home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pentingnya Mengetahui Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga

Pentingnya Mengetahui Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga

Ketika Anda konsultasi ke dokter untuk keluhan atau penyakit tertentu, salah satu hal yang paling pertama ditanyakan dokter adalah rekam medis Anda serta riwayat kesehatan keluarga. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu seperti apa riwayat keluarganya sendiri. Padahal penting untuk mengetahui silsilah kesehatan dan penyakit turunan di keluarga Anda. Kenapa itu penting, dan bagaimana cara mengetahuinya? Simak penjelasan berikut ini.

Mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat memprediksi kesehatan Anda

Silsilah kesehatan keluarga berkaitan dengan kesehatan Anda. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang dapat diturunkan dari nenek moyang ke anak cucu. Beda dengan penyakit influenza atau demam berdarah dengue (DBD), penyakit genetik tidak semata-mata disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dari luar. Penyebabnya adalah kerusakan pada gen dalam tubuh akibat radikal bebas dan bahan-bahan kimia yang lantas mengubah kode genetik Anda. Perwujudan kerusakan genetik ke anak cucu dapat berupa cacat fisik bawaan maupun penyakit keturunan.

Gen yang ada di dalam tubuh Anda dibentuk dari kombinasi gen ayah dan gen ibu. Nantinya, gen yang paling dominanlah yang akan menentukan kondisi fisik dan psikologis Anda. Misalnya ayah Anda gemar merokok sejak Anda belum lahir. Racun dan bahan kimia dari rokok pun menyebabkan kerusakan pada gen ayah. Kerusakan tersebut akhirnya memicu kanker paru.

Gen ayah yang sudah rusak tersebut akan terbawa oleh sel sperma. Bila gen ini sifatnya cukup kuat dan dominan, gen ini akan tetap hidup dalam janin yang terbentuk dari pembuahan sel sperma dan sel telur. Maka ketika Anda lahir, Anda sudah mewarisi bakat penyakit kanker paru dari gen ayah. Gen rusak akan terus dibawa turun-temurun di pohon keluarga Anda.

Risiko kanker paru makin meningkat kalau Anda menjalani gaya hidup yang bisa memicu penyakit ini. Misalnya Anda terpapar asap rokok ayah sejak kecil atau Anda sendiri merokok. Jadi, dengan mengetahui riwayat keluarga Anda dengan rinci, hal ini dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi kesehatan Anda, jika Anda sedang mengalami suatu gangguan kesehatan tertentu.

Lagipula, meski tidak memiliki gangguan kesehatan tertentu, dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga, Anda akan lebih waspada dan memerhatikan kondisi kesehatan Anda.

Penyakit yang biasanya diturunkan di keluarga

Beberapa penyakit diketahui diakibatkan oleh faktor genetik. Penyakit yang mungkin diakibatkan oleh faktor genetik bawaan yaitu:

Dari mana informasi riwayat kesehatan keluarga bisa saya dapatkan?

Tidak mudah memang untuk mengetahui riwayat kesehatan seluruh anggota keluarga, apalagi jika Anda memiliki keluarga yang sangat besar. Semua informasi tersebut bisa Anda dapatkan dari anggota keluarga yang memiliki hubungan darah dengan Anda.

Ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada anggota keluarga Anda:

  • Adakah anggota keluarga yang meninggal akibat penyakit kronis? Penyakit apa yang diderita dan pada usia berapa ia sakit?
  • Apakah ada gangguan kesehatan yang telah turun temurun terjadi?
  • Apakah di keluarga ada riwayat keguguran atau kelahiran cacat?
  • Apakah di keluarga ada alergi tertentu?

Anda bisa memulai menanyakan dan menggali informasi dari anggota keluarga inti, seperti ayah, ibu, dan saudara kandung. Jika Anda masih memiliki kakek atau nenek, hal ini justru lebih baik karena Anda bisa mendapatkan lebih banyak informasi dari keduanya.

Informasi apa saja yang harus saya dapatkan untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga?

Mungkin pada awalnya, Anda berpikir kalau cukup sulit untuk mengumpulkan informasi seperti ini. Tetapi, sebenarnya Anda tak perlu menggali semua informasi dari keluarga Anda. belum tentu, mereka juga ingat dengan informasi yang Anda butuhkan. Jadi, fokuslah pada hal-hal yang penting seperti:

  • Gangguan kesehatan utama yang pernah dialami. Tak perlu Anda tanyakan semua penyakit yang pernah menyerang anggota keluarga Anda satu per satu. Fokus dengan penyakit utama yang biasanya merupakan penyakit kronis yang dialami keluarga Anda. Tanyakan padanya, jenis penyakit serta tingkat keparahan yang dialaminya saat itu.
  • Penyebab dari kematian. Anda harus mencari tahu apa penyebab meninggalnya beberapa angota keluarga Anda terdahulu. Ingat-ingat, bila penyebabnya adalah penyakit kronis. Hal ini mungkin saja bisa menjadi penyakit genetik bawaan dan menyebabkan Anda berisiko juga mengalaminya.
  • Usia saat terkena penyakit. Tak hanya jenis serta tingkat keparahan suatu penyakit, tetapi Anda juga harus tahu pada usia berapa keluarga Anda terkena penyakit kronis tersebut.
  • Etnis. Anda harus tahu etnis keluarga Anda apa, pasalnya etnis menjadi beberapa faktor risiko dari gangguan kesehatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2016). Family Health History: Why It’s Important and What You Should Know. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/family-health-history-day#talk-to-your-family3  [Accessed 6 Oct. 2017].

Mayo Clinic. (2017). What can your family medical tree tell you?. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/medical-history/art-20044961?pg=2  [Accessed 6 Oct. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 04/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x