home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Berencana untuk menikah dan punya anak setelahnya? Apakah Anda sudah memeriksakan kesehatan Anda dan pasangan? Ya, menikah tidak hanya mempersiapkan pesta yang meriah, tapi juga harus mempersiapkan diri, termasuk kesehatan Anda dan pasangan sebelum menikah. Untuk itu, Anda disarankan untuk melakukan premarital check up sebelum menikah.

Apa itu premarital check up?

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan penting yang dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Hal ini dilakukan untuk menguji apakah terdapat penyakit genetik serta penyakit infeksi dan menular pada pasangan. Tujuannya, tentu saja untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan dan calon anak kelak.

Mengetahui kondisi pasangan dapat membantu Anda merencanakan kesehatan keluarga dengan lebih baik lagi. Bahkan, tindakan pengobatan, perencanaan gaya hidup, dan pencegahan penularan penyakit pun bisa dilakukan sebelum Anda punya anak.

Mengapa cek kesehatan pranikah penting dilakukan?

Beberapa pasangan mungkin masih belum menyadari betapa pentingnya cek kesehatan pranikah. Padahal, pemeriksaan ini sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah kesehatan dan risikonya untuk diri Anda sendiri dan pasangan.

Premarital check up juga berguna untuk mencegah masalah kesehatan, adanya penyakit keturunan, atau keterbatasan pada calon anak Anda.

Untuk harga premarital check up relatif, tergantung dari tes apa saja yang Anda lakukan. Terlepas dari harganya, manfaat yang diberikan dari tes ini tentunya sangatlah besar untuk Anda dan keluarga Anda.

Beberapa manfaat melakukan premarital check up, antara lain:

  • Mengetahui status kesehatan pasangan
  • Mendeteksi penyakit menular, seperti hepatitis B dan HIV/AIDS
  • Mendeteksi penyakit atau kelainan genetik, seperti anemia sel sabit, thalasemia, dan hemofilia

Salah satu penyakit genetik yang dapat dicegah dengan pemeriksaan ini adalah thalasemia. Penyakit ini terjadi ketika sel darah merah tidak dapat menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan baik.

Beberapa gejala yang menandakan thalasemia dapat meliputi anemia ringan, gangguan pertumbuhan, hingga masalah pada tulang, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis thalasemia yang diderita.

Penyebab utama thalasemia adalah faktor keturunan, sehingga bayi yang terlahir dari orangtua dengan hemoglobin bermasalah memiliki risiko besar terkena penyakit ini. Tanpa penanganan yang tepat, kemungkinan dapat terjadi komplikasi thalasemia, seperti penyakit hati, jantung, serta osteoporosis.

Beberapa negara di Asia membuktikan bahwa pemeriksaan kesehatan pranikah efektif dalam mendeteksi kemungkinan lahirnya bayi dengan thalasemia. Hal ini ditekankan dalam sebuah artikel dari Iranian Journal of Pediatric Hematology and Oncology.

Apa saja jenis tes yang dilakukan pada premarital check up?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, premarital check up adalah rangkaian yang terdiri dari beberapa jenis pemeriksaan. Berikut adalah macam-macam tes yang akan Anda lakukan saat menjalani pemeriksaan ini:

1. Tes golongan darah

Ini merupakan hal sederhana, tapi bisa berdampak sangat penting bagi calon bayi Anda. Jika golongan darah Anda tidak cocok dengan pasangan Anda, hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam rahim, atau meningkatkan potensi adanya masalah kesehatan pada anak di masa depan.

2. Tes kelainan darah

Kelainan darah merupakan kondisi kesehatan yang berkepanjangan dan dapat memengaruhi kesehatan kehamilan Anda. Bayi yang lahir dari ibu dengan kelainan darah memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit yang sama.

3. Tes penyakit menular seksual

Sangat penting bagi Anda dan pasangan melakukan tes penyakit menular seksual sebagai bagian dari premarital check up. Siapa pun bisa saja tertular penyakit ini tanpa diduga sebelumnya. Itu sebabnya, mengetahui lebih dini penting untuk membantu merencanakan kehidupan keluarga Anda.

4. Tes penyakit genetik

Mengetahui riwayat penyakit dari pasangan atau penyakit keturunan dari pasangan dapat membantu Anda lebih mengenal pasangan dan merencanakan kehidupan keluarga Anda. Selain itu, perawatan lebih dini juga dapat dilakukan untuk mencegah penyakit lebih buruk. Dalam premarital check up, tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa diabetes, kanker, hipertensi, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Siapa saja yang membutuhkan tes kesehatan menjelang nikah?

Semua pasangan yang akan menikah atau telah menikah dan sedang berencana punya anak tentunya perlu untuk melakukan tes ini. Terlebih lagi jika salah satu pasangan mempunyai penyakit keturunan terkait genetik atau mempunyai riwayat penyakit infeksi dan menular.

Tidak hanya wanita yang akan menjadi calon ibu saja yang perlu melakukan premarital check up, tapi juga pria perlu melakukan hal ini. Sebaiknya datang berdua dengan pasangan Anda saat melakukan pemeriksaan ini.

Kapan tes ini perlu dilakukan?

Premarital check up bisa Anda lakukan bersama pasangan beberapa bulan sebelum menikah atau setelah menikah atau ketika Anda sedang berencana memiliki anak. Dengan begitu, perencanaan Anda untuk memiliki anak menjadi lebih matang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hesketh, T. (2003). Getting married in China: pass the medical first. BMJ326(7383), 277-279. https://doi.org/10.1136/bmj.326.7383.277

Al-Balushi, A. A., & Al-Hinai, B. (2018). Should Premarital Screening for Blood Disorders be an Obligatory Measure in Oman?. Sultan Qaboos University medical journal18(1), e24–e29. https://doi.org/10.18295/squmj.2018.18.01.004

Hashemizadeh, H., & Noori, R. (2013). Premarital Screening of Beta Thalassemia Minor in north-east of Iran. Iranian journal of pediatric hematology and oncology3(1), 210–215.

Premarital Screening – Ministry of Health Saudi Arabia. (2014). Retrieved August 4, 2020, from https://www.moh.gov.sa/en/healthawareness/beforemarriage/Pages/default.aspx

Thalassemia – NHLBI. (n.d.). Retrieved August 4, 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/thalassemias

Diagnosis – Thalassemias – How Are Thalassemias Diagnosed? – NHLBI. (n.d.). Retrieved August 4, 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/node/3677

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 05/10/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x