home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Libido Rendah Terus, Kapan Harus Waswas dan Cek ke Dokter?

Libido Rendah Terus, Kapan Harus Waswas dan Cek ke Dokter?

Di zaman serba modern seperti sekarang ini, seks masih saja menjadi topik obrolan yang tabu untuk dibicarakan terang-terangan. Termasuk kepada dokter. Padahal dengan membicarakan masalah seksual yang Anda alami, misalnya saja gairah seks rendah, dokter dapat mencari tahu apa akar penyebabnya sehingga bisa mencarikan solusi yang tepat untuk Anda supaya bisa mengatasi masalah tersebut. Nyatanya, kehidupan seks Anda juga bisa menjadi cerminan kesehatan tubuh diri sendiri sekaligus menjadi fondasi keharmonisan dengan pasangan. Lantas, apakah gairah seks rendah harus selalu diperiksakan ke dokter?

Gairah seks bisa saja menurun sewaktu-waktu. Ini wajar dan tidak perlu segera dikonsultasikan ke dokter. Namun jika gairah seksual terus turun dalam jangka waktu lama atau bahkan hilang, ini mungkin menandakan ada suatu kondisi atau penyakit yang mendasarinya.

Berbagai tanda bahwa Anda perlu mendatangi dokter saat gairah seks rendah

Lantas, kapan sebenarnya libido rendah perlu mulai dikhawatirkan dan dicek ke dokter? Ini tanda-tandanya.

1. Saat memengaruhi kepercayaan diri Anda

depresi malam hari

Gairah seks yang terus menurun dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan gejolak masalah emosional.

Anda mungkin jadi stres berlebihan memikirkan apa yang bisa menyebabkannya, juga terus cemas memikirkan bahwa Anda tidak lagi “jago” dalam urusan ranjang dan merasa gagal untuk memuaskan pasangan. Anda terlalu sibuk memikirkan masalah gairah yang sedang dihadapi sehingga membuat Anda sulit fokus pada hal-hal lain yang lebih penting. Lama kelamaan, semua efek psikologis ini akan memengaruhi kualitas hidup Anda dan juga kualitas hubungan Anda dengan pasangan.

Jika Anda mulai merasakan salah satu atau lebih dari tanda-tanda di bawah ini, artinya jangan ragu lagi untuk konsultasi ke dokter atau terapis seks terkait masalah gairah Anda:

  • Tidak bisa menikmati kegiatan lain, selain seks, yang biasanya sangat Anda gemari.
  • Merasa stres dan khawatir terus-terusan tanpa alasan atau penyebab jelas.
  • Merasa minder, rendah diri, atau insecure; merasa Anda tidak lagi menarik dan diinginkan oleh pasangan karena tak lagi mau bercinta sesering dulu.

2. Saat memengaruhi hubungan dengan pasangan

mengatasi ejakulasi dini

Gairah yang menurun sering kali memengaruhi kualitas hubungan Anda dan pasangan. Di satu sisi Anda merasa tertekan dan malu mengapa nafsu seks Anda sangat merosot. Di sisi lain, pasangan Anda mungkin berpikiran bahwa keengganan Anda untuk bercinta adalah karena dirinya yang tidak lagi menarik di mata Anda. Tak jarang hal ini akan meregangkan keharmonisan dan keintiman rumah tangga. Apalagi jika Anda tidak pernah membahas soal masalah gairah Anda dengan pasangan.

Padahal menurut Dr. Lissa Rankin, penulis buku Mind Over Medicine, keintiman, kasih sayang, dan ikatan emosional dengan pasangan berperan penting untuk menciptakan hubungan yang sehat.

Untuk itu, jika masalah gairah sudah memengaruhi kualitas hubungan Anda dan pasangan, segera kunjungi dokter dan terapis seks untuk dicari tahu penyebab serta solusinya.

3. Saat perawatan rumahan tidak lagi efektif

Pertama kali pakai vibrator

Sebagian orang mungkin pertama-tama akan merasa malu untuk langsung pergi ke dokter guna membicarakan masalah gairahnya. Sebagai solusinya, mereka akan lebih dulu mencoba cara-cara “rumahan” berdasarkan sumber-sumber di internet untuk mengembalikan hasrat bercinta mereka. Misalnya dengan mencontek ide berkencan yang baru, mempraktikkan posisi seks yang lebih menantang, hingga mencoba tempat-tempat baru untuk bercinta (di mobil atau kamar mandi, contohnya).

Namun jika cara-cara yang Anda tempuh nyatanya tidak ada yang berhasil, tandanya Anda perlu menemui dokter. Mungkin saja rendahnya gairah seksual Anda diakibatkan oleh gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis. Misalnya karena diabetes, depresi, penyakit jantung, gangguan saraf, atau PCOS.

Selain itu, Sexual Medicine Society of North America memperkirakan 1 dari 10 wanita bisa mengalami kondisi bernama hypoactive sexual desire disorder (HSDD) yang dikenal sebagai gangguan gairah seks wanita.

Intinya, jangan pernah malu, gengsi, atau takut untuk membicarakan masalah seks pada pasangan apalagi pada dokter Anda. Dengan membicarakannya, Anda dan pasangan bisa sama-sama mencari solusi demi rutinitas seks yang menggairahkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

3 Signs It’s Time to Talk to Your Doctor About Your Low Sex Drive

https://www.healthline.com/health/treating-hsdd/talking-to-your-doctor#3 accessed on August 21th 2018

5 Reasons You Should Always Talk To Your Doctor About Your Sex Life

https://www.mindbodygreen.com/0-18472/5-reasons-you-should-always-talk-to-your-doctor-about-your-sex-life.html accessed on August 21th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 28/08/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x