home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bolehkah Ibu Menyusui Melakukan Mammografi?

Bolehkah Ibu Menyusui Melakukan Mammografi?

Mammografi adalah salah satu jenis tes skrining kesehatan untuk wanita. Tes yang satu ini dapat membantu seorang wanita mendeteksi kanker payudara lebih dini sehingga mencegah kemungkinan penyakit berkembang lebih parah. Namun, bagi Anda yang sedang menyusui tetapi ingin melakukan tes ini, mungkin Anda bertanya-tanya apakah mammografi aman untuk ibu menyusui?

Amankah tes mammografi untuk ibu menyusui?

madu untuk ibu menyusui

Mammografi atau mamografi adalah tes yang menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar jaringan payudara.

Tes ini dapat membantu dokter mendiagnosis kanker payudara saat seorang wanita memiliki benjolan payudara abnormal atau gejala lainnya terkait dengan penyakit ini.

Meski tidak memiliki gejala kanker payudara tersebut, mammografi juga perlu wanita lakukan saat memasuki usia 40 tahun.

Hal ini dapat membantu mendeteksi kemungkinan tumbuhnya sel kanker payudara yang mungkin belum terasa.

Lantas, bolehkah melakukan mammografi saat masih menyusui? Jawabannya singkatnya adalah boleh.

Tes mammografi boleh dan aman dilakukan untuk ibu menyusui.

Pasalnya, tingkatan sinar-X pada mesin mammografi sangat rendah sehingga tidak akan memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Ibu pun bisa langsung menyusui anaknya segera setelah mammografi selesai.

Dengan demikian, wanita yang menyusui tidak perlu menyapih anak terlebih dahulu sebelum menjalani mammografi.

Namun, perlu Anda ketahui, proses menyusui membuat payudara lebih padat dan kompleks dari biasanya.

Oleh karena itu, hasil pemeriksaan mammografi saat menyusui mungkin lebih sulit untuk ditelaah dokter sehingga diagnosis kanker payudara pun akan cenderung lebih rumit ketimbang bila tidak menyusui.

Kapan waktu yang tepat untuk mammografi saat menyusui?

periksa mamografi

Meski terbilang aman, bila memungkinkan, pemeriksaan mammografi untuk ibu menyusui sebaiknya ditunda dahulu.

Pasalnya, padatnya jaringan payudara wanita ketika menyusui mungkin membuat mammografi kurang efektif dalam mendeteksi bila ada masalah.

Agar lebih efektif, sebaiknya Anda menunda pemeriksaan mammografi setelah masa menyusui selesai.

Breast Screen Australia merekomendasikan sebaiknya pemeriksaan mammografi Anda lakukan tiga bulan setelah selesai masa menyusui.

Biasanya, penundaan ini perlu Anda lakukan jika mammografi hanya sebagai tes skrining atau deteksi dini kanker payudara secara rutin.

Artinya, tidak ada hal yang mendesak untuk melakukan mammografi sesegera mungkin.

Anda pun sebaiknya menunda mamografi jika tidak memiliki risiko kanker payudara atau berisiko tetapi belum berusia 30 tahun.

Namun, jika Anda ragu mengenai kemungkinan risiko tersebut, sebaiknya tanyakan pada dokter.

Di sisi lain, sebaiknya Anda tidak menunda mamografi jika menemukan adanya perubahan pada payudara Anda.

Sebai contoh, Anda memiliki bentuk payudara tidak normal, adanya benjolan payudara, sakit atau nyeri payudara, atau masalah pada puting payudara.

Pada kondisi ini, mammografi pada ibu menyusui perlu dilakukan untuk mendiagnosis kanker payudara atau masalah kesehatan wanita lainnya yang terkait payudara.

Meski demikian, khusus untuk ibu menyusui, sebaiknya tidak menjalani mammografi pada awal masa menyusui.

Ini karena jaringan payudara pada masa ini cenderung lebih padat karena bayi masih sering menyusu.

Sebaliknya, saat bayi lebih jarang menyusu, kepadatan jaringan payudara mulai berkurang sehingga lebih mudah terlihat oleh sinar-X.

Hal ini tentunya dapat mengurangi kemungkinan salah diagnosis oleh dokter.

Namun, perlu Anda ketahui, keputusan melakukan tes mammografi saat menyusui tentunya berdasarkan kondisi Anda dan pertimbangan dokter.

Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter mengenai waktu pemeriksaan mammografi yang tepat, terlebih bila dilakukan untuk ibu menyusui.

Ibu menyusui, perhatikan ini untuk tes mammografi

mastopexy mastopeksi payudara

Lagi-lagi, selama tak mendesak, mammografi pada ibu menyusui bisa Anda tunda.

Namun, Anda juga bisa menjalani bentuk skrining kesehatan wanita lainnya untuk mendeteksi masalah payudara Anda, seperti USG payudara.

Sementara bila mamografi mendesak untuk Anda lakukan ketika menyusui, usahakan payudara Anda dalam kondisi kosong sebelum menjalani pemeriksaan ini.

Anda bisa menyusui bayi atau memompa ASI terlebih dahulu sebelum menjalani mammografi.

Hal ini dapat membantu mengurangi kepadatan dari payudara sehingga jaringan payudara dapat lebih terlihat oleh sinar-X.

Tak kalah penting lagi, jangan lupa untuk memberitahu dokter dan ahli radiologis bila Anda sedang menyusui sebelum memulai prosedur ini.

Dokter dan ahli radiologi akan melakukan penyesuaian mengenai pemeriksaan ini sesuai dengan kondisi Anda.

Risiko kanker payudara berkurang saat Anda menyusui

apakah mastitis dapat menyebabkan kanker

Kasus kanker payudara pada ibu menyusui ternyata sangatlah jarang.

Bila dokter menemukan adanya sel kanker pada ibu menyusui pun, biasanya sel kanker ini berkembang sejak sebelum masa menyusui.

Apalagi, proses menyusui itu sendiri disebut dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu yang menyusui bayinya mengalami penurunan risiko kanker payudara sebelum dan sesudah menopause.

Di sisi lain, sebagian besar kasus benjolan pada payudara saat menyusui umumnya merupakan kelenjar berisi susu atau akibat peradangan, seperti mastitis.

Namun sebaiknya, Anda tetap berkonsultasi dengan dokter jika menemukan perubahan pada payudara agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Breast Cancer Screening During Lactation. https://lacted.org/questions/0175-lactation-breast-cancer-screening/Lab, C. (2021).

Can I get a mammogram or a biopsy while breastfeeding? – UMass Breastmilk LabUMass Breastmilk Lab. Breastmilkresearch.org. Retrieved 3 August 2021, from http://www.breastmilkresearch.org/mammogram-biopsy-mri-while-breastfeeding/.

Lumps and Mammograms | La Leche League International. La Leche League International. (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://www.llli.org/breastfeeding-info/lumps-and-mammograms/.

Breast Cancer Screening During Lactation – The Institute for Breastfeeding and Lactation Education (IABLE). The Institute for Breastfeeding and Lactation Education (IABLE). (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://lacted.org/questions/0175-lactation-breast-cancer-screening/.

Mammography and Sonography in Breastfeeding Women – La Leche League USA. La Leche League USA. (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://lllusa.org/mammography-and-sonography-in-breastfeeding-women/.

BreastScreen WA. Breastscreen.health.wa.gov.au. (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://www.breastscreen.health.wa.gov.au/Breast-health/FAQs.

Mammogram – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 3 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mammogram/about/pac-20384806.

Cordeiro, B. (2021). Breastfeeding lowers your breast cancer risk. MD Anderson Cancer Center. Retrieved 3 August 2021, from https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/breastfeeding-breast-cancer-prevention.h19-1589046.html.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 06/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita