Fibrosis Paru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu fibrosis paru?

Fibrosis paru adalah penyakit paru diakibatkan oleh terbentuknya jaringan parut di paru-paru.

Kondisi ini menyebabkan paru-paru menjadi kaku dan tidak bisa berfungsi secara normal. Akibatnya, paru-paru tidak mendapatkan oksigen secara maksimal sehingga membuat Anda jadi kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas.

Jika jaringan parut yang terbentuk semakin banyak, fibrosis paru dapat menyebabkan penyakit paru interstisial.

Jaringan parut ini terbentuk akibat adanya luka di paru-paru. Namun, umumnya, sulit menentukan penyebab kondisi ini. Itu sebabnya kondisi ini dikenal dengan fibrosis paru idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).

Kerusakan paru-paru akibat fibrosis tidak bisa disembuhkan, tapi obat-obatan dan terapi bisa membantu meredakan gejala-gejalanya. Untuk sebagian pasien, transplantasi (cangkok) mungkin dibutuhkan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Jenis idiopatik adalah kondisi yang paling umum dari fibrosis paru. Dikutip dari American Lung Association, diperkirakan terdapat 50 ribu kasus baru fibrosis paru idiopatik setiap tahunnya. 

Kebanyakan pasien kondisi ini merasakan gejala pada usia 50 dan 70 tahun. Fibrosis paru adalah kondisi yang lebih umum terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fibrosis paru?

Beberapa gejala fibrosis paru adalah:

  • Sesak napas dengan ciri napas yang terengah-engah
  • Lemas atau kelelahan 
  • Batuk kering
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ujung jari kaki dan tangan membengkak

Perkembangan kondisi dan tingkat keparahannya penyakit berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang kondisinya langsung mengalami gejala yang parah, ada juga yang penyakitnya berkembang pelan-pelan dalam waktu beberapa bulan hingga tahunan.

Pasien tertentu mungkin mengalami gejala yang terus bertambah parah, misalnya sulit bernapas selama beberapa hari atau minggu. Dalam kondisi ini, pasien membutuhkan alat bantu pernapasan seperti mesin ventilator.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, bicarakan dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab fibrosis paru?

Dalam kebanyakan kasus, fibrosis paru tidak diketahui penyebabnya. Namun, menurut jenisnya, fibrosis paru dapat disebabkan oleh beberapa hal ini:

  • Memiliki penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan Sjorgen’s syndrome.
  • Infeksi virus, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).
  • Iritasi akibat material berbahaya, seperti asbes atau silika.
  • Peradangan paru akibat menghirup spora jamur, bakteri, atau kotoran hewan.
  • Menjalani perawatan radiasi untuk paru-paru, kanker, dan luka pada paru-paru.
  • Mengonsumsi jenis obat tertentu, seperti obat-obatan dalam pengobatan kemoterapi dan obat untuk mengatasi ritme jantung abnormal yaitu amiodarone, dan obat antiradang methotrexate dan antibiotik nitrofurantoin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan faktor risiko kena kondisi ini?

Beberapa faktor risiko yang membuat Anda rentan kena fibrosis paru adalah:

  • Berusia paruh baya atau lanjut usia
  • Perokok aktif
  • Pasien dengan emfisema
  • Profesi tertentu yang berbahaya bagi paru-paru, seperti pekerja tambang, petani atau peternak, pekerja konstruksi, atau siapa saja yang berisiko terpapar polusi
  • Pengobatan kanker, terutama radiasi di area dada dan obat-obatan kemoterapi
  • Keturunan (genetik)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini  didiagnosis?

Beberapa penyakit paru-paru adalah penyebab fibrosis paru. Itu sebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, pekerjaan, kesibukan sehari-hari, hingga gaya hidup seperti apakah Anda merokok.

Pemeriksaan lain untuk mendiagnosis fibrosis paru adalah:

  • X-ray (rontgen) dada
  • Tes pernapasan, seperti spirometri untuk memeriksa fungsi paru
  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah, penyakit autoimun, dan kemungkinan infeksi
  • CT Scan resolusi tinggi (HRCT) pada dada
  • Biopsi paru
  • Tes olahraga untuk memeriksa seberapa baik kemampuan paru memindahkan oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar aliran darah

Apa saja pilihan pengobatan untuk fibrosis paru?

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Pengobatan yang diberikan hanya bisa membantu meringankan gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Pilihan pengobatan untuk mengatasi fibrosis paru adalah:

1. Obat-obatan

Dokter Anda mungkin menawarkan obat-obatan generasi baru, seperti pirfenidone (Esbriet) and nintedanib (Ofev). Obat-obatan ini mampu memperlambat fibrosis. Namun, obat-obatan bisa memberikan efek samping seperti mual, muntah, hingga munculnya ruam.

Dokter pun mungkin memberikan obat asam lambung untuk mengobati refluks asam lambung (GERD), yaitu gangguan pencernaan yang sering dialami orang dengan kondisi ini.

2. Terapi oksigen

Terapi oksigen tidak bisa menghentikan kerusakan paru sepenuhnya. Namun, bisa membantu Anda untuk:

  • Bernapas lebih lancar
  • Mengurangi risiko komplikasi dari kekurangan oksigen dalam darah
  • Mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung
  • Meningkatkan kualitas tidur dan rasa nyaman

Anda mungkin harus menggunakan oksigen saat tidur atau berolahraga, sedangkan sebagian orang harus menggunakannya tanpa henti sepanjang hari. 

3. Rehabilitasi paru

Rehabilitasi paru dilakukan untuk membantu Anda mengendalikan gejala dan meningkatkan kenyamanan beraktivitas sehari-hari. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk rehabilitasi paru, antara lain:

  • Olahraga atau latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan
  • Melatih teknik pernapasan untuk membantu kerja paru
  • Konseling ahli gizi
  • Edukasi soal penyakit

4. Transplantasi (cangkok) paru

Transplantasi bisa jadi pilihan bagi orang dengan fibrosis baru. Transplantasi bisa membantu meningkatkan angka harapan hidup serta kualitas hidup secara umum. Namun, terdapat risiko penolakan organ atau infeksi akibat prosedur ini. Bicarakan dengan dokter untuk segala kemungkinannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fibrosis paru?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi fibrosis paru adalah:

  • Berhenti merokok: bicarakan dengan dokter soal cara terbaik berhenti merokok. Begitu juga kalau orang terdekat atau anggota keluarga Anda ada yang merokok, ada baiknya minta anggota keluarga untuk berhenti merokok karena asapnya pun bisa merusak paru-paru orang yang tidak merokok. Cara ini dapat membantu Anda menjaga kesehatan paru-paru secara keseluruhan.
  • Perhatikan asupan makanan: tidak usah memaksakan diri langsung makan banyak. Batasi saja sedikit-sedikit tapi sering. Tingkatkan juga konsumsi sayur dan buah.
  • Berolahraga rutin: baik untuk kesehatan, termasuk meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan stres. Tanyakan pada dokter olahraga seperti apa yang cocok buat Anda.
  • Istirahat yang cukup.
  • Imunisasi: melakukan vaksinasi untuk pneumonia dan influenza, termasuk anggota keluarga Anda membantu Anda mencegah berbagai infeksi yang bisa memperburuk gejala yang Anda alami.
  • Ikuti anjuran dokter dan tim ahli yang menangani Anda.

Pastikan Anda selalu mengikuti anjuran dokter atau tim ahli yang menangani Anda untuk mendapatkan saran terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

12 Penyakit yang Bisa Menyerang Paru-Paru, Waspadai Bahayanya!

Paru-paru berperan penting dalam pernapasan. Penyakit yang menyerang paru-paru bisa membuat Anda batuk dan sesak napas. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pernapasan 14 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-Paru Anda

Menjaga kesehatan paru-paru dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Pernapasan 25 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

paru-paru popcorn

Paru-Paru Popcorn, Penyempitan Saluran Napas Akibat Zat Kimia Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit antraks penyakit anthrax penyakit sapi gila

Penyakit Antraks

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
sistem peredaran darah pada manusia

Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit