Wanita Juga Punya Hormon Testosteron, Loh! Apa Fungsinya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hormon testosteron biasa dikenal sebagai hormon khas laki-laki. Mendengar kata testosteron, Anda mungkin langsung terbayang citra laki-laki bertubuh kekar dan  Akan tetapi, tahukah Anda bahwa wanita juga punya hormon ini? Hormon testosteron diproduksi secara alami dalam tubuh wanita. Begitu juga halnya dengan hormon estrogen yang sering disebut sebagai hormon wanita. Estrogen rupanya juga bisa ditemukan dalam tubuh pria. Hormon testosteron berperan cukup penting bagi wanita. Kekurangan hormon testosteron juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk mempelajari lebih jauh apa fungsi hormon testosteron pada wanita, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa fungsi hormon testosteron pada wanita?

Pada wanita, hormon testosteron memang tidak diproduksi sebanyak pada pria. Hormon ini akan bekerja sama dengan hormon-hormon lain dalam tubuh Anda seperti estrogen dan progresteron untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Di antaranya adalah menjaga gairah seks tetap tinggi, meningkatkan fungsi kognitif otak, mengatur suasana hati (mood), dan menjaga kesehatan tulang.  

Apa yang terjadi jika kadar hormon testosteron pada wanita terlalu banyak atau terlalu sedikit?

Bila kadar testosteron pada wanita terlalu tinggi atau rendah, Anda berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan. Berikut adalah gejala-gejala kekurangan atau kelebihan hormon testosteron pada wanita.

1. Kehilangan gairah seks

Kalau akhir-akhir ini kehidupan seks Anda dan pasangan jadi semakin hambar, Anda mungkin kekurangan hormon testosteron. Pasalnya, hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur libido serta kenikmatan yang Anda rasakan saat bercinta. Sejumlah penelitian juga mengungkapan bahwa kurangnya hormon testosteron pada wanita bisa membuat Anda sulit orgasme.

Namun, bukan berarti Anda boleh sembarangan mengonsumsi pil suplemen testosteron. Jika Anda kehilangan gairah seks yang tidak disebabkan oleh stres atau masalah dengan pasangan, konsultasikan langsung dengan dokter.

2. Sulit membentuk otot

Anda sudah berolahraga keras supaya otot lebih terbentuk, tapi belum berhasil juga? Jangan-jangan, kadar hormon testosteron yang rendah jadi penyebabnya. Hormon testosteron memang bertugas untuk membantu sintesis protein yang dibutuhkan agar massa otot bertambah. Kekurangan hormon ini akan membuat usaha Anda membentuk otot jadi lebih susah.

3. Mudah lelah

Merasa kelelahan itu wajar. Namun, kalau Anda hampir selalu merasa lelah, Anda perlu berhati-hati. Atau Anda biasanya sanggup jogging selama sejam, tapi akhir-akhir ini hanya kuat sampai 30 menit. Bisa jadi Anda kekurangan hormon testosteron. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Kanada, orang yang kadar testosteronnya rendah cenderung lebih mudah lelah.

4. Depresi

Depresi memang tidak disebabkan oleh kurang hormon testosteron saja. Ada banyak faktor risiko lain yang bisa memicu kondisi ini. Akan tetapi, kekurangan hormon ini bisa membuat seseorang lebih rentan diserang depresi. Berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam Archives of General Psychiatry, kadar hormon yang tidak seimbang ini akan mengacaukan suasana hati dan sirkuit otak Anda. Inilah yang membuat wanita yang kekurangan testosteron jadi sering bersedih, muram, dan akhirnya depresi.  

5. Haid tidak teratur

Jika tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon testosteron, dampak yang mungkin terjadi adalah haid tidak teratur. Pada sebagian kasus, Anda mungkin tidak menstruasi sama sekali. Kondisi ini disebut juga sebagai amenore.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Dalam beberapa kasus, tremor bisa sembuh tapi bisa juga tidak. Tremor jenis apa yang bisa disembuhkan dan seperti apa pengobatannya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit