home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penurunan Libido

Apa itu penurunan libido?|Tanda & gejala penurunan libido|Penyebab penurunan libido|Faktor-faktor risiko penurunan libidio|Diagnosis penurunan libido|Pengobatan penurunan libidio|Pengobatan penurunan libido di rumah
Penurunan Libido

Apa itu penurunan libido?

Penurunan libido adalah kondisi ketika gairah seksual rendah atau tidak ada. Kondisi penurunan libido juga dapat diartikan ketika Anda memiliki keinginan tetapi tidak dapat bercinta.

Dalam banyak kasus, gairah seks yang rendah dapat menyebabkan stres berkepanjangan dan hubungan yang tidak harmonis.

Menurut studi dalam jurnal Brain and Behaviour, pengertian libido adalah ketertarikan terhadap objek dan pengalaman seksual yang membuat seseorang merasa bergairah sekaligus memunculkan rangsangan pada organ intim.

Nah, libido atau gairah seks ini dapat meningkat dan menurun secara tidak stabil pada waktu yang berbeda.

Hal ini karena kerja libido seseorang dipengaruhi oleh fungsi otak, perubahan hormon, dan pengalaman psikologisnya.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan libido ini di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat karena kecanduan alkohol, efek samping obat-obatan, dan masalah kesehatan tertentu.

Seberapa umumkah penurunan libido?

Libido rendah dapat terjadi pada pria atau wanita. Menurut Hormone Health Network, penurunan gairah seksual setidaknya dialami oleh 5% pria.

Penurunan libido pada pria terus berlangsung seiring dengan bertambahnya usia. Faktor-faktor lain yang memengaruhi perubahan gairah seksual adalah stres kronis dan penyakit organ reproduksi.

Sementara kondisi penurunan gairah seks secara konsisten seperti hipoactive sexual desire disorder juga bisa dialami wanita yang sedang dalam fase pramenopause atau setelah menopause.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Konsultasikanlah pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala penurunan libido

Kondisi ini umumnya tidak menunjukkan gejala medis atau gangguan kesehatan apapun.

Wanita dan pria dengan libido lemah juga bisa merasakan tanda-tanda yang berbeda.

Sebagian masih memiliki sedikit hasrat seksual, tetapi ada juga yang sudah tidak tertarik melakukan hubungan seks.

Berikut adalah tanda-tanda yang bisa ditunjukkan jika mengalami penurunan libido:

  • Jarang atau tidak pernah memiliki keinginan untuk berhubungan seksual.
  • Jarang atau tidak lagi memiliki fantasi seksual.
  • Tidak tertarik pada aktivitas seksual lain seperti seks oral ataupun. merangsang diri sendiri (masturbasi).
  • Sulit terangsang secara seksual dari gambar, video, atau kata-kata sensual.
  • Tidak mendapatkan kepuasan seksual saat melakukan hubungan intim.
  • Stres dan tertekan karena kehilangan ketertarikan seksual.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda terganggu dengan gairah seks yang rendah atau memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik dari situasi Anda.

Penyebab penurunan libido

Pada beberapa orang, penyebab penurunan libido bisa dipengaruhi oleh gangguan fisiologis dan psikologis, di antaranya:

1. Stres

Stres khususnya yang berlangsung jangka panjang (kronis) dapat mempengaruhi tingkat hormon tubuh Anda. Imbasnya, stres bisa menyebabkan libido menjadi rendah.

2. Kepercayaan diri yang rendah

Sulit untuk merasa seksi apabila kepercayaan diri rendah atau saat memiliki citra tubuh yang tidak sehat.

Seseorang yang merasa tidak menarik cenderung menjadi kurang berminat untuk melakukan seks.

3. Penggunaan alkohol dan obat-obatan

Alkohol dalam jumlah sedikit dapat membuat Anda lebih rileks. Namun, terlalu banyak justru dapat mempengaruhi sistem saraf dan berujung menyebabkan Anda kelelahan.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan libido sehingga membuat Anda sulit terangsang.

Selain itu, konsumsi obat-obatan terlarang juga dapat menurunkan nafsu seksual Anda, misalnya efek ganja pada tubuh pria yang mengakibatkan disfungsi ereksi.

Ini karena kandungan ganja dapat menekan kinerja kelenjar pituitary yang mengatur produksi testosteron.

4. Pola tidur berantakkan

Secara fisik, kurang tidur dapat menurunkan libido. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan kadar kortisol (hormon stres) yang memengaruhi kerja libido.

5. Pengobatan

Beberapa pengobatan yang digunakan untuk mengobati depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit umum lainnya dapat mempengaruhi libido atau mengakibatkan disfungsi seksual.

6. Disfungsi ereksi

Kurangnya gairah seks adalah efek samping emosional yang umum dari disfungsi ereksi. Kondisi ini menjadi faktor utama penurunan libido pada pria.

Saat pria mengalami disfungsi ereksi, ia mungkin menjadi cemas, kepercayaan diri goyah, bahkan mungkin takut untuk berhubungan seksual.

7. Ketidakseimbangan hormon

Libido berpengaruh langsung dengan tingkat testosteron.

Itu sebabnya, libido rendah sering disebabkan oleh rendahnya hormon testosteron atau ketidakseimbangan hormon.

8. Menopause

Wanita mungkin mengalami libido rendah saat menopause karena beberapa hal.

Tingkat estrogen yang menurun pada masa ini menyebabkan jaringan pada vagina kering.

Akibatnya, timbul rasa tidak nyaman dan sakit saat berhubungan sehingga menurunkan gairah seksual pada wanita.

Menopause juga dapat menurunkan testosteron, hormon yang meningkatkan libido pada pria maupun wanita.

Ya, selain pria, wanita juga memiliki hormon testosteron.

9. Penyakit tertentu

Mengidap suatu penyakit bisa menurunkan libido.

Kondisi kesehatan serius seperti kanker atau penyakit ginjal dapat menekan tingkat testosteron dan menurunkan produksi sperma.

Rendahnya testosteron juga merupakan efek samping dari penyakit lain seperti penyakit ginjal, HIV/AIDS, dan diabetes.

Faktor-faktor risiko penurunan libidio

Berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan penurunan libido adalah sebagai berikut:

  • Sakit saat berhubungan atau ketidakmampuan untuk orgasme.
  • Penyakit non-seksual seperti arthritis, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner dan penyakit saraf.
  • Obat-obatan medis, termasuk beberapa antidepresan dan anti kejang, yang merupakan salah satu penyebab penurunan libido.
  • Merokok karena menurunkan peredaran darah sehingga mengakibatkan gairah berkurang.
  • Masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.
  • Mengalami stres, seperti stres keuangan atau stres karena pekerjaan.
  • Memiliki citra tubuh yang negatif atau kepercayaan diri yang rendah.
  • Pernah mengalami penyiksaan atau pelecehan seksual.
  • Trauma atau pengalaman seksual yang buruk.

Diagnosis penurunan libido

Dokter akan mendiagnosis kondisi Anda dengan menanyakan seputar riwayat kesehatan.

Selain itu, dokter mungkin juga melakukan serangkaian pemeriksaan penurunan libido yang meliputi:

1. Pemeriksaan pelvis

Saat melakukan pemeriksaan pelvis, dokter Anda akan memeriksa tanda-tanda atau perubahan fisik.

Melalui tes ini dapat diketahui bahwa faktor yang berkontribusi pada rendahnya keinginan seksual.

Ambil contohnya mungkin Anda mengalami penipisan jaringan genital, vagina kering, atau beberapa bagian pelvis yang memicu rasa sakit.

2. Tes lainnya

Dokter juga mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengecek tingkat hormon dan mencari bukti bila ada masalah tiroid, diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan hati

Dokter maupun terapis seks nantinya mungkin dapat mengevaluasi faktor-faktor emosi dan hubungan yang menyebabkan rendahnya gairah seks.

Pengobatan penurunan libidio

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan untuk penurunan libido tergantung dari penyebab kondisinya.

Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan kondisi penurunan libido:

1. Konseling

Bila penurunan libido dipengaruhi oleh kondisi psikologis, Anda dapat berdiskusi dengan terapis seks atau melakukan konseling dengan psikolog maupun psikiater.

Penasihat yang memiliki keahlian pada topik seksual dapat membantu kondisi Anda.

Terapi yang dilakukan umumnya termasuk konsultasi, pendampingan, dan panduan seputar hubungan seksual.

Di samping itu, konseling pasangan yang membahas masalah hubungan juga dapat membantu meningkatkan perasaan intim dan gairah.

2. Terapi hormon

Dokter juga dapat memberikan hormon testosteron tambahan dengan patch, gel, atau suntikan.

Untuk wanita, estoterol mungkin akan diberikan dalam bentuk krim atau ring yang diletakkan di dalam vagina.

3. Obat-obatan

Apabila penyebab dari penurunan libido adalah obat-obatan, dokter mungkin akan mengganti pilihan obat ke jenis yang berbeda.

Anda harus mengetahui dampak dari stres dan efeknya yang membahayakan bagi fungsi fisik dan libido.

Sebaiknya, terapkan langkah-langkah yang sesuai seperti olahraga rutin, tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan lainnya untuk membantu meningkatkan libido.

Pengobatan penurunan libido di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup sehat di rumah yang bisa dicoba sebagai cara meningkatkan libido pada pria ataupun wanita, yaitu:

1. Olahraga secara rutin

Olahraga aerobik rutin dan latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan stamina, memperbaiki citra tubuh, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan libido.

2. Kelola stres

Temukan cara yang lebih baik untuk mengatasi stres pekerjaan, keuangan, dan keseharian sehingga Anda dapat meningkatkan gairah seksual.

3. Komunikasikan dengan pasangan

Pasangan yang melakukan komunikasi dengan jujur dan terbuka biasanya memiliki koneksi emosional yang lebih kuat.

Alhasil, komunikasi yang lancar diharapkan dapat membuat hubungan seks juga jadi lebih baik.

Itu sebabnya, berkomunikasi mengenai seks juga penting. Cobalah untuk mendiskusikan hal-hal yang disukai dan tidak disukai sehingga membuat hubungan seks jadi lebih intim.

4. Sisihkan waktu untuk membangun kemesraan

Menjadwalkan seks rutin ke dalam kalender Anda sepertinya terasa dibuat-buat dan membosankan.

Meski begitu, membuat keintiman adalah prioritas yang dapat membantu meningkatkan gairah seksual Anda.

Solusinya, Anda bisa meningkatkan gairah seks pasangan dengan aktivitas seksual seperti foreplay, phone sex, maupun sexting.

5. Perbaiki hubungan seksual dengan pasangan

Cobalah beberapa posisi seks pada waktu yang berbeda, atau lokasi yang berbeda. Mintalah pasangan Anda untuk lebih banyak mencoba foreplay.

Apabila Anda dan pasangan bersedia melakukan eksperimen, menggunakan mainan seks (sex toys) dan imajinasi seks juga dapat membuat kehidupan seks lebih menarik

6. Tinggalkan kebiasaan buruk

Merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol berlebihan dapat mengurangi gairah seksual.

Meninggalkan kebiasaan ini dapat meningkatkan gairah seksual sekaligus memperbaiki kesehatan Anda secara keseluruhan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter agar mendapatkan solusi terbaik dari masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Calabrò, R., Cacciola, A., Bruschetta, D., Milardi, D., Quattrini, F., & Sciarrone, F. et al. (2019). Neuroanatomy and function of human sexual behavior: A neglected or unknown issue?. Brain And Behavior, 9(12). https://doi.org/10.1002/brb3.1389

Goldstein, I., Kim, N., Clayton, A., DeRogatis, L., Giraldi, A., & Parish, S. et al. (2017). Hypoactive Sexual Desire Disorder. Mayo Clinic Proceedings, 92(1), 114-128.https://doi.org/10.1016/j.mayocp.2016.09.018

Thakurdesai, A., & Sawant, N. (2018). A prospective study on sexual dysfunctions in depressed males and the response to treatment. Indian journal of psychiatry60(4), 472–477. https://doi.org/10.4103/psychiatry.IndianJPsychiatry_386_17

Hormone Health Network. (2018). Decreased Libido. Retrieved 3 February 2021, from https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/decreased-libido

NHS.UK. (2017). Loss of libido (reduced sex drive). Retrieved 3 February 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/loss-of-libido/#:~:text=Loss%20of%20libido%20(sex%20drive,such%20as%20reduced%20hormone%20levels.

Mayo Clinic. (2021). Low sex drive in women – Diagnosis and treatment. Retrieved 3 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sex-drive-in-women/diagnosis-treatment/drc-20374561

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 23/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x