Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tes Gula Darah Puasa (Glukosa Darah Puasa)

Definisi tes gula darah puasa (GDP)|Tujuan|Pencegahan dan peringatan sebelum tes|Proses|Penjelasan hasil
Tes Gula Darah Puasa (Glukosa Darah Puasa)

Definisi tes gula darah puasa (GDP)

Tes gula darah puasa adalah tes yang akan menunjukkan kadar gula darah ketika tubuh tidak memiliki suplai glukosa dari makanan. Hasil tes akan menentukan apakah kadar gula darah Anda normal, rendah (hipoglikemia), atau tinggi (hiperglikemia).

Perlu Anda ketahui bahwa tes gula darah dilakukan untuk mengukur kadar glukosa dalam darah. Glukosa yaitu sejenis gula sederhana sumber energi utama tubuh. Anda mendapatkannya dengan mengolah karbohidrat dari makanan.

Ada beberapa jenis pemeriksaan gula darah, salah satunya tes gula darah puasa (glukosa darah puasa/GDP). Tes GDP menunjukkan kadar gula darah setelah seseorang tidak makan dan minum selama sedikitnya delapan jam.

Kadar gula darah Anda diatur oleh hormon insulin yang berasal dari pankreas. Setelah Anda makan atau minum, kadar gula darah akan meningkat. Pankreas lalu merespons hal ini dengan melepaskan hormon insulin ke aliran darah.

Insulin mengubah glukosa darah menjadi cadangan energi berupa glikogen yang disimpan dalam hati dan otot. Begitu tubuh kekurangan glukosa, glikogen akan berubah kembali menjadi glukosa sehingga Anda memiliki sumber energi.

Tujuan

Tes gula darah umumnya dilakukan kepada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, serta diabetes gestasional. Namun, dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan ini kepada orang yang berisiko diabetes atau mengalami gejalanya.

Melansir laman Mayo Clinic, American Diabetes Association merekomendasikan tes gula darah puasa (GDP) maupun tes gula darah sewaktu (GDS) kepada orang-orang dengan kriteria di bawah ini.

  • Berusia lebih dari 45 tahun. Jika hasilnya normal, mereka perlu melakukan tes kembali setiap tiga tahun sekali.
  • Memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 23 (overweight), terutama bila ada faktor-faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan riwayat diabetes dalam keluarga.
  • Telah didiagnosis mengalami pradiabetes. Mereka harus melakukan tes setahun sekali.
  • Wanita hamil yang mengalami diabetes gestasional.

Sementara itu, tanda dan gejala diabetes yang sebaiknya Anda periksakan lebih lanjut meliputi:

  • buang air kecil yang lebih sering dari biasanya,
  • penglihatan kabur,
  • kebingungan dan bicara melantur,
  • pingsan, serta
  • kejang-kejang (untuk pertama kali).

Pencegahan dan peringatan sebelum tes

Penderita diabetes juga kerap memiliki glukosa dalam urine yang dikeluarkannya. Apabila urine Anda mengandung kadar glukosa yang tinggi, kadar glukosa darah Anda juga akan lebih tinggi dari nilai normal.

Dalam hal ini, tes glukosa dalam urine tidak dapat dilakukan untuk mendiagnosis atau memonitor diabetes. Jika Anda menderita penyakit diabetes, Anda bisa mengukur kadar glukosa darah Anda di rumah.

Proses

Persiapan sebelum menjalani tes

Pemeriksaan ini menunjukkan kadar gula darah Anda dalam kondisi berpuasa. Oleh sebab itu, Anda harus berhenti makan dan minum setidaknya delapan jam sebelum melakukan pengambilan sampel darah.

Jika Anda merupakan penderita diabetes, Anda mungkin akan diminta untuk menunggu sementara waktu sebelum bisa menggunakan insulin pada pagi hari. Kemudian, Anda akan melakukan serangkaian tes yang tidak mengharuskan Anda berpuasa.

Proses tes gula darah puasa

Seorang tenaga medis akan melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Dengan begitu, pembuluh darah di bawah lilitan sabuk akan membesar dan mempermudah masuknya jarum ke dalam pembuluh.

Tenaga medis kemudian membersihkan area kulit yang akan disuntik dengan alkohol. Selanjutnya, ia akan menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah Anda. Pada kondisi tertentu, tenaga medis mungkin perlu menyuntikkan lebih dari satu jarum.

Setelah itu, tenaga medis akan mengumpulkan sampel darah Anda ke dalam tabung kecil yang terhubung dengan jarum. Setelah mendapatkan cukup sampel darah, ia akan mengeluarkan jarum dan melepaskan ikatan pada lengan Anda.

Tenaga medis lalu menempelkan kain kasa atau kapas pada area kulit yang disuntik. Terakhir, ia akan menutup area tersebut dengan plester kecil. Tes glukosa darah puasa sangatlah singkat dan Anda bisa pulang pada hari yang sama.

Setelah menjalani gula darah puasa

Anda boleh melepaskan plester dan kapas pada area suntikan setelah 20 – 30 menit. Pasien biasanya mendapatkan hasil tes pada hari yang sama. Anda mungkin juga bisa segera berkonsultasi dengan dokter setelah mengetahui hasil tes.

Penjelasan hasil

Rentang nilai normal pada tes gula darah puasa merupakan panduan semata. Setiap laboratorium atau rumah sakit mungkin memiliki rentang nilai yang beragam.

Hasil tes Anda akan mengikuti rentang nilai normal dari laboratorium tempat Anda mengambil tes. Di bawah ini hasil tes yang mungkin Anda dapatkan.

1. Normal

Rentang kadar glukosa darah puasa yang normal yakni 70 – 100 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar GDP Anda juga tergolong normal bila HbA1C kurang dari 5,7% atau Anda memiliki hasil kurang dari 5,6 milimol per liter (mmol/L).

2. Prediabetes

Kadar gula darah puasa sebesar 100 – 125 mg/dL menandakan kondisi pradiabetes. Ini berarti Anda tidak mengalami diabetes. Namun, tanpa perbaikan gaya hidup dan pola makan, Anda berkemungkinan besar mengalami diabetes di kemudian hari.

3. Diabetes

Kadar GDP sebesar 126 mg/dL atau lebih menandakan diabetes. Anda bisa mengontrol diabetes dengan efektif bila penyakit ini terdeteksi sejak dini. Konsultasikan hasil tes Anda kepada dokter agar Anda mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Hipoglikemia

Kadar GDP kurang dari 40 mg/dL (2,2 mmol/L) pada wanita atau kurang dari 50 mg/dL (2,8 mmol/L) pada pria dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

  • kelaparan,
  • penyakit hati (liver),
  • penyakit ginjal,
  • penggunaan insulin yang berlebihan,
  • kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme),
  • kelenjar pituitari kurang aktif (hipopituitarisme),
  • penyakit Addison yang ditandai dengan rendahnya hormon kortisol,
  • tumor pada kelenjar pituitari,
  • tumor pada pankreas,
  • malnutrisi atau gangguan makan, serta
  • obat-obatan untuk mengobati diabetes.

Tes gula darah puasa termasuk pemeriksaan utama untuk mendiagnosis diabetes. Jika hasil tes Anda menandakan pradiabetes atau diabetes, berkonsultasilah kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blood sugar testing: Why, when and how – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/blood-sugar/art-20046628

Diabetes – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/diagnosis-treatment/drc-20371451

Prediabetes – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/symptoms-causes/syc-20355278

Diabetes Testing. (2019). Retrieved 26 July 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/basics/getting-tested.html

Checking your blood sugar levels – Diabetes UK. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/managing-your-diabetes/testing

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x