang SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada ukuran, tekstur, serta bentuk payudara. Pemeriksaan ini juga bisa membantu deteksi dini kanker payudara, sehingga mengurangi risiko keparahannya. Lalu, bagaimana SADARI dilakukan? Adakah tes lainnya untuk mendeteksi dini kanker payudara?

Mengapa wanita perlu melakukan SADARI?

SADARI adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan mata dan tangan Anda sendiri, untuk menemukan apakah terdapat perubahan pada tampilan payudara Anda. Pemeriksaan ini bisa dilakukan rutin di rumah tanpa memerlukan bantuan alat apa pun.

Dilansir dari Mayo Clinic, sebagian besar organisasi medis sebenarnya tidak merekomendasikan SADARI sebagai bagian dari skrining kanker payudara. Pasalnya, pemeriksaan ini belum terbukti efektif dalam mendeteksi kanker atau meningkatkan kelangsungan hidup bagi wanita yang menderita kanker.

Namun, para ahli memercayai, dengan periksa payudara sendiri secara rutin, Anda dapat mengenali payudara Anda. Dengan demikian, bila ditemukan perubahan pada payudara yang tidak biasa, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter dan mendapat penanganan sedini mungkin.

Pasalnya, semakin dini keberadaan sel kanker diketahui, semakin cepat pula dokter bisa melakukan pengobatan kanker payudara untuk mencegah penyebarannya. Angka harapan hidup dan kemungkinan sembuhnya pun akan semakin besar.

Kapan harus mulai melakukan SADARI?

pijat payudara

Periksa payudara sendiri perlu mulai dilakukan sedini mungkin ketika memasuki usia dewasa. Setiap wanita yang sudah lewat masa puber harus menyadari adanya perubahan pada payudara mereka. Apalagi risiko kanker payudara semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Adapun waktu yang tepat untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari atau seminggu setelah menstruasi. Pada rentang waktu ini, kondisi payudara Anda masih dalam kondisi normal.

Sementara pada sebelum dan saat menstruasi, payudara Anda rentan membesar dan kencang akibat perubahan kadar hormon yang memang umum terjadi pada wanita. 

Seberapa rutin SADARI harus dilakukan?

John Hopkins Medical Center States menyarankan untuk melakukan SADARI minimal sebulan sekali. Anda pun perlu melakukan pemeriksaan ini pada jadwal yang sama setiap bulannya.

Pasalnya, fluktuasi hormon akibat siklus menstruasi pada wanita bisa memengaruhi jaringan payudara. Anda mungkin bisa menemukan benjolan di payudara pada waktu tertentu, tetapi kemudian hilang dengan sendirinya.

Dengan memilih jadwal yang sama setiap bulan, kondisi payudara saat diperiksa pun akan sama, sehingga dapat lebih mengenali mana perubahan payudara yang perlu dicurigai atau tidak. Oleh karena itu, penting untuk rutin SADARI satu bulan sekali demi mencegah kanker payudara semakin parah dan menyebar.

Cara memeriksa payudara sendiri dengan SADARI

 Cara periksa payudara sendiri dengan teknik SADARI sangat mudah dilakukan. Ada tiga cara utama dalam melakukan SADARI, yaitu:

SADARI di kamar mandi

Saat mandi, coba periksa payudara Anda dengan meraba seluruh areanya dari atas hingga ke bawah. Anda bisa menggunakan tiga jari utama, yaitu telunjuk, tengah, dan jari manis.

Agar lebih mudah dan tidak terasa sakit, lakukan SADARI dengan memeriksa payudara Anda dalam keadaan licin atau sedang disabuni. Kemudian, rabalah payudara dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting. Rasakan apakah ada benjolan atau perubahan tekstur pada payudara yang sebelumnya tak pernah ada.

Selain area payudara, jangan lupa untuk memeriksa area ketiak dan atas tulang selangka. Pasalnya, area ini juga seringkali ditumbuhi sel kanker.

SADARI sambil bercermin

Pastikan Anda telah melepas semua pakaian bagian atas, kemudian berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan di samping tubuh. Sekarang, Anda siap untuk mulai periksa payudara sendiri.

Amati dengan saksama dan perlahan mengenai beberapa poin berikut ini:

  • Perubahan pada bentuk, ukuran, serta posisi kedua payudara simetris atau tidak.
  • Adanya lekukan.
  • Masalah pada puting, seperti puting yang masuk ke dalam.
  • Kerutan pada payudara.
  • Adanya benjolan abnormal pada payudara.

Kemudian, mulailah meraba payudara Anda dengan mengangkat salah satu tangan ke atas pada bagian payudara yang ingin diperiksa. Kemudian tangan yang satunya bertugas untuk meraba seluruh bagian payudara dan menilai beberapa tanda penting. Lakukan hal ini secara bergantian pada kedua payudara.

Periksa bagian puting dengan membentuk gerakan memutar, dilanjutkan dengan menelusuri bagian atas payudara tepat di dekat tulang selangka, kemudian di area tulang dada, hingga ke sisi dekat ketiak. Terakhir, remas perlahan bagian puting guna memeriksa jika keluar suatu cairan abnormal dari puting.

SADARI sambil berbaring

Saat berbaring, jaringan payudara akan menyebar merata di sepanjang dinding dada, sehingga memudahkan Anda melihat kejanggalan yang mungkin ada.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah meletakkan bantal di bawah bahu kanan dengan tangan di belakang kepala.

Dengan menggunakan tangan kiri Anda, gerakkan tiga jari utama, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan manis, ke area payudara dengan lembut dengan gerakan melingkar kecil yang menutupi seluruh area payudara dan ketiak.

Gunakan tekanan ringan, sedang, dan kuat saat menekan area payudara. Cubit puting perlahan kemudian periksa apakah ada cairan yang keluar atau benjolan. Ulangi langkah yang sama untuk payudara satunya.

Anda juga bisa menggerakkan jari-jari ke atas dan ke bawah secara vertikal seperti sedang mengurutnya. Biasanya cara ini mampu menyisir semua jaringan payudara dari depan ke belakang.

Jangan lupa selain area payudara, periksa juga area atas dada, yaitu tulang selangka dan dekat ketiak.

Bagaimana jika menemukan benjolan atau kelainan pada payudara setelah SADARI?

merawat implan payudara

Jangan panik saat merasakan adanya benjolan di payudara atau gejala kanker payudara lainnya setelah melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Ingatlah bahwa tidak semua benjolan dan kelainan di payudara pertanda kanker.

Benjolan di payudara mungkin sebatas gumpalan non-kanker yang disebabkan oleh kadar hormon tidak seimbang, tumor jinak, atau cedera.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Anda melihat atau merasakan adanya benjolan. Apalagi jika ternyata benjolan tak kunjung hilang dan membesar selama lebih dari satu siklus haid.

Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik pada payudara. Tes kanker payudara, seperti USG, mamografi, atau yang lainnya, pun mungkin akan dilakukan untuk memastikan kondisi tersebut. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

Pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi kanker payudara

SADARI memang sangat mudah dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara. Namun, periksa payudara sendiri saja tidak cukup untuk dapat mendeteksi adanya kanker atau masalah lainnya di payudara Anda.

Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan di rumah sakit. Adapun beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS)

SADANIS umumnya dilakukan oleh dokter dan tim medis untuk memastikan apakah ada perubahan pada payudara Anda.

  • Mamografi

Melakukan mamografi secara rutin dapat membantu menemukan kelainan pada payudara, meski tidak merasakan gejala apapun. Konsultasikan dengan dokter mengenai waktu pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

  • MRI payudara

MRI payudara untuk mendeteksi dini kanker payudara umumnya dilakukan bagi wanita yang memiliki faktor risiko kanker payudara tinggi, seperti riwayat keluarga.

  • USG payudara

Ultrasonografi (USG) payudara dapat melihat perubahan pada payudara, seperti benjolan atau perubahan jaringan, yang tidak terlihat pada hasil mammogram.

  • Tes genetik

Perempuan yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara dapat menjalani tes Breast Cancer Gene 1 (BRCA1) atau Breast Cancer Gene 2 (BRCA2) Gene Mutation Tests.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Mammografi?

Meski pemeriksaan mammografi bertujuan untuk skrining kanker payudara, prosedur ini tidak untuk semua orang. Berikut kelompok orang yang dianjurkan.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kanker Payudara, Health Centers 4 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Selain Perubahan Hormonal, Ini 4 Penyebab Payudara Terasa Gatal Saat Hamil

Rasa gatal di payudara saat hamil, pasti menimbulkan kekehawatiran. Namun, apa saja penyebabnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

7 Tips Perawatan Payudara Penting Bagi Ibu Menyusui

Perawatan payudara harus dilakukan bagi ibu menyusui guna melancarkan pemberian ASI. Tidak sulit, kok! Begini cara merawat payudara saat menyusui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 19 Oktober 2019 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Pemeriksaan di Dokter untuk Mendiagnosis Kanker Payudara

Kanker payudara bisa dipastikan setelah Anda melakukan berbagai pemeriksaan atau tes. Berikut berbagai tes yang dapat direkomendasikan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 12 September 2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
merangsang payudara

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
kenapa pria suka payudara

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Pria Suka Melirik Payudara Wanita

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 4 menit