Memahami Fungsi dan Prosedur USG Payudara untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda selama ini mungkin lebih familiar mendengar USG kandungan untuk memantau kehamilan. Namun, nyatanya USG juga bisa digunakan untuk mengecek kondisi payudara, yang disebut dengan USG mammae. Jenis USG ini kerap direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Lantas, bagaimana prosedur ini dilakukan?

Apa itu USG payudara (USG mammae)?

USG (ultrasonografi) mammae adalah prosedur untuk memeriksa kondisi payudara dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasonik). Gelombang ultrasonik akan dipancarkan dari mesin khusus untuk menghasilkan gambaran detail dari jaringan dan struktur dalam payudara.

Melalui USG, masalah atau gangguan pada payudara dapat terdeteksi, termasuk kanker payudara. Dengan demikian, dokter dapat menentukan jenis pengobatan yang tepat.

USG mammae sering dilakukan setelah mamografi pada pemeriksaan kanker payudara. Namun, tes ini juga sering direkomendasikan bagi wanita yang tidak dapat melakukan mamografi karena paparan radiasi yang tinggi berbahaya bagi kondisinya.

Beberapa golongan wanita tersebut, yaitu yang berusia di bawah 25 tahun, sedang hamil, menyusui, atau menggunakan implan payudara silikon.

Beragam Pilihan Pengobatan Kanker Payudara yang Biasa Direkomendasikan Dokter

Apa fungsi atau kegunaan dari USG payudara?

USG mammae bisa dilakukan sebagai tes pencitraan pertama untuk mendeteksi adanya kemungkinan perubahan pada payudara, seperti benjolan atau gejala kanker payudara lainnya. Namun, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk memverifikasi hasil tes pencitraan lain, seperti MRI payudara atau mamografi.

Dilansir dari American Cancer Society, ultrasonografi biasanya dilakukan untuk mengecek benjolan payudara yang bisa dirasakan, tetapi tidak terlihat jelas pada mamografi.

Pemeriksaan ini pun sering dilakukan pada wanita dengan jaringan payudara yang padat. Pasalnya, jaringan abnormal atau benjolan pada payudara padat sulit terdeteksi melalui mamografi.

Selain itu, USG mammae juga dapat mencari tahu apakah benjolan yang ada di payudara berisi cairan (kista payudara) atau jaringan padat (tumor). Prosedur ini pun kerap digunakan untuk membantu dokter dalam melakukan biopsi payudara.

Persiapan sebelum USG mammae

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan USG payudara. Namun, sebaiknya Anda memerhatikan hal di bawah ini untuk memudahkan selama pemeriksaan dan mendapat hasil yang optimal.

  • Jangan mengoleskan losion, krim, bubuk, atau produk skin care maupun riasan apapun ke area kulit payudara.
  • Lepaskan semua benda logam yang ada di tubuh, seperti perhiasan atau jam tangan.
  • Gunakan pakaian yang mudah dilepas atau kenakan pakaian yang memungkinkan dokter atau ahli radiologis dapat dengan mudah mencapai dada Anda tanpa perlu melepas semua baju, seperti kemeja kancing depan atau dengan ritsleting, bukan pakaian terusan seperti dress.

Proses pemeriksaan USG payudara

USG payudara biasanya berlangsung dalam 10-15 menit. Selama skrining, Anda akan diminta tidur berbaring dengan mengangkat lengan ke atas kepala untuk memudahkan jalannya pemeriksaan.

Setelah itu, dokter akan mengoleskan gel dingin bening ke kulit payudara secara merata. Gel ini membantu melancarkan pancaran gelombang suara untuk bergerak melewati jaringan payudara.

Dokter kemudian akan menggerakkan alat bernama transduser yang berbentuk seperti tongkat di atas payudara. Transduser akan mengirimkan gelombang suara dari mesin ke jaringan payudara dan merekam gambar jaringan yang dilewatinya.

Selain memindai payudara, dokter juga akan memeriksa area ketiak untuk mengecek apakah terdapat pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitar payudara.

Cara membaca hasil USG payudara

Gambar hasil USG payudara disebut dengan ultrasonogram. Hasil gambarnya akan tampak berwarna gradasi hitam dan putih. Adapun benjolan umumnya akan terlihat lebih gelap dari gambar yang ada.

Namun, keberadaan bulatan gelap pada ultrasonogram tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker payudara. Sebagian besar benjolan yang ditemukan pada payudara bersifat jinak, seperti fibroadenoma, payudara fibrokistik, papiloma intraduktal, nekrosis lemak payudara, atau kista payudara.

Meski demikian, jika dokter meragukan hasil USG mammae Anda atau menemukan kondisi lainnya, Anda mungkin perlu menjalani tes lain. MRI dan biopsi kerap menjadi pilihan untuk memastikan apakah benjolan ini hanya tumor jinak atau justru kanker.

Adakah risiko USG payudara untuk kesehatan?

USG payudara termasuk prosedur yang aman dan minim efek samping bagi kesehatan. Tes ini pun sama sekali tidak menyebabkan rasa sakit, kecuali jika benjolan yang dimiliki memang terasa nyeri.

Namun, risiko bisa saja terjadi tergantung pada kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu, bila Anda merasakan gejala tertentu setelah menjalani USG, Anda mungkin perlu berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab tersebut.

Selain itu, kelancaran proses dan hasil akhir dari USG mammae ini pun akan sangat tergantung pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Meski demikian, dokter umumnya akan lebih dulu menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari prosedur ini sebelum mulai dilakukan.

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis sebelum menjadwalkan skrining USG. Tak perlu khawatir, karena dokter akan merekomendasikan perawatan yang terbaik sesuai kondisi Anda.

Apa kekurangan USG mammae dibanding prosedur lain?

Dengan segala kelebihannya, USG mammae memiliki beberapa keterbatasan, seperti:

  • Tidak bisa mengambil gambar keseluruhan payudara sekaligus.
  • Tidak bisa menggambarkan area yang terlalu dalam. Ultrasonografi hanya mampu menemukan benjolan yang masih ada di permukaan payudara, tetapi tidak dapat memperlihatkan kelainan atau benjolan di area yang lebih dalam.
  • Tidak menggantikan posisi mamografi sebagai tes pencitraan tahunan. Ultrasonografi adalah salah satu alat yang digunakan dalam pencitraan payudara, tetapi tidak dapat menggantikan mamografi tahunan karena banyak masalah pada payudara, termasuk kanker, yang sering tidak dapat dilihat oleh USG. Oleh karena itu, USG saja tidak cukup untuk mendeteksi dan mencegah kanker payudara pada masa depan.
  • Tes pemeriksaan lain umumnya disarankan untuk memastikan kondisi payudara Anda, seperti biopsi atau MRI payudara, meski hasilnya bukanlah kanker.
  • Tidak bisa menunjukkan mikrokalsifikasi. Mamografi dapat memperlihatkan tanda-tanda mikrokalsifikasi, tetapi USG mammae tidak. Padahal, mikrokalsifikasi kerap dicurigai sebagai cikal bakal sel kanker payudara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pemeriksaan di Dokter untuk Mendiagnosis Kanker Payudara

Kanker payudara bisa dipastikan setelah Anda melakukan berbagai pemeriksaan atau tes. Berikut berbagai tes yang dapat direkomendasikan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 12 September 2019 . Waktu baca 10 menit

Dua Penyebab Utama Kista Muncul di Payudara

Kista payudara adalah benjolan yang bukan cikal bakal kanker. Kista bisa muncul di payudara karena dua penyebab yang umumnya tidak bisa dihindari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 28 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

Informasi Seputar Mamografi yang Semua Wanita Perlu Tahu

Mamografi adalah prosedur skrining terbaik untuk kanker payudara, atau masalah payudara lainnya. Cari tahu selengkapnya tentang mamografi di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 30 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung berisi cairan di payudara. Ketahui berbagai informasi penting terkait kista payudara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 23 Juli 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Gejala dan Ciri – ciri Kanker Payudara Perlu Dikenali dan Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 8 menit
menjalani pemeriksaan mammografi

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Mammografi?

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2019 . Waktu baca 4 menit