Apa itu sepsis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sepsis?

Sepsis, juga disebut septicaemi atau keracunan darah, adalah komplikasi infeksi atau luka yang berpotensi mengancam nyawa. Sepsis terjadi karena zat kimia yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi memicu respon peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini mampu memicu sejumlah perubahan yang dapat merusak berbagai sistem organ, menyebabkan kegagalan organ tubuh.

Seberapa umumkah sepsis?

Sepsis paling umum dan berbahaya pada orang dewasa yang lebih tua atau yang sistem imunnya lemah, tapi kondisi ini juga dapat mempengaruhi pasien dalam semua usia. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sepsis?

Tanda dan gejala umum sepsis adalah:

  • Suhu tubuh di atas 38,3 oC atau di bawah 36 oC
  • Laju jantung lebih dari 90 detakan per menit
  • Laju pernapasan lebih dari 20 napas per menit.

Tanda dan gejala sepsis yang parah yaitu:

  • Pengeluaran urin berkurang drastis
  • Perubahan mendadak dalam status kejiwaan
  • Berkurangnya jumlah keping darah
  • Sulit bernapas
  • Detak jantung abnormal
  • Sakit perut
  • Septic shock

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Infeksi atau mengembangkan tanda dan gejala sepsis setelah operasi
  • Sepsis dan septic shock yang parah.

Penyebab

Apa penyebab sepsis?

Infeksi bakteri, virus atau jamur berkontribusi terhadap sepsis. Kemungkinan termasuk pneumonia, infeksi perut, infeksi ginjal, dan infeksi pembuluh darah.

Populasi yang menua juga dipercaya merupakan penyebab sepsis. Selain itu, kondisi di mana bakteri kebal terhadap bakteri lain juga dapat mengakibatkan sepsis, yang berarti bahwa beberapa jenis bakteri dapat kebal terhadap efek antibiotik yang dulu bisa membunuh mereka. Penyebab lainnya adalah sistem imun yang melemah, yang mungkin merupakan akibat HIV, pengobatan kanker atau obat transplantasi organ.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sepsis?

Ada banyak faktor risiko sepsis, yaitu:

  • Usia sangat muda atau sangat tua
  • Memiliki kelemahan sistem imun
  • Sedang sakit keras
  • Memiliki luka atau cedera, misalnya luka bakar
  • Memiliki alat invasif, misalnya kateter intravena atau selang pernapasan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sepsis?

Apabila Anda mendeteksi sepsis pada tahap awal di mana organ vital belum terkena, Anda boleh menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi di rumah. Dalam situasi ini, Anda bisa berharap untuk pulih seutuhnya.

Namun, jika Anda tidak menjalani perawatan sepsis apapun, sepsis dapat berkembang menjadi septic shock dan bahkan menyebabkan kematian pada akhirnya. Dalam kasus ini, dokter biasanya menggunakan sejumlah obat-obatan untuk mengobati sepsis. Obat bisa berupa antibiotik lewat infus untuk melawan infeksi, obat vasoactive untuk meningkatkan tekanan darah, insulin untuk menstabilkan gula darah, corticosteroid untuk mengurangi radang, dan obat penghilang rasa sakit.

Bila sepsis menjadi parah, cairan infus dalam jumlah besar dan respirator untuk bernapas penting bagi Anda. Dialisis mungkin perlu apabila ginjal terkena. Selama dialisis, mesin menggantikan fungsi ginjal seperti menyaring sampah yang berbahaya, garam, dan air berlebihan dari dalam darah.

Dalam beberapa kasus, operasi mungkin dibutuhkan untuk menghilangkan sumber infeksi, termasuk penyerapan abses bernanah atau pengangkatan jaringan yang terinfeksi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sepsis?

Dokter membutuhkan tes untuk menentukan apakah Anda mengalami sepsis serta mengidentifikasi keparahan infeksi.

Tes darah mungkin merupakan langkah pertama yang Anda butuhkan. Tes darah mampu membantu Anda memeriksa infeksi, masalah penyumbatan, fungsi hati atau ginjal abnormal, berkurangnya jumlah oksigen, ketidakseimbangan mineral bernama elektrolit yang mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh dan keasaman darah.

Dengan hasil tes darah dan gejala, tes lainnya yang bisa dilakukan adalah tes urin untuk mengecek apakah terdapat bakteri di dalam urin, tes sekresi luka untuk memeriksa luka terbaik untuk infeksi, tes sekresi lendir untuk mengetahui jenis kuman penyebab infeksi.

X-ray untuk melihat paru-paru, computed tomography (CT) scan untuk melihat kemungkinan infeksi di dalam usus buntu, pankreas, atau area usus, ultrasound untuk melihat infeksi di dalam kantong kemih atau ovarium, dan magnetic resonance imaging (MRI), yang bisa mengidentifikasi infeksi jaringan lunak adalah yang bisa dilakukan uapabila tes di atas tidak mampu membantu menemukan sumber infeksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sepsis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi sepsis:

  • Mempertahankan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya infeksi yang menyebabkan sepsis.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca