home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulas Lengkap Epididimitis, Radang Saluran Sperma yang Harus Diwaspadai Pria

Mengulas Lengkap Epididimitis, Radang Saluran Sperma yang Harus Diwaspadai Pria

Epididimitis adalah masalah reproduksi yang sangat umum terjadi pada pria di segala usia, tapi seringnya dialami oleh pria usia 14 sampai 35 tahun. Terlebih, pria yang sering berhubungan seks tanpa pengaman dan gonta-ganti pasangan sangat berisiko terkena penyakit yang satu ini. Lantas, seperti apa, sih, epididimitis itu?

Apa itu epididimitis?

Epididimis adalah bagian organ reproduksi dalam pria. Pada bagian belakang testis, terdapat saluran melingkar yang disebut dengan epididimis.

Jika Anda merasakan bagian yang terhubung di sisi atas dan belakang testis, maka itulah epididimis. Saluran ini berperan untuk menyimpan dan membawa sperma dari testis menuju vas deferens (saluran panjang yang menyalurkan sperma matang), lalu ditampung ke uretra.

Dalam kondisi tertentu, epididimis dapat mengalami peradangan dan pembengkakan hingga menimbulkan rasa nyeri. Hal inilah yang disebut dengan epididimitis atau radang saluran sperma.

Dilihat dari kondisi radang yang dapat dialami, epididimitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Epididimitis akut, yaitu radang saluran sperma yang terjadi secara tiba-tiba dan berkembang secara cepat. Jenis epididimitis ini biasanya lebih cepat sembuh karena terjadi kurang dari 6 minggu.
  • Epididimitis kronis, yaitu radang saluran sperma yang berkembang secara perlahan dan menimbulkan nyeri tumpul. Meski demikian, jenis epididimitis ini justru berlangsung lebih lama daripada epididimitis akut, yaitu lebih dari 6 minggu.

Penyebab utama epididimitis adalah penyakit kelamin

Epididimitis disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam uretra, prostat, atau kandung kemih menuju saluran sperma (epididimis), kemudian menyebabkan peradangan. Ada dua penyebab utama epididimis, di antaranya:

1. Penyakit kelamin

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwa beberapa penyakit kelamin, seperti gonore dan klamidia, menjadi penyebab epididimitis yang paling umum pada pria usia 35 tahun ke bawah, seperti dilansir dari Healthline.

Terlebih jika Anda sering gonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim, maka risiko epididimitis dapat semakin meningkat dalam diri Anda.

2. Infeksi saluran kencing

Epididimitis akibat infeksi saluran kencing lebih sering dialami oleh anak-anak dan pria dewasa usia 35 tahun ke atas. Risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami:

  • Pembengkakan prostat yang menekan kandung kemih
  • Memasukkan kateter ke penis
  • Operasi pada selangkangan, kandung kemih, atau kelenjar prostat

Selain karena penyakit kelamin dan infeksi saluran kemih, ada beberapa penyebab epididimitis lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan organ reproduksi. Contohnya penyakit gondok, tuberkulosis, cedera pangkal paha, gangguan ginjal, dan kandung kemih bawaan. Sayangnya, para ahli belum tahu secara pasti kaitan antara hal-hal tersebut.

Tanda dan gejala epididimitis

Saat bakteri mulai masuk ke saluran sperma, epididimis akan mulai meradang dan membengkak. Anda biasanya akan merasakan sakit pada salah satu testis, ketimbang dua-duanya.

Selain nyeri, tanda dan gejala epididimitis adalah:

  • Kantung buah zakar (skrotum) membengkak dan kemerahan
  • Sering buang air kecil
  • Muncul benjolan pada testis
  • Nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi
  • Demam
  • Kencing berdarah
  • Rasa tidak nyaman pada perut bawah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan

Tidak semua pria akan mengalami tanda dan gejala epididimitis yang sama, sebab ini tergantung dari penyebab epididimitis itu sendiri. Contohnya begini. Bila epididimitis Anda disebabkan oleh infeksi saluran kencing, maka bisa jadi Anda akan mengalami nyeri saat buang air kecil. Sementara jika disebabkan oleh penyakit kelamin, maka kemungkinan akan ada cairan berbau menyengat yang akan keluar dari penis Anda.

Apa pun tanda dan gejala yang Anda rasakan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Semakin cepat Anda mendeteksi gejalanya, maka semakin cepat pula penanganannya.

Bagaimana cara mengatasi epididimitis?

Sebagai langkah awal, dokter akan memberikan antibiotik untuk meredakan gejala epididimitis. Meskipun Anda sudah merasa lebih baik setelah minum antibiotik, sebaiknya tetap lanjutkan sampai antibiotiknya habis supaya infeksinya benar-benar tuntas.

Namun, jika kantung buah zakar Anda masih saja terasa sakit dan membengkak, cobalah konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk meredakannya. Anda juga dapat mengompres area selangkangan dengan kain berisi es batu dan menggunakan celana dalam khusus selama beberapa hari.

Yang tak kalah penting, hindari seks tanpa pengaman dan kebiasaan gonta-ganti pasangan. Ingat, hal-hal ini dapat meningkatkan risiko Anda tertular penyakit kelamin dan meningkatkan risiko epididimitis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Epididymitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epididymitis/symptoms-causes/syc-20363853. Accessed 4/10/2018.

Epididymitis. https://www.healthline.com/health/epididymitis. Accessed 4/10/2018.

Epididymitis: Causes, Symptoms, and Treatment. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318146.php. Accessed 4/10/2018.

Epididymitis. https://www.nhs.uk/conditions/epididymitis/. Accessed 4/10/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 21/10/2018
x