Deteksi Kesehatan Jantung Anda Dengan 4 Jenis Tes Darah Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Ya, kian banyak orang yang mengalami berbagai penyakit jantung, seperti serangan jantung hingga gagal jantung. Untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung Anda, maka ada beberapa tes darah yang harus dilakukan. Apa saja tes darah tersebut? Kapan harus melakukan tes darah tersebut? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Jenis-jenis tes darah yang dilakukan untuk menilai kesehatan jantung

Darah adalah salah satu bagian tubuh yang biasanya digunakan untuk memeriksa berbagai gangguan fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung. Sebuah studi telah membuktikan bahwa ada beberapa jenis tes darah yang bisa membantu deteksi penyakit jantung sejak awal.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Association ini mengungkapkan bahwa tes darah dapat mendeteksi gejala bahkan dari 15 tahun sebelum diagnosis ditentukan. Meskipun memang, temuan ini masih harus dipelajari lebih lanjut, namun pemeriksaan darah adalah tes dasar yang harus dilakukan untuk mengetahui kesehatan jantung.

Lantas, apa saja jenis tes darah yang biasanya dilakukan untuk memeriksa kesehatan jantung seseorang?

1. Tes kolesterol

Mungkin Anda sudah sering dengar tes darah jenis ini. Ya, tes kolesterol memang bertujuan untuk melihat jumlah kolesterol dalam tubuh Anda. Kadar kolesterol menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada jantung atau tidak. Ada tiga jenis tes kolesterol yang akan dilakukan yaitu:

Kolesterol total

Tes ini melihat kadar kolesterol total yang ada di dalam tubuh. Semakin tinggi jumlahnya, maka kian tinggi juga risiko Anda terkena penyakit jantung. Jika Anda sehat, maka kolesterol harus berada di bawah 200 mg/dL.

Low-density lipoprotein (LDL)

Biasanya, jenis kolesterol ini disebut dengan kolesterol jahat, karena bisa menyebabkan pembuluh darah tersumbat jika terlalu banyak jumlahnya di dalam tubuh. Normalnya, kolesterol jahat harus kurang dari 130 mg/dL.

High-density lipoprotein (HDL)

Kebalikannya, HDL disebut dengan kolesterol baik karena memiliki cara kerja yang bertolak belakang dengan LDL. HDL membantu  menjaga pembuluh darah agar tidak tersumbat akibat LDL. Maka itu, sebaikya kadar HDL yang harus dimiliki adalah lebih dari 40 mg/dL (untuk pria) dan lebih dari 50 mg/dl (untuk wanita).

2. Tes C-reactive protein (CRP)

CRP adalah sejenis protein yang dihasilkan hati (liver) ketika terjadi peradangan atau luka di dalam tubuh. Jadi, kalau hasil tes darah menunjukkan bahwa jumlah CRP tinggi, maka hal ini bisa saja disebabkan akibat salah satu bagian organ tubuh mengalami luka, tak hanya jantung.

Karena itu, biasanya tes ini baru akan dilakukan ketika seseorang sudah merasakan gejala awal dari penyakit jantung.Kadar CRP di atas 2,0 mg dapat dicurigai bahwa Anda mengalami gangguan fungsi jantung.

3. Tes lipoprotein (a)

Lipoprotein (a) atau Lp (a) adalah salah satu jenis dari kolesterol jahat (LDL). Kadar Lp (a) di dalam tubuh sebenarnya tergantung dengan genetik yang Anda bawa, faktor lingkungan tak begitu memengaruhi.

Jadi, ketika memang kadar Lp (a) tinggi, maka bisa dibilang Anda berisiko mengalami gangguan kesehatan jantung akibat genetik. Biasanya, pemeriksaan ini dianjurkan bagi orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah terkena penyakit jantung.

4. Tes brain natriuretic peptides (BNP)

BNP juga merupakan jenis protein yang dihasilkan oleh jantung dan pembuluh darah. Protein ini bertanggung jawab dalam mengatur aliran darah dan membuat pembuluh darah lebih rileks. Nah, ketika memang ada gangguan kesehatan jantung, maka jantung akan mengeluarkan BNP lebih banyak ke dalam pembuluh darah.

Biasanya, tes ini menjadi pendeteksi adanya gagal jantung atau penyakit jantung lainnya. Bagi Anda yang pernah alami serangan jantung, maka pemeriksaan ini akan dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

    Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

    Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Mengurangi Bau Badan

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    tips lari untuk penderita rematik

    6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    olahraga malam hari

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit