home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Penyebab Dada Terasa Sesak Meskipun Tidak Sedang Berolahraga

10 Penyebab Dada Terasa Sesak Meskipun Tidak Sedang Berolahraga

Ketika tiba-tiba dada terasa sesak seperti diremas padahal tidak baru saja berolahraga, hal pertama yang mungkin tebersit dalam benak adalah serangan jantung. Tapi tak selalu demikian. Ada begitu banyak hal yang bisa menyebabkan dada sesak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda lebih dulu mempelajari berbagai alasan yang mungkin menyebabkan dada terasa sesak.

Apa saja penyebab dada terasa sesak?

Dada sesak dapat menyulitkan Anda untuk menghirup atau mengembuskan udara dari paru-paru. Akibatnya, Anda jadi sulit untuk bernapas.

Sebelum terburu-buru panik, Anda sebaiknya mengamati terlebih dulu rasa sesak yang Anda rasakan. Apakah sensasi sesaknya mengganggu, tapi masih terbilang ringan? Ataukah rasa sesak yang Anda rasakan begitu kuat menekan dada sampai membuat Anda kepayahan menjalani hari?

Mengenali perbedaan gejala yang muncul sangat penting karena dapat membantu dokter mencari tahu penyebab sebenarnya dari sesak yang Anda rasakan.

Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang mungkin menjadi penyebab di balik rasa sesak di dada:

1. Gangguan pencernaan

Dada sesak dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti refluks asam lambung (GERD). Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa makanan bisa kembali naik ke atas kerongkongan yang menyebabkan dada terasa panas terbakar dan rasa asam tajam di mulut.

Sensasi dada sesak dan perut mulas dari refluks asam lambung ini bisa terasa mirip dengan serangan jantung. Ini karena jantung dan esofagus (kerongkongan) letaknya berdekatan dan memiliki jaringan saraf yang sama.

Gangguan pencernaan bisa terjadi karena pola makan yang buruk, stres, atau kebiasaan merokok dan minum miras. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kelebihan kafein dan makanan pedas atau berlemak.

2. Asma

Asma adalah salah satu penyebab dada terasa sesak yang paling umum. Jika sesak yang Anda rasakan diikuti oleh suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan batuk-batuk (terutama di malam hari), kemungkinan besar ini adalah pertanda asma.

Asma erat kaitannya dengan penyakit bawaan sejak kecil, tapi orang dewasa yang sama sekali tidak memiliki riwayat asma juga bisa kena serangan asma untuk pertama kali di usia dewasa.

Asma menyebabkan saluran udara membengkak dan menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.

3. Serangan panik atau kecemasan

Dada terasa sesak tiba-tiba tapi tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat bisa menandakan gejala serangan kecemasan atau serangan panik.

Umumnya, serangan panik atau kecemasan akan mengakibatkan seseorang mengalami hiperventilasi. Hiperventilasi adalah kondisi saat Anda menghirup banyak oksigen dan mengembuskan napas dengan cepat dan pendek dalam satu waktu.

Hal ini menyebabkan kadar karbon dioksida merosot drastis dalam tubuh sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah segar ke paru-paru dan otak. Ketika ini terjadi, maka Anda akan merasa sesak dan “melayang”.

Untuk mengatasi dada sesak akibat serangan panik, cobalah untuk menenangkan diri Anda.

4. Angina

Angina adalah penyebab dada terasa sesak karena otot jantung tidak menerima cukup asupan darah yang kaya oksigen.

Gejala angina yang paling umum adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas kuat-kuat. Anda juga mungkin akan merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuh—bahu, leher, lengan, rahang, dada, atau punggung.

Kondisi ini dapat dipicu oleh olahraga berat atau stres, dan akan mereda dengan istirahat. Meski begitu, angina bukanlah suatu penyakit. Ini adalah salah satu gejala dari masalah jantung yang mendasari, biasanya penyakit jantung koroner.

5. Emboli paru

Gejala emboli paru biasanya terjadi secara tiba-tiba. Emboli paru paling sering disebabkan oleh trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah di pembuluh vena.

Penyumbatan yang menyebabkan emboli paru paling sering dimulai di kaki atau panggul. Ketika gumpalan bergerak menuju paru, vena di paru-paru jadi tersumbat yang kemudian bisa menimbulkan masalah pernapasan serius.

Emboli paru menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat. Ini akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.

6. Tuberkulosis

Tanda dan gejala tuberkulosis biasanya berkembang secara perlahan, bisa bulanan hingga tahunan, dan seringnya dikaitkan dengan kondisi lain.

Ketika bakteri penyebab TB menyerang paru, TB paru biasanya menyebabkan batuk kronis (terus-menerus) yang dapat menghasilkan dahak berwarna putih di pagi hari—bisa kuning atau hijau, tapi kasusnya sangat jarang.

Gejala umum lainnya dari TB adalah dada yang terasa sesak. Gejala ini mungkin muncul sebagai akibat dari efusi pleura—penggenangan cairan di antara selaput pembungkus paru dan lapisan pelindung dinding dada.

7. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

PPOK dapat menyebabkan batuk kronis yang mengeluarkan dahak, suara mengi (napas berbunyi), sesak napas, dan gejala lainnya.

Dada terasa sesak akibat PPOK disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan saluran napas. Dada sesak dapat menyulitkan paru-paru untuk mendapatkan atau mengeluarkan udara, sehingga lebih sulit untuk bernapas.

8. Bronkiektasis

Kerusakan jalan napas awal yang menyebabkan bronkiektasis sering dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, tanda dan gejalanya bisa tidak muncul bulanan hingga bahkan bertahun-tahun setelah Anda mulai mengalami infeksi paru berulang.

Beberapa gejala bronkiektasis yang dapat muncul, antara lain:

  • batuk berdahak kronis yang terjadi setiap hari selama bulanan atau tahunan
  • dahak muncul dalam jumlah besar, berlendir, dan mungkin mengandung nanah
  • sesak napas dan suara mengi
  • nyeri dada
  • clubbing finger (daging di bawaah kuku tangan dan kaki jadi menebal)

Bronkiektasis yang parah dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius, seperti kegagalan pernapasan yang mengakibatkan Anda megap-megap (napas sesak, tersendat, dan pendek-pendek sambil membuka mulut).

Bronkiektasis yang sudah amat parah dan tidak terobati dapat mengakibatkan Anda mengalami gagal jantung.

Tanda dan gejala gagal jantung yang paling umum adalah dada terasa sesak atau kesulitan bernapas, kelelahan, dan bengkak pada seluruh tungkai kaki dan vena di leher.

9. Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia bisa bervariasi dari ringan sampai berat. Hal itu tergantung dari banyak faktor, seperti jenis kuman penyebab infeksi dan usia serta kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Pneumonia seringnya datang tiba-tiba, menyebabkan serangkaian gejala yang mirip dengan flu dan pilek, tetapi bertahan lebih lama—demam, menggigil, dan batuk berdahak (pada kasus yang lebih parah, bisa disertai nanah).

Infeksi paru ini juga menyebabkan nyeri dada pleuritik. Artinya, Anda memiliki peradangan atau iritasi pada lapisan paru yang menyebabkan dada terasa sesak dan sakit tajam saat Anda bernapas, batuk, atau bersin.

10. Kanker paru

Sebagian besar kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala apa pun sampai tumor ganasnya telah menyebar. Akan tetapi, beberapa orang dengan kanker paru awal juga bisa menunjukkan gejala.

Menurut situs American Cancer Society, gejala yang paling umum dari kanker paru adalah:

  • batuk kronis yang tidak sembuh-sembuh atau makin parah (mengeluarkan ludah atau dahak berdarah atau berwarna karat)
  • dada terasa sesak yang makin parah saat bernapas panjang, batuk, atau tertawa
  • suara serak
  • berat badan turun drastis dan tidak selera makan
  • sesak napas
  • lemah, letih, lesu
  • memiliki infeksi seperti bronkitis dan pneumonia yang tidak menghilang atau terus kambuhan
  • suara mengi

Jika Anda segera pergi ke dokter begitu mencurigai gejalanya, kanker mungkin bisa terdiagnosis pada tahap awal yang akan jauh lebih mudah untuk diobati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chest pain – MedlinePlus. (2018). Retrieved December 10, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003079.htm 

Pneumonia – Mayo Clinic. (2019). Retrieved December 10, 2020, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/dxc-20204678 

Pulmonary embolism – Mayo Clinic. (2020). Retrieved December 10, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/symptoms-causes/syc-20354647 

Tuberculosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved December 10, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250 

What Are the Signs and Symptoms of Bronchiectasis? – National Heart, Lung, and Blood Institute. (n.d.). Retrieved December 10, 2020, from  https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/brn/signs 

Venous Thromboembolism – National Heart, Lung, and Blood Institute. (n.d.). Retrieved December 10, 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/venous-thromboembolism 

Signs and Symptoms of Lung Cancer – American Cancer Society. (2019). Retrieved December 10, 2020, from  https://www.cancer.org/cancer/lung-cancer/prevention-and-early-detection/signs-and-symptoms.html 

Non-cardiac Chest Pain – American College of Gastroenterology. (n.d.). Retrieved December 10, 2020, from https://gi.org/topics/non-cardiac-chest-pain/ 

Heartburn, Gastroesophageal Reflux (GER), and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) – National Digestive Diseases Information Clearinghouse. (n.d.). Retrieved December 10, 2020, from http://sngastro.com/pdf/heartburn.pdf 

Sarkar, M., Bhardwaz, R., Madabhavi, I., Modi, M. (2019). Physical signs in patients with chronic obstructive pulmonary disease. Lung India, (36) 38-47

Miravitlles, M., Ribera, A. (2017). Understanding the impact of symptoms on the burden of COPD. Respiratory Research, https://doi.org/10.1186/s12931-017-0548-3 

Freiler J. F. (2015). The Asthma-COPD Overlap Syndrome. Federal practitioner : for the health care professionals of the VA, DoD, and PHS, 32(Suppl 10), 19S–23S.

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x