home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menopause

Menopause
Apa itu menopause?|Ggejala menopause|Kapan saya harus periksa ke dokter?|Penyebab menopause|Faktor risiko menopause|Komplikasi menopause|Diagnosis menopause|Pengobatan menopause|Perubahan gaya hidup saat menopause

Apa itu menopause?

Menopause adalah kondisi berakhirnya siklus menstruasi. Biasanya, ini terjadi ketika Anda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan.

Mengutip dari National Institute of Aging, ini merupakan fase pada wanita yang menandai akhir dari usia reproduktif, yaitu Anda tidak dapat hamil lagi.

Namun, Anda masih tetap dalam kondisi sehat dan tetap bisa aktif secara seksual meski tidak seperti sebelumnya.

Berhenti menstruasi merupakan proses alami yang menjadi bagian dari penuaan. Semua wanita pasti mengalaminya, sehingga kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

Menjelang berakhirnya masa menstruasi, wanita mungkin mengalami beberapa perubahan. Ini disebut dengan fase transisi atau perimenopause.

Transisi ini umumnya terjadi pada wanita sekitar usia 45 dan 55 tahun. Selama masa transisi, produksi hormon seks (estrogen dan progesteron) pun menjadi berkurang.

Seberapa umumkah menopause?

Setiap wanita akan mengalami menopause dalam hidup karena ini adalah proses alami yang berkaitan erat dengan tahap reproduktif wanita.

Usia terjadinya menopause bervariasi pada masing-masing wanita. Namun, normalnya pada kisaran usia 45 hingga 55 tahun.

Jika terjadi lebih awal yaitu sebelum usia 45 tahun, bisa dikatakan Anda mengalami menopause dini.

Ggejala menopause

Gejala atau tanda menopause yang dirasakan bergantung pada seberapa banyak kadar estrogen dalam tubuh Anda. Jika produksinya sedikit, gejala yang timbul akan lebih banyak.

Berikut adalah tanda-tanda atau gejala menopause yang mungkin Anda rasakan, seperti:

1. Siklus menstruasi berubah

Perubahan siklus menstruasi yang tidak normal, menjadi salah satu gejala atau tanda-tanda menopause. Biasanya, Anda juga akan merasakan hal-hal sebagai berikut.

  • Masa menstruasi jadi lebih pendek atau lebih lama.
  • Anda merasakan perdarahan lebih banyak atau lebih sedikit.
  • Jeda menstruasi yang kadang lambat atau lebih cepat.

Semua itu adalah perubahan yang normal pada wanita. Namun, untuk memastikan tidak ada masalah, Anda boleh melakukan konsultasi ke dokter.

Perlu diingat bahwa perubahan siklus ini lama-lama akan berujung pada berhentinya menstruasi secara total.

2. Hot flashes

Hot flashes adalah perasaan panas tiba-tiba di bagian atas atau seluruh tubuh yang terjadi akibat perubahan kadar estrogen.

Biasanya kondisi ini ditandai dengan berubahnya warna kulit leher dan wajah. Kemudian, muncul ruam kulit pada dada, punggung, dan lengan.

Gejala tersebut dapat ringan, maupun parah hingga mengakibatkan Anda mengalami keringat malam dan tubuh terasa menggigil.

3. Insomnia

Orang tua memang rentan mengalami gangguan tidur, termasuk saat mengalami gejala menopause yang mengakibatkan insomnia.

Kondisi ini menyebabkan wanita sulit untuk tidur, sering terbangun tengah malam, atau bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali.

Kemungkinan besar ini terjadi akibat hot flashes yang membuat tubuh menggigil dan banyak mengeluarkan keringat.

4. Bentuk tubuh berubah

Kadar hormon yang tidak seimbang menjelang menopause menyebabkan berbagai gejala atau tanda lainnya seperti perubahan pada bentuk tubuh, di antaranya sebagai berikut.

  • Massa otot berkurang sehingga tubuh menjadi lebih gemuk.
  • Kulit jadi lebih tipis dan kering.
  • Sendi dan otot mudah pegal dan kadang terasa kaku.
  • Sakit kepala dan jantung berdebar.

5. Suasana hati tidak menentu

Selama fase gejala menopause, suasana hati mudah berubah sehingga wanita biasanya jadi lebih mudah marah atau tersinggung.

Ini semakin diperparah dengan stres serta kelelahan karena fungsi tubuh menurun, kesepian, dan depresi akibat perubahan pada tubuh.

6. Perubahan gairah seks

Ada sebagian wanita yang merasa lebih nyaman dengan seksualitasnya setelah menopause. Namun, ada pula yang mengalami penurunan gairah seksual.

Biasanya, hal ini terjadi karena vagina menjadi lebih kering sehingga tidak nyaman saat berhubungan intim.

Selain yang sudah disebutkan, berikut gejala atau tanda-tanda lainnya yang dapat dialami wanita saat menopause.

  • Bertambahnya berat badan.
  • Metabolisme saluran pencernaan melambat.
  • Rambut menipis dan kulit menjadi kering.
  • Sering buang air kecil.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda dapat bertemu dokter apabila terganggu dengan berbagai gejala menopause yang datang.

Selain itu, Anda juga perlu segera bertemu dokter saat ada gejala lainnya, seperti:

  • komplikasi atau perdarahan yang cukup parah,
  • jantung berdebar kencang,
  • sakit kepala,
  • nyeri sendi dan otot, sert
  • aulit berkonsentrasi dan sesekali hilang ingatan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Penyebab menopause

Penyebab utama menopause adalah karena penuaan. Selain itu, berikut berbagai penyebab menopause lainnya.

1. Perubahan hormon seks secara alami

Salah satu penyebab menopause adalah penurunan alami hormon reproduksi.

Saat Anda bertambah usia, terutama pada akhir 30 tahun, indung telur mulai menghasilkan lebih sedikit estrogen dan progesteron yang mengatur menstruasi.

Akibatnya, kesuburan pun menurun. Jika Anda berusia sekitar 40 tahun, periode menstruasi mungkin menjadi lebih berat atau ringan, dan lebih sering atau jarang.

Ketika sudah mencapai usia 51 tahun atau lebih, ada kemungkinan Anda tidak mengalami menstruasi lagi.

2. Histerektomi total

Histerektomi (pengangkatan rahim) juga bisa jadi penyebab menopause jika prosedur dilakukan secara total.

Saat prosedur dilakukan secara total, kedua indung telur sudah tidak ada. Artinya, sel telur dan hormon seks tidak lagi diproduksi.

Wanita dengan kondisi ini tidak dapat hamil, menstruasi, dan mengalami menopause tanpa fase transisi.

3. Pengobatan kanker

Kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat menyebabkan siklus menstruasi berhenti.

Anda dapat mengalami menopause dan gejala lainnya seperti hot flashes saat atau setelah rangkaian perawatan.

4. Primary ovarian insufficiency

Penyebab menopause lainnya adalah primary ovarian insufficiency. Ini terjadi karena indung telur tidak dapat menghasilkan hormon reproduksi yang normal akibat faktor genetik atau penyakit autoimun.

Faktor risiko menopause

Menopause tidak dapat dihindari, tetapi ada pula faktor risiko yang mempercepat prosesnya, yaitu sebagai berikut.

  • Merokok. Wanita yang merokok berisiko mengalami menopause 1 atau 2 tahun lebih awal.
  • Keturunan. Menopause dini dapat terkait dengan kondisi genetik fragile X carrier.
  • Oophorectomy. Jika satu indung telur diangkat (oophorectomy), indung telur yang masih ada mungkin berhenti bekerja lebih cepat.

Komplikasi menopause

Setelah menopause, risiko Anda terhadap kondisi medis tertentu menjadi meningkat, yaitu sebagai berikut.

  • Penyakit kardiovaskular. Kadar estrogen yang menurun memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah sekitarnya, sehingga menyebabkan penyakit jantung.
  • Osteoporosis dan masalah tulang. Menurunnya hormon seks juga menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya dengan cepat.
  • Obesitas. Selama transisi menopause, metabolisme akan melambat. Ini menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko obesitas.
  • Inkontinesia urine. Kehilangan hormon menyebabkan otot sekitar uretra dan vagina menurun elastisitasnya sehingga wanita sulit menahan buang air kecil.

Diagnosis menopause

Biasanya dokter dapat memberikan diagnosis awal berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang Anda rasakan.

Pada beberapa kasus, evaluasi lebih lanjut diperlukan seperti tes darah untuk memeriksa kadar hormon.

Tes darah dapat diperlukan untuk memeriksa kadar follicle-stimulating hormone (FSH), estrogen, serta thyroid-stimulating hormone (TSH).

Kadar FSH meningkat dan kadar estradiol menurun saat menopause terjadi.

Selain itu, tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) terkait dengan kadar TSH yangdapat memberikan gejala yang menyerupai menopause.

Pengobatan menopause

Anda tidak memerlukan perawatan atau pengobatan medis untuk menangani kondisi menopause.

Mungkin Anda dapat menggunakan pengobatan yang berfokus meringankan tanda-tanda dan gejala serta mencegah kondisi kronis menopause.

Berikut adalah perawatan serta pengobatan untuk meredakan gejalanya.

1. Terapi hormon

Terapi hormon estrogen adalah salah satu perawatan untuk meringankan hot flashes juga mencegah tulang keropos.

Saat rahim masih berfungsi dengan baik, Anda juga membutuhkan hormon progestin.

2. Antidepresan

Antidepresan dosis rendah jenis SSRIs dapat membantu mengurangi hot flashes dan memperbaiki suasana hati.

Jika kondisi Anda tidak terlalu baik untuk mendapatkan terapi hormon estrogen, antidepresan dengan dosis rendah dapat menjadi alternatif.

3. Estrogen untuk vagina

Tergantung pada sejarah medis personal dan keluarga, dokter dapat merekomendasikan estrogen berdosis rendah untuk meringankan gejala vagina kering.

Ini juga dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

4. Pengobatan lainnya

Gabapentin serta clonidine juga dapat dijadikan alternatif sebagai obat untuk meredakan gejala menopause seperti hot flashes.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan pengobatan lainnya untuk mencegah osteoporosis serta risiko patah tulang seperti vitamin D.

Perubahan gaya hidup saat menopause

Meskipun menopause adalah hal normal, terkadang gejala yang muncul cukup mengganggu.

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mengatasi gejala menopause.

  • Hindari makanan pedas dan panas yang bisa memicu munculnya keringat berlebih.
  • Kurangi kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Mengonsumsi makanan sehat saat menopause seperti sayur, buah, protein, dan lain-lain.
  • Rutin berolahraga untuk mencegah stres serta kenaikan berat badan.
  • Lakukan aktivitas yang Anda sukai atau relaksasi untuk mencegah stres dan depresi.
  • Rutin cek kesehatan agar tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol tetap terkontrol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Menopause – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/diagnosis-treatment/drc-20353401

Treatments & Solutions for Menopause Symptoms | The North American Menopause Society, NAMS . (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://www.menopause.org/for-women/menopauseflashes/menopause-symptoms-and-treatments/five-solutions-for-menopause-symptoms

What Are the Signs and Symptoms of Menopause?. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/what-are-signs-and-symptoms-menopause

Relief for menopause symptoms. (2017). Retrieved 1 March 2021, from https://www.womenshealth.gov/menopause/menopause-symptoms-and-relief

Menopause, Perimenopause and Postmenopause. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15224-menopause-perimenopause-and-postmenopause

Menopause. (2021). Retrieved 1 March 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/menopause

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 12/01/2021
x