Tes Fungsi Paru, Metode Diagnosis Penyebab Sesak Napas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sesak napas atau dispnea adalah salah satu kondisi kesehatan yang umum ditemui di masyarakat. Orang yang mengalami sesak napas biasanya mengeluhkan adanya nyeri di bagian dada serta kesulitan mengambil napas dengan normal. Terdapat berbagai macam kondisi yang bisa menjadi penyebab sesak napas. Menjalani tes fungsi paru akan membantu dokter mendapatkan diagnosis yang tepat penyebab sesak napas Anda. Bagaimana caranya melakukan tes fungsi paru?

Pemeriksaan untuk diagnosis penyebab sesak napas

sesak napas

Sesak napas merupakan keluhan yang cukup banyak ditemukan sebagai gejala penyakit-penyakit tertentu. Menurut American Family Physician, umumnya terdapat 4 jenis diagnosis diferensial untuk mengetahui penyebab di balik sesak napas.

Diagnosis diferensial adalah daftar penyakit atau masalah kesehatan yang menyebabkan gejala-gejala tertentu. Berikut adalah diagnosis diferensial untuk penyebab sesak napas:

  • masalah jantung
  • masalah paru-paru
  • masalah jantung dan paru
  • kondisi lain yang tidak berkaitan dengan jantung dan paru

Keempat kondisi kesehatan di atas masih bisa dibagi lagi menjadi berbagai jenis penyakit lainnya. Masalah jantung dapat terdiri dari penyakit jantung koroner, aritmia, atau kardiomiopati. Masalah paru bisa berupa asma, pneumotoraks, pneumonia, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sesak napas juga disebabkan oleh penyakit yang tak ada hubungannya dengan masalah jantung atau paru-paru, seperti anemia, diabetes ketoasidosis, hingga masalah psikis seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Agar dokter dan tim medis dapat mengetahui apa penyakit yang menjadi penyebab utama sesak napas Anda, diagnosis biasanya dilakukan dalam tiga tahap, yaitu menanyakan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta tes dengan alat medis.

Pada kebanyakan kasus, kondisi sesak napas dapat langsung ditelusuri penyebabnya melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, misalnya pada pasien penderita masalah jantung atau paru-paru.

1. Mengetahui riwayat kesehatan pasien

tes untuk dermatitis kontak

Dengan menanyakan riwayat kesehatan sebelum tes diagnosis, dokter bisa mengetahui beberapa petunjuk yang dapat menjelaskan gejala sesak napas Anda. Di sini, dokter akan bertanya mengenai gejala sesak napas Anda secara mendalam, misalnya seberapa sering kondisi tersebut muncul, berapa lama durasinya, kapan waktu terjadinya, serta gejala lain yang juga timbul ketika serangan sesak napas berlangsung.

Pasalnya, karakteristik tertentu dari sesak napas dapat merujuk ke penyakit tertentu. Selain itu, Anda juga akan ditanyakan mengenai kebiasaan sehari-hari, gaya hidup (seperti merokok), serta obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Akan lebih membantu jika Anda juga memberi tahu penyakit apa yang sedang atau pernah Anda derita. Hal ini akan mempermudah dokter dan tim medis dalam menentukan diagnosis dari sesak napas Anda.

2. Melakukan pemeriksaan fisik

periksa ke dokter diabetes

Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada tubuh Anda. Pemeriksaan fisik juga dapat membantu dokter dan tim medis untuk mendapatkan diagnosis dari penyebab sesak napas, serta menghindari penggunaan tes alat medis yang tidak perlu.

Tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan riwayat kesehatan, dokter akan mencari tahu berbagai karakteristik atau kondisi tertentu dalam tubuh Anda yang menunjukkan adanya penyakit tertentu. Ini dikarenakan terdapat kondisi-kondisi selain gejala sesak napas yang perlu dokter temukan untuk menentukan diagnosis.

Salah satu contohnya adalah gejala hidung tersumbat atau suara napas berbunyi, yang kemungkinan menandakan penyakit asma. Suara paru yang dapat didengarkan melalui stetoskop juga dapat menjadi pertanda beberapa penyakit penyebab sesak nafas. Metode lainnya adalah mengecek adanya pembengkakan di bagian tubuh tertentu, misalnya pembengkakan di kelenjar tiroid atau getah bening di leher.

3. Tes fungsi paru

tes treadmill diagnosis sesak napas

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin saja butuh melakukan pemeriksaan dengan alat medis untuk menegakkan diagnosis penyebab sesak napas. Jika dokter menduga sesak napas disebabkan oleh penyakit jantung atau paru-paru, Anda mungkin akan diminta menjalani tes tambahan dengan rontgen dada atau elektrokardiogram (EKG).

Diagnosis dengan radiologi dan elektrokardiogram umumnya dapat menunjukkan penyebab utama dari sesak napas Anda. Namun, dalam kasus tertentu, dokter perlu melakukan tes fungsi paru sebagai lini kedua pemeriksaan untuk dapat menyimpulkan diagnosis penyebab sesak napas dengan pasti.

Beberapa tes fungsi paru yang umum digunakan untuk mendiagnosis penyebab sesak napas, antara lain:

  • Spirometri dan peak flow meter

    Spirometri adalah tes menggunakan alat spirometer atau peak flow meter untuk mengukur seberapa baik Anda bernapas. Umumnya, tes ini dilakukan untuk menetapkan diagnosis sesak napas yang disebabkan oleh asma, PPOK, atau emfisema. Tak hanya di rumah sakit atau klinik, Anda juga bisa melakukan tes ini secara mandiri di rumah.

  • Tes volume paru

    Pemeriksaan ini mirip dengan tes spirometri. Bedanya, Anda akan diminta untuk berada di dalam ruangan kecil selama melakukan tes. Tidak berbeda jauh dengan spirometri, tes ini akan mengukur seberapa banyak udara yang dapat masuk ke dalam paru-paru, serta sisa udara yang terdapat di paru-paru setelah Anda mengembuskan napas kuat-kuat.

  • Tes kapasitas difusi paru

    Tes kapasitas difusi dilakukan untuk mengetahui seberapa baik paru-paru Anda mengatur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Normalnya, oksigen seharusnya masuk ke dalam darah dari paru-paru, dan karbon dioksida akan masuk ke dalam paru-paru dari darah. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida inilah yang akan dicek dengan tes difusi.

  • Analisis gas darah

    Tes diagnosis ini juga dapat mengetahui adanya kelainan dalam darah Anda sebagai penyebab sesak napas. Analisis gas darah dapat mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah Anda. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh arteri di pergelangan tangan.

  • Oksimeter nadi

    Tes oksimeter nadi adalah tes menggunakan cahaya infra merah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah. Tes ini juga dapat mengetahui seberapa baik oksigen disebarkan ke seluruh tubuh Anda. Tes oksimeter nadi tidak memerlukan jarum atau alat lain yang dimasukkan ke dalam tubuh, tapi dapat memberikan hasil akhir yang akurat.

  • Tes exhaled nitric oxide

    Untuk pemeriksaan ini, dokter akan mengukur kadar nitrat oksida yang diembuskan paru-paru Anda. Semakin tinggi kadar nitrat oksida, kemungkinan adanya peradangan di saluran pernapasan semakin tinggi. Tes ini dilakukan dengan cara memasang klip pada hidung dan mouthpiece pada mulut. Kedua alat tersebut terhubung dengan monitor yang akan digunakan untuk mengecek pernapasan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Edukasi seksual pada remaja sangat penting untuk menjaga dari kehamilan yang tidak diinginkan serta pencegahan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
HIV/AIDS 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Resep Brunch Lezat, Buat Anda yang Suka Sarapan Siang-Siang

Brunch adalah istilah yang digunakan saat makan di antara jam sarapan dan makan siang. Seperti apa menu yang sehat untuk brunch?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
posisi berhubungan intim

5 Posisi Berhubungan Intim yang Paling Populer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit