home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Jenis Sex Toys Plus Risiko dan Tips Aman Pemakaiannya

6 Jenis Sex Toys Plus Risiko dan Tips Aman Pemakaiannya

Jika akhir-akhir ini kehidupan seksual Anda dan pasangan terasa hambar, mungkin Anda butuh suasana baru saat bercinta. Tak perlu pergi jauh-jauh ke tempat yang romantis, Anda dan pasangan bisa menciptakan tantangan dan kenikmatan baru di kamar dengan pakai sex toys (mainan seks).

Namun, menggunakan sex toys ketika bercinta juga ada aturannya, lho! Bila tak digunakan dengan hati-hati, ada risiko yang mengintai Anda dan pasangan. Sebenarnya, apa itu sex toys dan apa saja jenisnya? Berikut ulasan lengkap seputar mainan seks dari pengertian hingga panduan memakainya.

Apa itu sex toys?

dampak sex toys

Sex toys atau mainan seks adalah alat-alat penunjang keintiman pasangan saat berhubungan seks.

Akan tetapi, tak jarang pula sex toys dipakai sendiri saat tidak sedang berhubungan seks, misalnya ketika sedang bermasturbasi.

Menurut situs Planned Parenthood, sex toys juga bermanfaat untuk orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti disfungsi ereksi, gangguan rangsangan kelamin, serta gangguan orgasme.

Ragam sex toys untuk Anda dan pasangan

Saat ini sudah ada berbagai jenis sex toy yang tersedia di pasaran.

Nah, buat Anda dan pasangan yang belum terbiasa atau masih asing dengan penggunaan sex toys, Anda bisa mencoba beberapa jenis mainan seks untuk pemula berikut ini:

1. Vibrator

efek terlalu lama pakai vibrator saat berhubungan seksual

Vibrator adalah salah satu jenis sex toys yang paling umum dan wajib dimiliki pasangan yang mau mencoba mainan seks.

Penggunaan vibrator sebagai sex toy atau mainan seks bisa digunakan wanita serta pria yang melakukan masturbasi di rumah maupun pasangan yang sedang berhubungan seks.

Getaran yang dihasilkan vibrator akan memberi rangsangan tertentu pada vagina dan penis.

Kadang, vibrator juga digunakan untuk merangsang klitoris wanita atau buah zakar pria ketika melakukan penetrasi.

2. Penutup mata dan pengikat tangan

2-bondage

Untuk sensasi bercinta yang lebih panas, Anda dan pasangan bisa coba bermain peran.

Salah satu dari Anda berdua menggunakan penutup mata dan kedua tangannya diikat pada ujung tempat tidur atau sejenisnya.

Sementara pasangan yang lain berperan sebagai sosok yang mendominasi.

Sosok ini akan memberikan berbagai rangsangan tak terduga yang tak bisa ditolak oleh pasangan yang tangannya diikat dan matanya ditutup.

3. Dildo

sebelum dan setelah pakai sex toys

Dildo adalah alat yang umumnya dibentuk menyerupai penis pria. Maka itu, seks toys ini lebih sering ditujukan untuk wanita.

Ukuran mainan seks dildo pun sangat beragam tergantung pada pilihan dan selera Anda. Beberapa jenis dildo dilengkapi dengan fitur getar sehingga juga bisa digunakan sebagai vibrator.

4. Bulu atau mainan penggelitik

Bagi pasangan yang belum terbiasa menggunakan mainan seks, mainan penggelitik bisa jadi permulaan yang tepat.

Ya, Anda bisa mencoba bulu sintetis yang dipakai untuk menggoda area-area sensitif pasangan tubuh pasangan.

Jika pasangan termasuk penggeli, bahkan terangsang saat merasa geli, bulu penggelitik tentu bisa jadi seks toys yang ampuh untuk merangsang pria maupun meningkatkan gairah wanita.

5. Cincin ereksi

Jenis seks toys ini biasanya digunakan ketika Anda dan pasangan melakukan penetrasi dengan posisi misionaris (pria di atas).

Cincin akan dipasang hingga pangkal penis. Ketika penetrasi, ujung cincin akan menghasilkan getaran pada klitoris atau G-spot wanita.

Namun, cincin ini juga bisa digunakan saat bermasturbasi sendiri.

6. We-vibe

Jenis vibrator ini bisa dipakai dengan berbagai cara.

Cara paling umum menggunakan we-vibe adalah dengan memasukkan satu ujung yang lebih kecil ke dalam vagina, kira-kira hingga 3 sentimeter (cm) dalamnya.

Ujung satunya yang lebih besar akan memberikan stimulasi pada bagian klitoris. Kemudian, penis yang melakukan penetrasi ke dalam vagina juga akan menerima getaran dari ujung kecil we-vibe di dalam vagina.

Cara lain untuk menggunakan mainan seks ini adalah melingkarkannya pada penis.

Anda dan pasangan bisa memakainya seperti menggunakan cincin seks saat berhubungan seks atau sebagai alat pembantu masturbasi pria.

Wanita juga bisa menggunakan We-vibe saat sedang masturbasi.

Risiko pakai sex toys

sex toys

Sex toy memang tampaknya ampuh meningkatkan keintiman dan tantangan bagi pasangan. Akan tetapi, hati-hati dengan risiko yang mungkin ditimbulkan.

Berikut adalah berbagai bahaya yang harus Anda hindari saat berhubungan intim dengan alat bantu seks toys:

1. Bahan kimia berbahaya

Beberapa seks toys terbuat dari bahan plastik yang lunak.

Untuk melunakkan plastik, para produsen mainan seks memanfaatkan bahan kimia bernama phthalates (dibaca ta-leits) yang berbahaya bagi kesehatan.

Bahan kimia ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan hati. Phthalates juga diketahui berpotensi menyebabkan kanker.

2. Penyakit menular seksual

Selain bahan kimia berbahaya, penggunaan sex toys juga meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin dan berbagai penyakit lain yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh.

Pasalnya, cairan tubuh Anda dan pasangan seperti sperma atau cairan vagina bisa menempel pada mainan seks.

Jika mainan tersebut digunakan secara bergantian, virus atau bakteri yang menempel pun akan pindah ke pasangan.

Beberapa contoh penyakit menular seksual yang bisa ditularkan lewat mainan seks adalah HIV, hepatitis, klamidia, dan gonore.

3. Cedera, luka, atau alergi

Beberapa mainan seks menggunakan penggetar yang dikendalikan oleh mesin.

Jika Anda dan pasangan tidak berhati-hati ketika menggunakan sex toys, Anda berdua rentan mengalami cedera, luka, atau iritasi pada alat kelamin maupun anggota tubuh lain yang bersentuhan dengan mainan seks.

Sebuah studi dari jurnal Obstetrics & Gynecology menyebutkan terdapat sekitar 30% wanita yang mengalami efek samping ringan setelah memakai vibrator, seperti rasa kebas, iritasi, peradangan, serta rasa nyeri di kelamin.

Anda dan pasangan juga mungkin memiliki kulit sensitif yang akan bereaksi ketika bersentuhan dengan plastik, karet, kain, atau bahan pelumas yang biasanya sudah dilumuri pada mainan seks tertentu.

Tips aman pakai sex toys

durasi oral seks pria

Jika Anda dan pasangan ingin menambah bumbu-bumbu panas saat bercinta, pastikan tetap berhati-hati ketika menggunakan mainan seks.

Agar Anda dan pasangan terhindar dari berbagai risiko menggunakan mainan seks, perhatikan tips-tips berikut ini:

1. Bersihkan sex toys sebelum ataupun sesudah dipakai

Seperti yang telah disinggung di atas tadi, wajib untuk membersihkan mainan seks, baik sebelum atau sesudah digunakan.

Jika hendak digunakan, bersihkan sesuai petunjuk pemakaian dan bahan mainan seks tersebut.

Setelah dicuci, ada baiknya dikeringkan dahulu menggunakan handuk atau diangin-anginkan.

Ini karena menggunakan mainan seks yang basah dan lembab bisa menimbulkan risiko infeksi jamur dan bahaya lainnya pada organ intim Anda.

Nah, setelah menggunakan mainan seks tersebut, Anda juga harus kembali mencucinya.

Mainan seks yang digunakan di mulut, anus, atau bagian tubuh lainnya juga harus tetap dibersihkan sampai tuntas.

Gunakan air hangat atau air panas (di atas 70 derajat Celsius) untuk mencuci mainan seks Anda. Kemudian, keringkan sampai tuntas dan simpan kembali di tempat yang bersih.

Perhatikan juga adanya goresan atau lecet pada mainan seks karena dikhawatirkan bisa menjadi tempat di mana bakteri dan kuman bermukim.

Hal ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi jika Anda dan pasangan menggunakan seks toys tersebut.

2. Taruh sex toys di tempat penyimpanan yang aman

Setelah digunakan dan dibersihkan, sekarang waktunya Anda menyimpan mainan seks tersebut di tempat yang aman dan higienis.

Penting untuk tidak membuang kotak kemasan sex toys karena biasanya ada tisu atau kain pembungkus produk.

Anda bisa menyimpan mainan seks di kemasan atau dilapisi pembungkus tersebut untuk beberapa saat sampai menemukan wadah yang aman dan bersih.

Anda juga bisa menyimpan mainan seks tersebut di dalam laci. Jika Anda memiliki lebih dari satu mainan, upayakan tiap mainan dilapisi kain agar tidak saling bersentuhan atau bergesekan satu sama lain.

Jangan lupa juga untuk tidak menaruh berbagai alat penunjang seks ke dalam wadah plastik.

Ini karena kandungan BPA pada plastik tertentu dikhawatirkan akan menempel pada mainan dan bisa berbahaya untuk kesehatan.

3. Bersihkan alat kelamin

Sama seperti berhubungan seks, setelah menggunakan sex toys ada baiknya Anda tetap harus membersihkan alat kelamin masing-masing.

Berpindahnya kuman dan bakteri dari mainan ke vagina atau penis Anda bisa meningkatkan risiko infeksi penularan jamur dan penyakit menular seksual.

Bersihkan organ intim Anda menggunakan air hangat, dan jangan lupa keringkan dengan tisu atau handuk yang lembut setelahnya.

4. Hindari berbagi sex toys dengan orang lain

Anda tidak akan pernah tahu bagaimana kebersihan dan kesehatan lawan bermain Anda, meskipun itu pasangan sendiri.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari menggunakan mainan seks yang sama secara bergantian.

Jika Anda dan pasangan memang harus memakainya secara bergantian, jangan lupa cuci dan bersihkan dulu mainan tersebut.

Bila perlu, pakai kondom saat beraktivitas seksual dengan sex toys untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

5. Copot baterai jika tidak sedang digunakan

Jika Anda menggunakan mainan seks yang menggunakan baterai, selalu lepas baterainya saat sedang tidak digunakan.

Pasalnya jika tidak mencopot baterai, hal itu bisa menguras daya dari baterai itu sendiri meskipun tidak Anda pakai terus-terusan.

Bukan hanya itu, tidak mencopot baterai juga bisa mengurangi keawetan produk.

Demikian berbagai jenis, risiko pemakaian, serta cara merawat sex toys yang Anda dan pasangan perlu ketahui sebelum memakainya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sex Toys – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 28, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-pleasure-and-sexual-dysfunction/sex-and-pleasure/sex-toys 

Sex toys – the low down – NSW Government. (n.d.). Retrieved January 28, 2021, from https://playsafe.health.nsw.gov.au/2018/03/19/sex-toys-the-low-down/ 

Are sex toys safe? – NHS. (2019). Retrieved January 28, 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/are-sex-toys-safe/ 

Rubin, E., Deshpande, N., Vasquez, P., Kellogg, S. (2019). A Clinical Reference Guide on Sexual Devices for Obstetrician–Gynecologists. Obstetrics & Gynecology, 133(6), 1259-1268. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000003262

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 23/01/2021
x