home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Epididimitis

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor risiko |Obat & pengobatan |Pengobatan di rumah
Epididimitis

Definisi

Epididimitis adalah kondisi di mana epididimis meradang akibat infeksi atau kondisi lainnya. Epididimis merupakan saluran pada bagian belakang testis yang membawa sperma dari testis menuju uretra.

Saluran ini berperan untuk menyimpan dan membawa sperma dari testis menuju vas deferens—saluran panjang yang menyalurkan sperma matang, lalu ditampung ke uretra.

Dalam kondisi tertentu, bagian organ reproduksi pria ini dapat mengalami peradangan dan pembengkakan hingga menimbulkan rasa nyeri. Hal inilah yang disebut dengan epididimitis atau radang saluran sperma.

Peradangan pada epididimis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Bila testis juga terinfeksi, maka kondisi tersebut disebut epididymo-orchitis.

Jika melihat dari kondisi radang yang dapat dialami, epididimitis terbagi menjadi dua jenis, yakni epididimitis akut dan kronis.

  • Epididimitis akut, yaitu radang saluran sperma yang terjadi secara tiba-tiba dan berkembang secara cepat. Jenis epididimitis ini biasanya lebih cepat sembuh karena terjadi kurang dari enam minggu.
  • Epididimitis kronis, yaitu radang saluran sperma yang berkembang secara perlahan dan menimbulkan nyeri tumpul. Jenis epididimitis ini biasanya berlangsung lebih lama daripada epididimitis akut, yaitu lebih dari enam minggu.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Epididimitis sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini biasanya menyerang pria berusia 19 hingga 35 tahun dan dapat dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Gejala-gejala umum jika Anda mengalami epididimitis, antara lain:

  • epididimis nyeri dan bengkak,
  • demam ringan,
  • merinding,
  • buang air kecil yang sering dan terasa sakit,
  • keluar cairan dari penis,
  • nyeri pada testis,
  • hubungan seks terasa sakit,
  • air mani bercampur darah,
  • rasa tidak nyaman pada perut bawah, dan
  • pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan.

Tidak semua pria mengalami tanda dan gejala yang sama, hal ini tergantung dari penyebab epididimitis itu sendiri.

Contohnya, bila kondisi Anda disebabkan oleh infeksi saluran kencing, maka bisa jadi Anda akan mengalami nyeri saat buang air kecil. Sementara itu, jika disebabkan oleh penyakit menular seksual, maka kemungkinan penis Anda akan mengeluarkan cairan berbau menyengat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki satau atau lebih gejala di atas dan pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Epididimitis disebabkan oleh masuknya bakteri ke dalam uretra, prostat, atau kandung kemih yang menuju saluran sperma dan epididimis. Hal inilah yang menyebabkan peradangan dan testis bengkak.

Selain karena infeksi bakteri pada organ reproduksi pria, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan epididimitis seperti berikut ini.

1. Penyakit kelamin

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwa beberapa penyakit kelamin, seperti gonore dan klamidia, menjadi penyebab epididimitis yang paling umum pada pria usia 35 tahun ke bawah.

Risiko ini timbul jika Anda sering gonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim.

2. Infeksi saluran kencing

Epididimitis akibat infeksi saluran kencing (ISK) lebih sering dialami oleh anak-anak dan pria dewasa usia 35 tahun ke atas. Risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami:

  • pembengkakan prostat yang menekan kandung kemih,
  • memasukkan kateter ke penis, dan
  • operasi pada selangkangan, kandung kemih, atau kelenjar prostat.

3. Epididimitis kimia

Kondisi penumpukan urine pada epididimis yang terjadi apabila ada aliran urine yang mengarah sebaliknya. Hal ini bisa terjadi jika Anda mengangkat beban berat atau mengejan terlalu keras.

Tekanan yang terjadi pada perut bagian bawah dapat memaksa aliran urine dari kandung kemih ke epididimis. Akibatnya, terjadi iritasi kimiawi dari urine yang bisa memicu epididimitis.

4. Trauma

Trauma atau cedera yang terjadi pada area kelamin, terutama sekitar selangkangan, dapat memicu perkembangan epididimitis. Olahraga dan bersepeda menjadi sejumlah aktivitas yang berpotensi menyebabkan cedera selangkangan.

5. Kelainan saluran kemih bawaan

Gangguan ini bisa terjadi pada anak-anak, di mana dalam banyak kasus disebabkan oleh kelainan bawaan yang memengaruhi struktur dan fungsi saluran kemih.

Kelainan bawaan atau kongenital mampu meningkatkan risiko anak laki-laki mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang memicu epididimitis.

6. Efek samping amiodarone

Pria yang menderita gangguan irama jantung dan mengonsumsi obat amiodarone (Pacerone, Cordarone) dalam dosis tinggi bisa menimbulkan efek samping penumpukan pada epididimis.

7. Penyakit gondongan

Penyakit gondongan atau parotitis yang disebabkan infeksi virus paramyxovirus juga dapat memicu peradangan pada epididimis. Kondisi ini juga dapat menimbulkan peradangan pada keseluruhan testis yang disebut sebagai orchitis.

8. Tuberkulosis

Tuberkulosis epididimis merupakan salah satu bentuk infeksi virus tuberkulosis (TBC) yang terjadi di luar paru. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dewasa muda, namun sangat jarang terjadi.

Sayangnya beberapa penyebab di atas masih memerlukan penelitian lebih lanjut, dikarenakan para ahli belum tahu secara pasti kaitannya dengan kondisi ini.

Faktor risiko

Epididimitis adalah kondisi yang bisa disebabkan karena beberapa faktor risiko seperti berikut.

  • Pria yang belum disunat.
  • Melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual.
  • Memiliki tuberkulosis.
  • Mengalami gangguan pada saluran kencing.
  • Baru saja menjalani operasi saluran kencing atau mengalami cedera paha.
  • Menggunakan kateter urine atau selang kencing.
  • Mengonsumsi obat amiodaron.
  • Prostat membesar.

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Epididimitis adalah kondisi yang dapat diobati dengan obat-obatan untuk membunuh bakteri atau mengendalikan kondisi penyebab. Obat-obatan, seperti antibiotik dan pereda nyeri sering digunakan. Pada kondisi tertentu, prosedur operasi juga disarankan oleh dokter.

Antibiotik

Sebagai langkah awal, dokter akan memberikan antibiotik untuk meredakan gejala epididimitis. Meskipun Anda sudah merasa lebih baik setelah minum antibiotik, sebaiknya tetap lanjutkan sampai antibiotiknya habis supaya infeksinya benar-benar tuntas.

Obat pereda nyeri

Jika kantung buah zakar Anda masih saja terasa sakit, nyeri, dan membengkak, cobalah konsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen untuk meredakannya. Anda juga dapat mengompres area selangkangan dengan kain berisi es batu dan menggunakan celana dalam khusus selama beberapa hari.

Operasi

Tindakan operasi diperlukan apabila sudah timbul komplikasi, seperti munculnya abses pada epididimis. Prosedur juga bisa dipertimbangkan apabila epididimitis disebabkan oleh kelainan fisik yang mendasari. Dalam hal ini, dokter akan melakukan prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh epididimis (epididimektomi) untuk mengeliminasi penyebab.

Hal lain yang tak kalah penting, hindari seks tanpa pengaman dan kebiasaan gonta-ganti pasangan. Ingat, hal-hal ini dapat meningkatkan risiko Anda tertular penyakit kelamin dan meningkatkan risiko epididimitis.

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk diagnosis kondisi ini?

Dokter dapat memulai dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa testis atau area kunci paha, serta memperhatikan perubahan yang abnormal, seperti keluar cairan dari penis. Dokter dapat mengambil sampel cairan untuk menguji adanya penyakit tertentu.

Beberapa tes lainnya untuk mendiagnosis epididimitis pada pria antara lain sebagai berikut.

  • Skrining penyakit menular seksual: sampel cairan dari uretra diambil untuk diperiksa adanya infeksi bakteri gonore atau klamidia.
  • Tes urine dan tes darah: sampel diambil untuk dilihat adanya kelainan.
  • Pemeriksaan colok dubur: dokter menggunakan sarung tangan dengan pelumas yang dimasukkan ke dalam lubang dubur untuk memeriksa adanya benjolan prostat.
  • Ultrasound (USG): tes pencitraan ini dapat mengeliminasi torsio testis dan kondisi lainnya. Tes ini membantu dokter untuk melihat bagian tubuh secara jelas dan melihat penyebab utama.

Pengobatan di rumah

Di bawah ini perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi epididimitis.

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur.
  • Hindari hubungan seksual dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Hindari mengangkat objek yang berat terlebih dulu.
  • Kenakan peralatan atletik pendukung jika Anda berolahraga dengan benturan keras.
  • Carilah posisi yang nyaman untuk mengangkat skrotum dan tempelkan kompres es (ice pack) untuk mengurangi pembengkakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Epididymitis – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2020). Retrieved 23 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epididymitis/diagnosis-treatment/drc-20363854

Epididymitis. nhs.uk. (2018). Retrieved 23 April 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/epididymitis/.

Martel, J., & Rogers, G. (2019). Epididymitis: Signs, Diagnosis, and Treatment. Healthline. Retrieved 23 April 2020, from https://www.healthline.com/health/epididymitis.

Seymour, T., & Biggers, A. (2017). Epididymitis: Causes, symptoms, and treatment. Medicalnewstoday.com. Retrieved 23 April 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/318146.

Epididymitis And Orchitis – Harvard Health. Harvard Health. (2019). Retrieved 18 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/epididymitis-and-orchitis-a-to-z

Man, J., Cao, L., Dong, Z., Tian, J., Wang, Z., & Yang, L. (2020). Diagnosis and treatment of epididymal tuberculosis: a review of 47 cases. PeerJ, 8, e8291. https://doi.org/10.7717/peerj.8291

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x