home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Bahaya Bronkitis Kronis Jika Berujung dengan Komplikasi

4 Bahaya Bronkitis Kronis Jika Berujung dengan Komplikasi

Pada kasus ringan, bronkitis bisa membaik dengan sendirinya. Namun, penyakit ini bisa bertambah parah seiring waktu sehingga membuat bronkitis menjadi kronis. Jika pengobatan yang dilakukan tidak tepat, tidak menutup kemungkinan bila bronkitis kronis akan berakhir menjadi komplikasi. Apa saja bahaya bronkitis kronis jika semakin bertambah parah?

Bahaya komplikasi dari bronkitis kronis

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus yang menyebabkan produksi lendir jadi berlebihan. Orang dengan kondisi ini biasanya mengalami gejala batu berdahak disertai mengi dan rasa tidak nyaman pada dada.

Peradangan ini disebut kronis jika penderitanya mengalami batuk setiap hari minimal 3 bulan dalam setahun, selama 2 tahun berturut-turut.

Pengobatan untuk bronkitis kronis ini bervariasi, tergantung dari keparahan kondisinya. Salah satu cara pengobatan yang bisa dilakukan mulai dari berhenti merokok, meminum obat seperti bronkodilator atau steroid, atau operasi untuk mengangkat area paru-paru yang rusak.

Meski bisa membaik, bronkitis kronis bisa saja bertambah parah sehingga menimbulkan bahaya komplikasi seperti di bawah ini.

1. Napas sesak semakin parah

Bronkus merupakan tabung yang terhubung ke tenggorokan Anda. Fungsi dari bronkus adalah menyalurkan udara yang Anda hirup ke paru-paru sebelah kiri dan kanan. Mengutip laman Cleveland Clinic, bronkus juga membantu melembapkan udara yang Anda hirup dengan menghasilkan lendir dan menyaring partikel asing yang ikut terbawa.

Pada orang yang mengalami bronkitis kronis, sel-sel yang melapisi bronkus mengalami infeksi. Infeksi awalnya dimulai di hidung dan tenggorokan yang menyebar ke saluran bronkial.

Ketika tubuh mencoba melawan infeksi penyebab bronkitis kronis, saluran bronkial akan membengkak dan produksi lendir juga menjadi berlebihan. Kondisi inilah yang membuat bronkitis menimbulkan gejala batuk kering, maupun batuk berdahak terus-menerus.

Jika sudah parah, pembengkakan dan ekstra lendir bisa mempersempit saluran udara. Akibatnya, hanya sedikit udara yang bisa melewati saluran bronkial. Nah, kebutuhan udara yang tidak mencukupi ini dapat menyebabkan bahaya komplikasi bronkitis kronis berupa sesak napas dan mengi yang semakin parah.

2. Emfisema

bronkitis kronis

PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) menyebabkan kesulitan bernapas karena tersumbatnya saluran udara pada paru-paru. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yakni bronkitis kronis dan emfisema (rusaknya kantung udara di paru-paru).

Seseorang bisa memiliki penyakit bronkitis kronis atau emfisema saja. Akan tetapi, ada pula yang terkena kedua penyakit itu sekaligus yang awalnya hanya mengalami bronkitis kronis. Itulah sebabnya, emfisema bisa menjadi risiko komplikasi bronkitis kronis yang berbahaya.

Ini karena baik bronkitis kronis atau emfisema memiliki penyebab yang sama, yakni efek buruk merokok, polusi, dan zat iritan lainnya yang merusak paru-paru.

Pada orang dengan emfisema, kantung udara di paru-paru (alveoli) rusak. Seiring waktu, dinding bagian dalam kantung udara melemah dan pecah, menciptakan ruang udara yang lebih besar. Kondisi tersebut mengurangi luas permukaan paru-paru dan mengurangi jumlah oksigen yang mencapai aliran darah.

Tidak semua orang yang mengidap emfisema menunjukkan gejala. Namun, paling umum pengidapnya akan merasakan sesak napas. Jika kondisi ini berbarengan dengan bronkitis kronis, maka gejala sesak napas akan semakin parah dan mengganggu aktivitas harian.

3. Gagal bernapas

Bahaya lain yang mungkin terjadi akibat komplikasi bronkitis kronis adalah gagal bernapas. Kegagalan bernapasa adalah kondisi ketika darah dalam tubuh yang tidak memiliki cukup oksigen atau mengandung terlalu banyak karbon dioksida.

Sistem pernapasan manusia bekerja dengan cara menukar karbon dioksida dengan oksigen pada paru-paru. Oksigen tersebut kemudian dialirkan ke dalam darah dan terbawa ke organ-organ yang ada di dalam tubuh, seperti otak dan jantung. Sementara karbon dioksida dikeluarkan dari tubuh oleh paru-paru.

Meskipun ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan gagal bernapas, namun kondisi ini paling sering disebabkan oleh penyakit yang menyerang paru-paru. Paru-paru yang bermasalah dapat membuat kadar oksigen yang rendah dalam darah sehingga menyebabkan sesak napas bahkan gagal napas.

Warna kulit, bibir, dan kuku juga menjadi kebiruan. Sementara tingkat karbon dioksida yang tinggi dapat menyebabkan napas cepat dan kebingungan. Banyak orang yang mengalami gagal napas juga kehilangan kesadaran dan denyut jantung tidak teratur (aritmia).

4. Komplikasi lainnya dan risiko kematian yang meningkat

gejala emboli paru

Penyakit paru-paru kronis ini bisa berujung dengan kematian. Ini karena paru-paru merupakan organ vital yang menunjang kehidupan manusia dengan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan oleh semua sel, jaringan, dan organ tubuh.

Jika kebutuhan oksigen tidak terpenuhi, seiring waktu sel akan mati dan berhenti bekerja. Kondisi inilah yang akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Menurut Kemenkes RI, bahaya komplikasi bronkitis kronis lainnya yang mungkin terjadi termasuk 3 hal di bawah ini.

Infeksi paru

Peradangan yang berujung dengan kerusakan pada paru-paru membuat kondisi organ ini tidak lagi sempurna. Alhasil, paru-paru menjadi rentan terhadap virus yang memang mengincar paru-paru.

Virus yang paling sering menyerang adalah influenza atau pneumonia. Jadi, tidak aneh jika seorang pengidap bronkitis kronis juga terkena penyakit paru lainnya yang membuat kondisi paru semakin memburuk.

Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung

Paru dan jantung saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi tubuh. Ini jantung bertugas memompa darah kaya kaya oksigen yang didapat paru-paru. Jika kondisi paru-paru tidak sehat, kinerja jantung bisa terganggu. Akibatnya, risiko penyakit jantung akan meningkat.

Di samping itu, bronkitis kronis juga bisa menyebabkan komplikasi hipertensi pulmonal, yakni jenis tekanan darah tinggi yang menyerang pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung.

Kanker paru

Sel-sel pada bronkus yang rusak bisa saja membuat sel tersebut menjadi abnormal. Akibatnya, risiko kanker pada paru akan meningkat. Sel abnormal tersebut dapat memperbanyak dirinya tanpa kendali, padahal seharusnya rusak dan mati. Seiring waktu, sel kanker bisa menyebar dan sepenuhnya merusak fungsi paru dan organ di sekitarnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bronchi: What are they, function, anatomy & conditions. (n.d.). Retrieved August 18, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/21607-bronchi

Chronic bronchitis. (n.d.). Retrieved August 18, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/chronic-bronchitis

Learn about acute bronchitis. (n.d.). Retrieved August 18, 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/bronchitis/learn-about-bronchitis

Emphysema. (2017, April 28). Retrieved August 18, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/emphysema/symptoms-causes/syc-20355555

Respiratory failure | lung disease | lung problems. (2020, December 09). Retrieved August 18, 2021, from https://medlineplus.gov/respiratoryfailure.html

Copd. (2020, April 15). Retrieved August 18, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679

Penyakit Paru KRONIK. (n.d.). Retrieved August 18, 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-paru-kronik

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 30/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri