backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Analisa Gas Darah, Tes untuk Mengukur Oksigen dan Karbon Dioksida

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Analisa Gas Darah, Tes untuk Mengukur Oksigen dan Karbon Dioksida

Analisa gas darah adalah prosedur penting untuk mendiagnosis kondisi medis yang melibatkan evaluasi tingkat oksigen, karbon dioksida, dan pH dalam darah. Bagaimana prosedur ini dilakukan? Cari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah ini. 

Apa itu analisa gas darah?

Pemeriksaan analisa gas darah atau AGD adalah prosedur medis untuk mengukur pH, kadar oksigen, dan karbon dioksida pada darah dari pembuluh arteri.

Tes yang juga dikenal dengan nama arterial blood gas (ABG) ini dapat melihat kemampuan paru-paru untuk mengirim oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah.

Prosedur ini dapat membantu dokter menafsirkan kondisi yang memengaruhi sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan proses metabolisme tubuh. 

Nantinya, prosedur ini akan mengambil sampel darah dari arteri tubuh pasien. Selain itu, sampel darah juga bisa diambil dari sistem peredaran darah lainnya, seperti pembuluh vena. 

Analisa gas darah meliputi pengukuran berbagai parameter kimia dalam sampel darah arteri, yang meliputi berikut ini.

  • Tingkat oksigen (PaO2): Menunjukkan tekanan parsial oksigen dalam darah arteri. Ini memberikan informasi tentang kemampuan paru-paru untuk mengambil oksigen dari udara dan memasukkannya ke dalam darah.
  • Tingkat karbon dioksida (PaCO2): Menunjukkan tekanan parsial karbon dioksida dalam darah arteri. Ini mencerminkan kemampuan paru-paru untuk mengeluarkan karbon dioksida dari darah ke udara.
  • pH darah: Menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan dalam darah. pH darah yang normal penting untuk fungsi normal tubuh. Adapun perubahan pH dapat mengindikasikan masalah metabolik atau pernapasan.
  • Bikarbonat (HCO3-): Menunjukkan kadar ion bikarbonat dalam darah arteri. Ini juga memberikan informasi tentang keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
  • Konsentrasi elektrolit: Termasuk natrium (Na+), kalium (K+), dan klorida (Cl-), keseimbangan elektrolit yang tepat penting untuk fungsi seluler dan sistem saraf.

Kapan saya harus menjalani analisa gas darah?

asam amino dalam darah

Melansir Cleveland Clinic, dokter akan meminta pasien untuk melakukan prosedur analisa gas darah karena beberapa alasan berikut ini. 

  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Ini adalah cedera paru-paru yang mengancam yang menyebabkan kadar oksigen sangat rendah dalam darah.
  • Sepsis berat. Ini adalah kondisi yang disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi. 
  • Syok septik. Ini terjadi ketika adanya kondisi syok disertai dengan infeksi. 
  • Syok hipovolemik. Ini terjadi saat pasien kehilangan banyak darah atau cairan yang membuat jantung tidak mampu memompa cukup darah. 
  • Ketoasidosis terkait diabetes (DKA). Ini adalah komplikasi serius yang mengancam jiwa yang bisa terjadi pada penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1. 
  • Gagal napas akut. Ini terjadi ketika cairan menumpuk di kantung udara paru-paru, sehingga paru-paru sulit untuk melepaskan oksigen ke dalam darah. 
  • Serangan asma. Gejala asma yang memburuk secara tiba-tiba yang disebabkan oleh pengetatan otot di saluran pernapasan. 

Selain itu, tes analisa gas darah juga kerap digunakan untuk mendeteksi adanya kondisi berikut ini. 

Kadar oksigen dan tingkat pernapasan dapat menandai seberapa tingkat oksidasi darah, tetapi analisa gas pada darah dapat memberikan pengukuran yang lebih tepat.

Keseimbangan pH pada darah dan kadar oksigen dan karbon dioksida dapat menunjukkan bagaimana paru-paru dan ginjal Anda berfungsi.

Dengan mengetahui adanya ketidakseimbangan pada pH dan gas darah, maka dapat memberikan peringatan awal tentang penyakit yang ada di dalam tubuh Anda.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum analisa gas darah?

Sebelum memutuskan untuk menjalani pemeriksaan AGD, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal di bawah ini.

  • Hasil AGD saja tidak memberikan cukup informasi untuk mendiagnosis penyakit. Sebagai contoh, AGD tidak dapat menentukan apakah kadar yang rendah disebabkan oleh paru-paru atau jantung.
  • Hasil analisa gas darah digunakan bersamaan dengan hasil pemeriksaan dan tes lainnya untuk mendapatkan diagnosis penyakit yang lebih akurat.
  • Tes AGD pada umumnya dilakukan pada pasien yang menderita cedera atau penyakit parah. Ini dapat mengukur seberapa baik paru-paru dan ginjal bekerja dan seberapa baik tubuh menggunakan tenaga.
  • Tes AGD paling efektif digunakan saat laju pernapasan meningkat atau menurun atau ketika pasien memiliki kadar gula darah (glukosa) yang tinggi, infeksi parah, atau gagal jantung.

Seperti apa proses analisa gas darah?

cek golongan darah di mana

Untuk gambaran lebih lengkapnya, berikut adalah prosedur analisa gas darah yang akan Anda lewati sebelum, selama, dan sesudah tes berlangsung:

1. Sebelum pemeriksaan

Menjelang tes analisa gas darah, konsultasikan kepada dokter mengenai rincian tes, risiko, bagaimana tes akan dilakukan, atau hasil dari tes.

Informasikan kepada dokter apabila Anda memiliki kondisi berikut.

  • Pernah memiliki masalah perdarahan atau mengonsumsi pengencer darah seperti aspirin atau warfarin.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya.
  • Alergi terhadap obat, seperti anestesi.

2. Selama pemeriksaan berlangsung

Tes analisa gas darah memerlukan sampel darah sebanyak 2 mililiter (ml). Darah dapat diambil dari pembuluh nadi di pergelangan tangan, lengan, atau pangkal paha.

Tim medis Anda akan mengoleskan alkohol atau antiseptik pada kulit, kemudian mengambil darah dengan jarum suntik.

Sampel darah akan dianalisis menggunakan mesin portabel atau pada laboratorium.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, tes harus segera dianalisis dalam 10 menit setelah pengambilan darah.

3. Setelah pemeriksaan

Pembuluh arteri adalah pembuluh darah yang cukup sensitif. Maka dari itu, pengambilan darah dari pembuluh ini mungkin akan terasa sedikit sakit dan tidak nyaman.

Walaupun jarang terjadi masalah, berhati-hatilah dengan area lengan atau paha yang telah diambil darah.

Hindari mengangkat barang berat selama 24 jam setelah tes analisa gas darah. Biasanya, hasil tes segera diketahui dalam waktu 15 menit setelah darah diambil.

Apa arti hasil tes analisa gas darah?

Hasil AGD mungkin akan bergantung pada faktor usia, riwayat kesehatan, serta jenis kelamin Anda.

Selain itu, kisaran angka normal pada hasil tes mungkin juga akan berbeda-beda dari satu laboratorium dengan laboratorium lainnya.

Hal ini berarti jika hasil tes Anda masuk kisaran abnormal dalam panduan di bawah, bisa saja di laboratorium Anda atau untuk kondisi Anda skor tersebut termasuk ke kisaran normal.

1. Hasil AGD normal

Menurut informasi dari laman Icahn School of Medicine at Mount Sinai, berikut tampilan bila hasil tes AGD Anda tergolong normal.

  • Tekanan parsial oksigen (PaO2): 75—100 milimeter air raksa (mmHg) atau 10,5—13,5 kilopascal (kPa).
  • Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2): 38—42 mmHg atau 5,1—5,6 kPa.
  • Bikarbonat (HCO3): 22—28 miliekuivalen per liter (mEq/L).
  • pH darah: 7,38—7,42.
  • Saturasi oksigen (SaO2): 94—100%.

2. Hasil AGD tidak normal

Jika salah satu atau beberapa indikator hasil tes Anda berada di angka yang kurang atau lebih dari angka normal, ini berarti Anda mungkin mengalami kondisi medis tertentu.

Beberapa contoh hasil analisa gas darah tidak normal adalah sebagai berikut.

  • pH darah rendah dan PaCO2 tinggi: menandakan asidosis respiratorik, seperti yang ditemukan pada pneumonia dan PPOK.
  • pH darah tinggi dan PaCO2 rendah: menandakan alkalosis respiratorik, seperti pada kondisi stres, napas cepat (hiperventilasi), dan penyakit paru-paru tertentu.
  • pH darah rendah dan HCO3 rendah: menandakan asidosis metabolik, seperti yang ada di penyakit diabetes dan gagal ginjal.
  • pH darah tinggi dan HCO3 tinggi: menandakan alkalosis metabolik, yang biasa ditemukan pada hipokalemia (kadar kalium rendah) dan overdosis natrium bikarbonat.

Pada dasarnya, Anda tidak perlu khawatir mengenai cara membaca hasil tes analisa gas darah (AGD).

Dokter akan memberi konsultasi pada Anda beserta dengan kemungkinan kondisi medis yang Anda alami.

Adakah risiko atau efek samping dari tes analisa gas darah?

Dokter spesialis penyakit dalam

Sama halnya dengan prosedur medis lainnya, ada beberapa risiko atau efek samping yang mungkin terjadi saat menjalani prosedur analisa gas darah.

Meskipun sangat jarang terjadi bila dilakukan dengan benar, berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi. 

  • Perdarahan
  • Memar
  • Nyeri pada area jarum dimasukkan
  • Merasa pusing atau pingsan
  • Penumpukan darah di bawah kulit (hematoma
  • Infeksi

Itulah beberapa informasi penting seputar tes analisa gas darah. Bila Anda akan menjalani prosedur ini dan memiliki kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter. 

Kesimpulan

Analisa gas darah (AGD) adalah prosedur medis untuk mengukur pH, kadar oksigen, dan karbon dioksida pada darah dari pembuluh arteri. Prosedur ini dapat membantu dokter menafsirkan kondisi yang memengaruhi sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan proses metabolisme tubuh. Meski begitu, hasil tes ini saja tidak memberikan cukup informasi untuk mendiagnosis penyakit. Hasil AGD digunakan bersamaan dengan hasil tes lainnya untuk mendapatkan diagnosis penyakit yang lebih akurat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan