home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Bronkitis Kronis

7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Bronkitis Kronis

Salah satu penyakit pernapasan yang banyak menyerang kalangan perokok aktif adalah bronkitis. Bila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, ini artinya bronkitis sudah tergolong dalam kategori kronis. Agar tidak semakin membahayakan kondisi kesehatan, pasien bronkitis kronis perlu menjalani berbagai macam pengobatan.

Pilihan pengobatan bronkitis kronis

Bronkitis kronis adalah bagian dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini ditandai dengan batuk berulang lebih dari 3 bulan, dahak berwarna, serta sesak napas.

Bronkitis kronis tidak dapat disembuhkan. Namun, ada beberapa jenis pengobatan yang dapat membantu Anda mengendalikan gejala-gejala penyakit ini.

Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala sesak napas, mengurangi peradangan pada saluran bronkus, serta meningkatkan fungsi paru-paru agar tetap bekerja secara optimal. Tak hanya itu, menjalani perawatan sesuai dengan anjuran dokter juga menurunkan risiko terkena komplikasi bronkitis.

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang direkomendasikan untuk penderita bronkitis kronis.

1. Obat bronkodilator

Pilihan pengobatan pertama yang paling sering diresepkan untuk pasien bronkitis kronis adalah bronkodilator.

Bronkodilator merupakan jenis obat yang bekerja dengan cara melebarkan saluran pernapasan serta melemaskan otot-otot pada paru-paru. Dengan demikian, pernapasan pun akan terasa lebih mudah dan lancar setelah menggunakan bronkodilator.

Pada pasien bronkitis kronis, obat ini dapat membantu melegakan sesak napas akibat peradangan dan penyempitan pada saluran udara. Tak hanya untuk mengatasi bronkitis, obat bronkodilator juga sering kali diresepkan untuk pasien pengidap asma.

Obat bronkodilator biasanya digunakan dalam bentuk obat hirup alias inhaler. Alat inhaler akan membantu obat masuk langsung ke dalam paru-paru.

Menurut informasi dari StatPearls, ada 2 jenis bronkodilator yang umumnya diberikan pada pasien bronkitis kronis, yaitu agonis adrenergik beta dan antikolinergik.

2. Steroid

Jenis pengobatan berikutnya untuk mengatasi bronkitis kronis adalah steroid. Pemakaian steroid bertujuan untuk meredakan peradangan serta produksi lendir (dahak) pada saluran bronkus.

Mirip dengan obat bronkodilator, steroid juga biasanya diberikan dengan inhaler. Namun, terkadang steroid bisa diberikan dalam bentuk obat minum (oral).

Akan tetapi, pemberian obat steroid harus dilakukan dengan pengawasan ketat oleh dokter. Selain itu, obat steroid sebaiknya tidak diberikan terlalu lama pada pasien bronkitis.

Pasalnya, pemakaian steroid dalam jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping terhadap kesehatan, mulai dari memicu osteoporosis, diabetes, hingga hipertensi.

3. Antibiotik

pengobatan bronkitis kronis

Meski tidak selalu menjadi pilihan pengobatan bronkitis, antibiotik terkadang akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi bronkitis kronis.

Obat antibiotik bekerja dengan cara melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini akan membantu membunuh bakteri atau membuatnya sulit berkembang biak di dalam tubuh.

Biasanya, antibiotik diperlukan apabila bronkitis yang Anda derita disertai juga dengan adanya infeksi bakteri pada paru-paru. Pasalnya, tubuh seseorang yang menderita bronkitis lebih rentan terserang infeksi bakteri. Dalam kasus ini, pengobatan antibiotik diperlukan untuk membasmi bakteri dari tubuh.

Infeksi bakteri pada paru-paru menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak. Biasanya, dahak memiliki ciri khas warna kuning atau hijau gelap. Selain mengalami batuk berulang, Anda juga mungkin akan mengalami gejala lain seperti demam dan sesak napas yang semakin parah.

Jenis antibiotik yang umumnya diresepkan untuk mengatasi infeksi bakteri pada bronkitis kronis adalah:

Dalam banyak kasus bronkitis kronis, obat quinolone diyakini memiliki tingkat efektivitas paling tinggi serta mengurangi risiko terjadinya infeksi bakteri berulang.

4. Terapi oksigen

Kerusakan yang diakibatkan oleh bronkitis kronis membuat paru-paru Anda tidak dapat menerima asupan oksigen secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan dengan terapi oksigen biasanya untuk mengatasi kekurangan oksigen akibat bronkitis kronis.

Terapi oksigen merupakan pengobatan yang bertujuan membantu tubuh mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Dengan demikian, gejala sesak napas diharapkan dapat berkurang dan kadar oksigen di dalam darah kembali meningkat.

Terapi oksigen dapat diberikan dalam bentuk tabung gas, oksigen cair, atau konsentrator oksigen.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai bentuk terapi oksigen yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan.

5. Vaksinasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pasien bronkitis kronis lebih rentan terkena infeksi pernapasan dibanding dengan orang sehat. Oleh karena itu, selain melalui pengobatan, metode yang bisa ditempuh pasien bronkitis kronis agar terhindar dari risiko infeksi adalah dengan menerima vaksinasi.

Vaksinasi yang paling umum diberikan untuk pasien bronkitis adalah vaksin flu atau influenza.

Sebuah studi dari jurnal The Cochrane Database of Systematic Reviews menyebut adanya efek vaksin influenza terhadap pasien PPOK, termasuk bronkitis kronis. Hasil penelitian menunjukkan pemberian vaksinasi flu dapat membantu mengurangi kambuhnya gejala-gejala bronkitis kronis, serta mengurangi masa rawat inap di rumah sakit akibat infeksi pernapasan.

6. Rehabilitasi paru

paru bronkitis kronis

Selain menerima pengobatan medis, pasien bronkitis kronis juga sangat dianjurkan mengikuti program rehabilitasi paru.

Program rehabilitasi paru atau pernapasan ini akan membantu Anda belajar teknik pernapasan yang baik dan benar. Selain mempelajari teknik pernapasan, Anda juga akan mendapat bimbingan seputar pola makan, olahraga, serta penyuluhan psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Mengikuti program rehabilitasi ini tak hanya memaksimalkan fungsi paru-paru, namun juga membantu Anda menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

7. Operasi

Apabila seluruh jenis pengobatan di atas tidak kunjung berhasil mengendalikan bronkitis kronis, pilihan terakhir yang direkomendasikan adalah prosedur operasi.

Operasi biasanya dilakukan untuk memperbaiki paru-paru yang sudah sangat rusak dan sudah tidak lagi merespons obat-obatan medis resep dokter. Dalam beberapa kasus, operasi juga diperlukan untuk mengganti paru-paru dengan yang baru. Prosedur ini disebut dengan transplantasi paru.

Itulah 7 pilihan pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi bronkitis kronis. Untuk tahu tipe pengobatan yang paling tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Selain dengan menjalani pengobatan, pasien bronkitis juga perlu menerapkan gaya hidup sehat serta menghindari paparan polusi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bronchitis: Diagnosis & treatment – Mayo Clinic. (2017). Retrieved August 6, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/diagnosis-treatment/drc-20355572 

Chronic Bronchitis – Family Doctor. (2019). Retrieved August 6, 2021, from https://familydoctor.org/condition/chronic-bronchitis/ 

Chronic Bronchitis Treatments – UCSF Health. (2021). Retrieved August 6, 2021, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/chronic-bronchitis/treatment 

Chronic Bronchitis – American Lung Association. (2021). Retrieved August 6, 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/chronic-bronchitis 

Surgery for COPD – American Lung Association. (2021). Retrieved August 6, 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/treating/surgery 

Vaccine Information for Adults: Lung Disease and Asthma – CDC. (2021). Retrieved August 6, 2021, from https://www.cdc.gov/vaccines/adults/rec-vac/health-conditions/lung-disease.html 

Bronchodilators – NHS. (2019). Retrieved August 6, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bronchodilators/ 

Widysanto, A., Mathew, G. (2021). Chronic Bronchitis. StatPearls.

Kopsaftis, Z., Wood-Baker, R., & Poole, P. (2018). Influenza vaccine for chronic obstructive pulmonary disease (COPD). The Cochrane database of systematic reviews, 6(6), CD002733. https://doi.org/10.1002/14651858.CD002733.pub3

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 30/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.