home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Glaukoma

Glaukoma
Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah

Definisi

Apa itu glaukoma?

Glaukoma atau glukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi.

Saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan apa yang Anda lihat ke otak akan terganggu. Secara perlahan, hal ini menyebabkan komplikasi glaukoma berupa hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Terdapat beberapa jenis glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka, sudut tertutup, tekanan normal, kongenital, dan sekunder. Di antara itu, glaukoma sudut terbuka adalah yang paling sering terjadi.

Seberapa umumkah penyakit ini terjadi?

Glaukoma merupakan penyakit mata yang umum terjadi. Kondisi tekanan pada bola mata dapat terjadi di semua usia namun lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kebutaan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala glaukoma?

Gejala dan tanda Anda tergantung dari jenis glaukoma yang Anda alami, meski hampir semuanya memiliki gejala serupa. Berikut adalah tanda-tanda dan gejala glaukoma yang umum:

  • sakit kepala berat
  • nyeri mata
  • mual dan muntah
  • penglihatan kabur
  • melihat lingkaran pelangi di sekitar cahaya
  • mata merah

Pada glaukoma jenis sudut terbuka, awalnya pasien tidak merasakan gejala. Namun, Anda mungkin melihat blind spot yang berupa area kecil pada penglihatan tepi atau pusat Anda.

Keluhan lain yang muncul adalah tunnel vision, yang berupa penglihatan mengerucut ke depan seperti terowongan atau melihat titik kehitaman yang melayang mengikuti gerakan bola mata.

Dalam kebanyakan kasus, gejala baru muncul beberapa tahun setelah pasien mengidap penyakit ini, sehingga terkadang sulit dideteksi sejak awal. Namun, pada kasus akut yang terjadi secara mendadak, gejala-gejala di atas bisa muncul secara tiba-tiba.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Glaukoma yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Orang berusia lebih dari 40 tahun disarankan untuk melakukan skrining untuk melihat apakah Anda memiliki kondisi tertentu pada bola mata yang dapat berujung pada kebutaan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma?

Penyebab utama glaukoma adalah tingginya tekanan bola mata yang menyebabkan kerusakan saraf mata. Tekanan bola mata yang meningkat dapat disebabkan oleh menumpuknya cairan yang terdapat di dalam mata.

Normalnya, cairan mengalir melalui saluran pada mata yang disebut dengan trabecular meshwork. Cairan yang menumpuk ini terjadi karena produksinya berlebihan atau tidak dapat dialirkan keluar dengan lancar.

Penyebab glaukoma tergantung dari jenisnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab berdasarkan jenis glaukoma:

  • Glaukoma sudut terbuka
    Pada jenis ini, sudut drainase yang dibentuk oleh kornea dan iris dalam keadaan terbuka. Penyebab glaukoma tipe ini adalah penyumbatan parsial di trabecular meshwork.
  • Glaukoma sudut tertutup
    Pada kondisi jenis ini, penyumbatan terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan. Biasanya kondisi tekanan pada mata jenis ini terjadi perlahan tapi bisa mendadak pula (akut).
  • Glaukoma tekanan normal
    Penyebabnya bukan tekanan bola mata, tetapi belum diketahui secara pasti. Kerusakan saraf mata biasanya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas. Aliran darah yang buruk dapat diakibatkan adanya penumpukan lemak, yang disebut juga aterosklerosis.
  • Glaukoma sekunder
    Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan karena kondisi kesehatan lain atau akibat obat-obatan. Kondisi tersebut dapat berupa komplikasi diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi. Beberapa obat yang berisiko menyebabkan penyakit ini yaitu obat golongan kortikosteroid.
  • Glaukoma kongenital
    Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan adanya kelainan pada saat bayi baru lahir.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit ini?

Ada banyak faktor risiko yang bisa memengaruhi mata Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Usia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan pemyakit ini (orangtua atau saudara kandung).
  • Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang lama, misalnya obat tetes mata kortikosteroid.
  • Memiliki penyakit lain, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit anemia sel sabit.

Orang dengan diabetes juga berisiko terkena kondisi ini

Orang diabetes 40 persen lebih berisiko kena glaukoma dibandingkan orang tanpa diabetes. Selain itu, jika Anda memiliki retinopati diabetes, Anda juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi tekanan pada bola mata Anda.

Orang dengan hipertensi yang terkena glaukoma lebih berisiko mengalami kebutaan

Hipertensi akan merusak pembuluh darah di retina, bagian belakang pada mata yang berfungsi sebagai penangkap atau reseptor cahaya penglihatan Anda. Kerusakan mata ini dapat berlanjut menjadi kebutaan apabila hipertensi Anda tidak dikontrol.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk glaukoma?

Dalam proses diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda terlebih dahulu, serta melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa jenis tes yang dilakukan untuk mendeteksi glaukoma:

  • tonometri, untuk mengukur tekanan bola mata
  • gonioskopi, untuk mengecek sudut pembuangan cairan pada mata
  • pemeriksaan lapang pandang untuk mencari tahu seberapa luas penglihatan Anda
  • pachymetry, untuk mengukur ketebalan kornea
  • tes untuk memeriksa adanya kerusakan pada saraf optik

Jika dari sejumlah pemeriksaan sudah menunjukkan tanda-tanda perkembangan kondisi ini, Anda perlu melakukan pengobatan dengan segera. Dengan menjalani pengobatan, risiko perkembangan glaukoma bisa berkurang hingga 50 persen.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk glaukoma?

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Berikut uraiannya:

1. Pakai obat tetes mata

Obat tetes mata untuk mengobati glaukoma tentu bukanlah obat tetes yang bisa Anda dapatkan dengan bebas di warung atau apotek. Obat tetes untuk kondisi ini harus didapatkan melalui resep dokter, karena jenis dan dosisnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda.

Obat tetes mata untuk glaukoma yang paling sering diresepkan dokter adalah:

  • golongan analog prostaglandin (latanaprost, travoprost, tafluprost, dan bimatoprost)
  • antagonis adrenergik (timolol dan betaxolol)
  • penghambat karbonik anhidrase (dorzolamide dan brinzolamide)
  • parasimpatomimetik (pilokarpin)

Obat-obatan ini dapat digunakan secara terpisah, ataupun sebagai kombinasi.

2. Obat minum

Ada dua pilihan obat minum, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase, seperti acetazolamide. Obat ini umumnya hanya digunakan untuk terapi singkat serangan glaukoma akut. Namun, pada beberapa kasus, obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu panjang pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi tapi obat tetes mata tidak lagi manjur.
  • Golongan hiperosmotik, seperti gliserol. Obat ini bekerja dengan menarik cairan dari bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian hanya dilakukan pada kasus-kasus akut dan dalam jangka waktu singkat (hitungan jam).

Akan tetapi, risiko efek samping obat minum lebih tinggi daripada obat tetes mata. Maka, obat minum kurang direkomendasikan sebagai pengobatan dari kondisi ini.

3. Laser

Ada dua jenis laser yang dapat dilakukan untuk membantu menguras kelebihan cairan dari bola mata, yaitu:

  • Trabekuloplasti. Tindakan ini biasa dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut terbuka. Laser membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase dapat bekerja secara lebih maksimal.
  • Iridotomi. Tindakan ini dilakukan untuk kasus glaukoma sudut tertutup. Iris Anda akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser agar cairan dapat mengalir lebih baik.

4. Operasi

Operasi umumnya dilakukan pada kasus-kasus yang sudah tidak lagi dapat membaik dengan obat-obatan. Operasi biasanya berlangsung selama 45-75 menit.

Tindakan pembedahan yang umum untuk mengobati kondisi ini, termasuk:

  • Trabekulektomi, dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian putih mata dan juga pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan demikian, kelebihan cairan dapat mengalir melalui sayatan tersebut menuju kantong bleb dan kemudian diserap oleh tubuh.
  • Alat drainase atau implan glaukoma. Tindakan ini berupa pemasangan implan serupa pipa untuk membantu mengalirkan ekstra cairan dalam bola mata.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui metode pengobatan seperti apa yang paling cocok untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi glaukoma?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

  • Lakukan pemeriksaan rutin dan ikuti arahan dan saran dari dokter untuk mencegah glaukoma semakin parah.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit lain (asma, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) atau alergi dengan obat yang diberikan.
  • Selalu gunakan kaca mata pelindung jika Anda melakukan olahraga berat untuk menghindari trauma pada mata.
  • Hubungi dokter Anda jika gejala Anda semakin parah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Glaucoma – Mayo Clinic. (2018). Retrieved September 11, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839#:~:text=Angle%2Dclosure%20glaucoma%2C%20also%20called,the%20eye%20and%20pressure%20increases.

Boyd, K. (2019). What Is Glaucoma? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 11, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-glaucoma

Boyd, K. (2020). What is diabetic retinopathy? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 11, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-diabetic-retinopathy

Glaucoma – National Eye Institute. (2020). Retrieved September 11, 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/glaucoma

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 30/11/2020
x