12 Penyakit yang Bisa Menyerang Paru-Paru, Waspadai Bahayanya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Paru-paru adalah organ vital dalam sistem pernapasan manusia. Saat terjadi gangguan di paru-paru, Anda bisa mengalami gejala, seperti sesak napas, batuk terus-menerus, atau napas pendek disertai mengi. Berbagai macam penyakit dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru, dengan gejala dan tingkat keparahan yang berbeda. Agar bisa mengantisipasi bahayanya, simak lebih lengkap dalam ulasan berikut ini.

Macam-macam penyakit yang menyerang paru-paru

Paru-paru berfungsi mengatur pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh. Saat bernapas, oksigen yang dihirup dari luar akan masuk ke paru-paru dan diedarkan ke dalam darah.

Pada saat bersamaan, karbon dioksida yang berada dalam darah akan masuk ke dalam paru-paru untuk dikeluarkan saat Anda membuang napas ke udara. Adanya masalah atau sakit di paru-paru dapat memengaruhi keberlangsungan proses pertukaran udara ini.

Sebenarnya terdapat banyak sekali penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru. Berikut ini adalah beberapa kondisi dan penyakit di paru-paru, mulai dari yang paling umum dialami hingga yang mengakibatkan gejala serius. 

1. Asma

Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas akibat adanya peradangan. Penyempitan saluran napas ini dapat memengaruhi kerja paru-paru khususnya menghambat proses pertukaran udara.

Kondisi menyempitnya saluran napas inilah yang menyebabkan gejala khas dari asma, yakni bunyi mengi (napas berbunyi ngik ngik). 

Saat kambuh, beberapa orang mungkin merasa sakit paru-paru terutama di sebelah kiri, tapi bisa juga pada kedua sisi. Gejala lainnya meliputi sesak napas dan batuk. 

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, penyebab utama penyakit paru-paru ini belum diketahui secara pasti. Asma tidak bisa sembuh total dan dapat kambuh akibat faktor pemicu, seperti udara dingin yang juga bisa memperparah gejala.

Untungnya, Anda bisa mengendalikan kekambuhan gejalanya dengan pengobatan asma dan menghindari faktor pemicu.

2. Pneumonia 

pneumonia aspirasi

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang umum pada sistem pernapasan. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai paru-paru basah. Penyebab pneumonia adalah infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang kantung udara (alveolus) pada paru-paru. 

Infeksi di alveolus mengakibatkan peradangan, sehingga paru-paru terendam oleh cairan dan menyebabkan beberapa sel mati akibat kerusakan yang disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini akan membuat oksigen di paru-paru sulit dialirkan ke pembuluh darah. Akibatnya, penderita akan mengalami gejala seperti batuk menerus dan sesak napas.

Orang yang sakit paru-paru akibat pneumonia bisa menularkan penyakit ini saat batuk, bersin atau menyentuh permukaan dengan tangan yang terkontaminasi virus.

3. Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit paru-paru yang terjadi akibat peradangan di bronkus, yaitu percabangan saluran udara yang mengarah ke paru-paru. Penyebab utama bronkitis adalah infeksi virus dan iritasi asap rokok. 

Infeksi pada bronkus akan menimbulkan peradangan sehingga oksigen yang dihirup menjadi terhambat untuk masuk ke dalam paru-paru. Orang yang sakit paru-paru akibat bronkitis juga akan mengalami batuk berdahak berkepanjangan. Dahak akibat bronkitis biasanya kental dan tidak berwarna.

Penyakit ini bisa berlangsung akut dengan kondisi yang terus membaik setelah 10 hari tanpa meninggalkan kerusakan berarti di paru-paru. Namun, bronkitis juga bisa berlangsung kronis dan menyebabkan kondisi seperti penyakit paru obstruktif kronis.

4. PPOK

ppok dan pneumonia

PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) merupakan penyakit paru-paru yang berkembang dengan progresif. Gejalanya akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. American Lung Association menjelaskan bahwa penyakit ini meliputi dua kondisi, yakni bronkitis kronis dan emfisema.

Jika bronkitis menyerang percabangan paru, yaitu bronkus, emfisema menyerang kantung udara di paru-paru, alias alveolus. Kedua kondisi ini bisa membuat saluran udara di paru-paru tersumbat sehingga penderitanya sangat kesulitan untuk bernapas. 

Gejala penyakit ini akan berkembang secara bertahap ditandai dengan batuk yang tak kunjung sembuh dan sesak napas yang sering muncul, terutama saat berkegiatan. 

Beberapa penyebab utama sakit paru ini adalah merokok, paparan zat kimia yang mengiritasi paru-paru seperti polusi hasil limbah industri, dan faktor genetik yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi protein Alpha-1. Protein ini berguna untuk melindungi paru-paru.

5. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis juga termasuk penyakit paru-paru yang umum terjadi. Penularannya tejadi melalui udara dan percikan air liur. Namun, penularan TBC bisa terjadi dari kontak dekat dan interaksi rutin dengan penderita. 

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Bakteri bisa menetap di dalam tubuh, tapi tidak aktif menginfeksi atau disebut dengan kondisi TB laten. Saat aktif menginfeksi (TB aktif), bakteri akan menimbulkan gejala seperti batuk kronis

Meskipun bakteri pada awalnya menyebabkan infeksi di paru-paru, bakteri juga bisa menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, dan menyebabkan komplikasi. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjalani pengobatan tuberkulosis dengan teratur. Pasalnya, risiko kebal antibiotik bisa terjadi jika Anda tidak minum obat sesuai dengan anjuran dokter. 

6. Efusi pleura

Istilah paru-paru basah memang sering digunakan pada penyakit pneumonia, tapi terdapat juga gangguan lain yang bisa menunjukkan kondisi yang sama, yakni efusi pleura.

Efusi pleura terjadi ketika ada penumpukan cairan di rongga pleura yang terletak di antara paru-paru dan dinding dada. Kondisi ini bisa terjadi akibat masalah kesehatan tertentu seperti gagal jantung, infeksi paru-paru, kanker, atau pankreatitis.

Pada pleura memang normalnya terdapat cairan yang dapat membantu pergerakan paru-paru dalam proses pernapasan. Akan tetapi, kelebihan cairan di paru-paru justru dapat mengakibatkan seseorang kesulitan bernapas. 

Selain sakit di paru-paru, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya sulit bernapas, batuk, demam, dan memiliki kadar oksigen dalam darah yang rendah.

7. Pleuritis

tanda hipertensi paru

Pleuritis adalah peradangan yang menyerang pleura, yaitu selaput yang memisahkan kedua sisi paru dan dinding dada. 

Peradangan pada pleura ini bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran napas, tumor, patah tulang rusuk, kanker paru, luka di dada, hingga lupus. Radang selaput paru bisa menyebabkan sakit di dada saat bernapas disertai dengan gejala batuk dan demam.

Namun, rasa sakit pada paru-paru bisa bertambah parah dan menyebar ke tubuh bagian atas, memengaruhi bagian bahu dan punggung. 

Gangguan paru seperti efusi pleura bisa ikut muncul akibat pleura yang meradang. Selain itu, komplikasi berbahaya berisiko terjadi akibat paru-paru tertekan oleh cairan dan nanah dan menyebabkan gagal napas. 

Jika peradangan menyerang paru kiri, Anda dapat merasakan sakit yang cukup tajam pada paru-paru atau dada sebelah kiri.

8. Emboli paru

Emboli paru adalah kondisi saat salah satu arteri di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah. Penyebab penyakit paru-paru ini adalah terdapatnya gumpalan beku di pembuluh darah yang mengalir dari kaki ke arah paru-paru. 

Akibatnya, gumpalan beku ini menghalangi aliran darah yang menuju paru-paru. Emboli paru bisa menyebabkan nyeri dada, sesak napas, tekanan darah rendah, hingga batuk darah.

Umumnya, penyakit paru ini dialami oleh lansia (usia lebih dari 70 tahun) dan orang-orang yang menderita obesitas. Kondisi yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah ke paru-paru ini dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Anda perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami sakit pada dada yang tidak tertahankan dan gejala lain dari emboli paru.

9. Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah kondisi yang terjadi akibat bocornya udara dari paru-paru dan masuk di antara paru-paru dan dinding dada. Udara yang bocor bisa memberi tekanan dan membuat paru-paru rusak. 

Gangguan kesehatan ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada orang sehat dan orang yang mengalami komplikasi penyakit paru. Penyebab lain penyakit ini adalah kanker paru-paru, PPOK, cedera dada, dan operasi dada atau perut.

Pneumotoraks sebenarnya menandakan bahwa paru-paru tidak dapat berfungsi dengan optimal dalam mengalirkan udara. Maka dari itu, kondisi ini biasanya menimbulkan gejala, seperti nyeri dada, gagal napas, hingga gagal jantung.

10. Hiperventilasi

posisi saat sesak napas penyakit paru

Hiperventilasi adalah kondisi saat kadar karbon dioksida dalam tubuh berkurang secara drastis. Kondisi ini biasa terjadi saat seseorang mengalami serangan panik (panic attack). 

Kondisi ini sangat memengaruhi kerja paru-paru, ditandai dengan perubahan fase pernapasan seperti bernapas terlalu cepat serta rasa nyeri di dada.

Banyaknya karbon dioksida yang terbuang memicu penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Akibatnya, Anda akan merasa pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mati rasa dan kesemutan pada jari, hingga hilang kesadaran atau pingsan.

Penyebab lainnya yang bisa memicu hiperventilasi adalah ketakutan berlebihan atau fobia, stres, efek samping obat-obatan, kehamilan, dan infeksi di paru-paru. 

Serangan panik bisa datang berulang kali, tapi Anda bisa mengatasinya dengan melakukan teknik pernapasan dalam, mengelola stres, dan jika diperlukan pengobatan antidepresan yang dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

11. Kanker paru

Kanker paru merupakan penyakit paru berbahaya. Beberapa gejala kanker paru, yaitu sakit paru-paru sebelah kiri atau sakit dada, batuk terus-menerus, mengi, batuk berdarah, suara serak, hingga peradangan di paru-paru. 

Namun, tingkat keparahan gejala bisa berbeda tergantung dari tahapan atau stadium perkembangan sel kanker.

Setiap orang berisiko mengalami kanker paru, tapi perokok aktif dan pasif mempunyai risiko yang lebih tinggi. Selain itu, penyakit ini tak hanya bisa menyerang paru, tetapi juga menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

12. Kostokondritis

Kostokondritis terjadi ketika tulang rawan pada tulang rusuk mengalami peradangan hingga menyebabkan rasa nyeri. Sakit paru-paru sebelah kiri bisa menjadi salah satu gejalanya jika tulang yang meradang berada di kiri dada.

Rasa nyeri ini tak hanya terjadi di dada saja tetapi juga menyebar ke belakang. Kostokondritis tidak mengancam nyawa, akan tetapi rasa sakit yang menyerang bisa mengganggu. Kondisi ini terjadi akibat mengangkat beban terlalu berat.

Terdapat berbagai penyakit yang dapat menyebabkan gangguan di paru-paru. Meskipun memiliki gejala yang serupa seperti batuk dan sesak napas, setiap penyakit bisa memiliki tingkat keparahan gejala yang berbeda. 

Setiap penyakit ini perlu diantisipasi, tapi Anda perlu mewaspadai penyakit yang memberikan dampak serius seperti kerusakan pada paru-paru. Apabila mengalami gangguan pernapasan yang tidak kunjung sembuh, segera berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Oang dengan asma memiliki saluran pernapasan yang menyempit dan meradang, latihan pernapasan yang benar bisa mengurangi gejala sesak yang sering timbul.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Asma, Health Centers 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 25/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ilmuwan melihat adanya perubahan pada pada kondisi paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh, kondisi paru-paru mereka mengalami pelemahan fungsi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker paru dan tbc

Mengenali Perbedaan Antara Gejala Kanker Paru dan TBC (Tuberculosis)

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit