home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tes Fungsi Paru, Metode Diagnosis Penyebab Sesak Napas

Tes Fungsi Paru, Metode Diagnosis Penyebab Sesak Napas

Sesak napas atau dispnea adalah salah satu kondisi kesehatan yang umum ditemui di masyarakat. Orang yang mengalami sesak napas biasanya mengeluhkan adanya nyeri di bagian dada serta kesulitan mengambil napas dengan normal. Terdapat berbagai macam kondisi yang bisa menjadi penyebab sesak napas. Menjalani tes fungsi paru akan membantu dokter mendapatkan diagnosis yang tepat penyebab sesak napas Anda. Bagaimana caranya melakukan tes fungsi paru?

Pemeriksaan untuk diagnosis penyebab sesak napas

sesak napas

Sesak napas merupakan keluhan yang cukup banyak ditemukan sebagai gejala penyakit-penyakit tertentu. Menurut American Family Physician, umumnya terdapat 4 jenis diagnosis diferensial untuk mengetahui penyebab di balik sesak napas.

Diagnosis diferensial adalah daftar penyakit atau masalah kesehatan yang menyebabkan gejala-gejala tertentu. Berikut adalah diagnosis diferensial untuk penyebab sesak napas:

  • masalah jantung
  • masalah paru-paru
  • masalah jantung dan paru
  • kondisi lain yang tidak berkaitan dengan jantung dan paru

Keempat kondisi kesehatan di atas masih bisa dibagi lagi menjadi berbagai jenis penyakit lainnya. Masalah jantung dapat terdiri dari penyakit jantung koroner, aritmia, atau kardiomiopati. Masalah paru bisa berupa asma, pneumotoraks, pneumonia, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sesak napas juga disebabkan oleh penyakit yang tak ada hubungannya dengan masalah jantung atau paru-paru, seperti anemia, diabetes ketoasidosis, hingga masalah psikis seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Agar dokter dan tim medis dapat mengetahui apa penyakit yang menjadi penyebab utama sesak napas Anda, diagnosis biasanya dilakukan dalam tiga tahap, yaitu menanyakan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta tes dengan alat medis.

Pada kebanyakan kasus, kondisi sesak napas dapat langsung ditelusuri penyebabnya melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, misalnya pada pasien penderita masalah jantung atau paru-paru.

1. Mengetahui riwayat kesehatan pasien

tes untuk dermatitis kontak

Dengan menanyakan riwayat kesehatan sebelum tes diagnosis, dokter bisa mengetahui beberapa petunjuk yang dapat menjelaskan gejala sesak napas Anda. Di sini, dokter akan bertanya mengenai gejala sesak napas Anda secara mendalam, misalnya seberapa sering kondisi tersebut muncul, berapa lama durasinya, kapan waktu terjadinya, serta gejala lain yang juga timbul ketika serangan sesak napas berlangsung.

Pasalnya, karakteristik tertentu dari sesak napas dapat merujuk ke penyakit tertentu. Selain itu, Anda juga akan ditanyakan mengenai kebiasaan sehari-hari, gaya hidup (seperti merokok), serta obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Akan lebih membantu jika Anda juga memberi tahu penyakit apa yang sedang atau pernah Anda derita. Hal ini akan mempermudah dokter dan tim medis dalam menentukan diagnosis dari sesak napas Anda.

2. Melakukan pemeriksaan fisik

periksa ke dokter diabetes

Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada tubuh Anda. Pemeriksaan fisik juga dapat membantu dokter dan tim medis untuk mendapatkan diagnosis dari penyebab sesak napas, serta menghindari penggunaan tes alat medis yang tidak perlu.

Tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan riwayat kesehatan, dokter akan mencari tahu berbagai karakteristik atau kondisi tertentu dalam tubuh Anda yang menunjukkan adanya penyakit tertentu. Ini dikarenakan terdapat kondisi-kondisi selain gejala sesak napas yang perlu dokter temukan untuk menentukan diagnosis.

Salah satu contohnya adalah gejala hidung tersumbat atau suara napas berbunyi, yang kemungkinan menandakan penyakit asma. Suara paru yang dapat didengarkan melalui stetoskop juga dapat menjadi pertanda beberapa penyakit penyebab sesak nafas. Metode lainnya adalah mengecek adanya pembengkakan di bagian tubuh tertentu, misalnya pembengkakan di kelenjar tiroid atau getah bening di leher.

3. Tes fungsi paru

tes treadmill diagnosis sesak napas

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin saja butuh melakukan pemeriksaan dengan alat medis untuk menegakkan diagnosis penyebab sesak napas. Jika dokter menduga sesak napas disebabkan oleh penyakit jantung atau paru-paru, Anda mungkin akan diminta menjalani tes tambahan dengan rontgen dada atau elektrokardiogram (EKG).

Diagnosis dengan radiologi dan elektrokardiogram umumnya dapat menunjukkan penyebab utama dari sesak napas Anda. Namun, dalam kasus tertentu, dokter perlu melakukan tes fungsi paru sebagai lini kedua pemeriksaan untuk dapat menyimpulkan diagnosis penyebab sesak napas dengan pasti.

Beberapa tes fungsi paru yang umum digunakan untuk mendiagnosis penyebab sesak napas, antara lain:

  • Spirometri dan peak flow meter

    Spirometri adalah tes menggunakan alat spirometer atau peak flow meter untuk mengukur seberapa baik Anda bernapas. Umumnya, tes ini dilakukan untuk menetapkan diagnosis sesak napas yang disebabkan oleh asma, PPOK, atau emfisema. Tak hanya di rumah sakit atau klinik, Anda juga bisa melakukan tes ini secara mandiri di rumah.

  • Tes volume paru

    Pemeriksaan ini mirip dengan tes spirometri. Bedanya, Anda akan diminta untuk berada di dalam ruangan kecil selama melakukan tes. Tidak berbeda jauh dengan spirometri, tes ini akan mengukur seberapa banyak udara yang dapat masuk ke dalam paru-paru, serta sisa udara yang terdapat di paru-paru setelah Anda mengembuskan napas kuat-kuat.

  • Tes kapasitas difusi paru

    Tes kapasitas difusi dilakukan untuk mengetahui seberapa baik paru-paru Anda mengatur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Normalnya, oksigen seharusnya masuk ke dalam darah dari paru-paru, dan karbon dioksida akan masuk ke dalam paru-paru dari darah. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida inilah yang akan dicek dengan tes difusi.

  • Analisis gas darah

    Tes diagnosis ini juga dapat mengetahui adanya kelainan dalam darah Anda sebagai penyebab sesak napas. Analisis gas darah dapat mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah Anda. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh arteri di pergelangan tangan.

  • Oksimeter nadi

    Tes oksimeter nadi adalah tes menggunakan cahaya infra merah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah. Tes ini juga dapat mengetahui seberapa baik oksigen disebarkan ke seluruh tubuh Anda. Tes oksimeter nadi tidak memerlukan jarum atau alat lain yang dimasukkan ke dalam tubuh, tapi dapat memberikan hasil akhir yang akurat.

  • Tes exhaled nitric oxide

    Untuk pemeriksaan ini, dokter akan mengukur kadar nitrat oksida yang diembuskan paru-paru Anda. Semakin tinggi kadar nitrat oksida, kemungkinan adanya peradangan di saluran pernapasan semakin tinggi. Tes ini dilakukan dengan cara memasang klip pada hidung dan mouthpiece pada mulut. Kedua alat tersebut terhubung dengan monitor yang akan digunakan untuk mengecek pernapasan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ashton, R. & Raman, D. (2015). Dyspnea – Cleveland Clinic: Center for Continuing Education. Retrieved June 4, 2020, from www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/pulmonary/dyspnea/ 

Wahls, S. (2012). Causes and Evaluation of Chronic Dyspnea – American Family Physician. Retrieved June 4, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2012/0715/p173.html

Morgan, W. & Hodge, H. (1998). Diagnostic Evaluation of Dyspnea – American Family Physician. Retrieved June 4, 2020, from https://www.aafp.org/afp/1998/0215/p711.html

Lung Function Tests – Medline Plus. (n.d.). Retrieved June 4, 2020, from https://medlineplus.gov/lab-tests/lung-function-tests/#:~:text=It%20measures%20how%20much%20and,as%20much%20as%20you%20can.

Lung Diffusion Testing – Medline Plus. (2019). Retrieved June 4, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003854.htm#:~:text=Lung%20diffusion%20testing%20measures%20how,the%20blood%20into%20the%20lungs.

Exhaled Nitric Oxide Test – American Lung Association. (2020). Retrieved June 4, 2020, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-procedures-and-tests/exhaled-nitric-oxide-test#:~:text=An%20exhaled%20nitric%20oxide%20level,with%20swelling%20of%20lung%20airways.

Berliner, D., Schneider, N., Welte, T., & Bauersachs, J. (2016). The Differential Diagnosis of Dyspnea. Deutsches Arzteblatt international, 113(49), 834–845. https://doi.org/10.3238/arztebl.2016.0834

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 05/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.