Berkenalan dengan Jenis Leukosit dan Fungsinya, Serta Jumlah Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Leukosit adalah satu dari empat komponen darah manusia. Meski jumlahnya tidak sebanyak sel darah merah, fungsi sel darah putih tidak kalah penting. Apa peran utama sel darah putih dalam tubuh kita? Berapa pula jumlah normal leukosit orang sehat? Simak penjelasannya selengkapnya di bawah ini. 

Apa itu leukosit?

Leukosit, atau sel darah putih, adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk sistem kekebalan tubuh alias sistem imun. Leukosit normal orang dewasa berkisar antara 4.500-11.000/mikroliter (mcL) darah. Jika hasilnya abnormal, Anda mungkin mengalami kondisi yang disebut dengan leukositosis (sel darah putih terlalu tinggi) atau leukopeni (sel darah putih terlalu rendah). 

Leukosit berfungsi melacak dan melawan mikroorganisme atau molekul asing penyebab penyakit atau infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Tidak hanya melawan kuman penyebab penyakit dan infeksi, leukosit juga melindungi kita dari zat asing yang mungkin mengancam kondisi tubuh.

Leukosit memiliki berbagai macam jenis. Beberapa jenis sel darah putih itu ada yang langsung bekerja membunuh kuman penyakit hingga tuntas. Ada pula yang menghasilkan “senjata” berupa antibodi untuk melindungi tubuh. Tak berhenti sampai di situ, ada pula jenis sel darah putih lain yang berfungsi sebagai pemberi informasi kepada pasukan leukosit “penyerang” bahwa penyakit telah terjadi.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Imun Manusia?

Apa saja jenis leukosit dan fungsinya?

Ada lima jenis leukosit berbeda yang mengembang tugas spesifik berdasarkan kemampuan masing-masing dan jenis molekul asing yang dilawan.

Macam-macam sel darah putih itu, yakni neutrofil, basofil, eosinofil, monosit, dan limfosit.

1. Neutrofil

Hampir setengah dari jumlah sel darah putih dalam tubuh adalah sel neutrofil. Neutrofil adalah sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri atau virus.

Sebagai tameng utama, neutrofil juga akan mengirimkan sinyal yang memperingati sel-sel lain dalam sistem kekebalan tubuh untuk merespons bakteri atau virus tersebut. Neutrofil umumnya ada pada nanah yang keluar dari infeksi atau luka di tubuh Anda.

Leukosit ini akan keluar setelah dilepaskan dari sumsum tulang, dan bertahan di tubuh hanya sekitar 8 jam. Tubuh Anda dapat memproduksi sekitar 100 miliar sel neutrofil tiap hari.

2. Eosinofil

Eosinofil adalah salah satu jenis leukosit yang berfungsi melawan bakteri dan infeksi parasit (seperti cacing). Eosinofil juga bekerja ketika seseorang mengalami reaksi alergi. Apabila jumlah sel eosinofil berlebihan, umumnya ini adalah hasil dari respon imun terhadap zat penyebab alergi.  

Eosinofil jumlahnya hanya sekitar 1 persen dari sel darah putih dalam aliran darah Anda. Namun, pada sistem pencernaan jumlahnya lebih tinggi.

Eosinofil tak hanya membawa manfaat bagi tubuh, tetapi juga bahaya. Pada kondisi ekstrem, seperti pada penyakit eritema toksikum, eosinofil dapat berperan sebagai elemen bermanfaat atau sekadar pengamat. 

3. Basofil

Basofil adalah jenis sel darah putih yang jumlahnya hanya sekitar 1 persen. Basofil berfungsi untuk meningkatkan respons imun non-spesifik terhadap patogen (kuman penyebab penyakit, seperti bakteri atau virus). Basofil adalah sel yang paling dikenal karena perannya memunculkan asma.

Ketika Anda terpapar pemicu asma, seperti debu, sel basofil akan melepaskan histamin. Basofil inilah yang dapat menyebabkan peradangan di saluran pernapasan Anda.

4. Limfosit (limfosit B dan limfosit T)

Limfosit adalah leukosit yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Ada dua jenis utama limfosit, yaitu limfosit sel B dan sel T. 

Limfosit B berfungsi membuat antibodi untuk melawan bakteri, virus, dan racun yang menyerang tubuh Anda. Sementara itu, limfosit T bertanggung jawab untuk menghancurkan sel tubuh sendiri yang telah diserang virus atau menjadi kanker. 

Limfosit T merupakan “pejuang” yang melawan penjajah secara langsung. Limfosit jenis ini juga memproduksi sitokin yang merupakan zat biologis yang membantu mengaktifkan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh.

Limfosit T masih dibedakan lagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Sel T: bertugas melepaskan protein yang disebut sitokin untuk yang membantu mengarahkan respons sel darah putih lainnya. 
  • Sel T sitotoksik (juga dikenal sebagai sel T pembunuh alami): mampu melepaskan molekul yang membunuh virus dan benda asing lainnya. 
  • Sel T memori: akan muncul setelah tubuh memerangi infeksi. Ini berguna agar tubuh dapat lebih mudah saat menghadapi infeksi sejenis di kemudian hari. 
  • Sel T regulator (juga dikenal sebagai sel T penekan): bertugas membantu untuk mengatur sel T lain untuk mencegah menyerang sel tubuh sendiri. 

5. Monosit

Monosit adalah leukosit yang bisa dibilang sebagai “truk sampah”. Monosit berasal dari sumsum tulang belakang yang melakukan perpindahan di dalam darah dan limpa. Monosit dikenal dengan kemampuan mereka untuk mengenali “sinyal bahaya”. 

Jenis leukosit yang satu ini berjumlah sekitar 5 persen dari keseluruhan sel darah putih. Fungsi monosit adalah berpindah ke jaringan-jaringan dalam tubuh sembari membersihkan sel-sel mati di dalamnya.

Monosit dapat dibedakan menjadi dua jenis sel, yaitu:

  • Sel dendritik, yaitu sel penyaji antigen dengan menandai benda asing yang perlu dihancurkan oleh limfosit. 
  • Makrofag, yaitu sel yang lebih besar dan hidup lebih lama dari neutrofil. Makrofag juga dapat bertindak sebagai sel penyaji antigen.  

Berapa jumlah leukosit normal?

leukosit sel darah putih

Menurut standar yang disebutkan American Associaton of Family Physician (AAFP), berikut adalah kadar leukosit normal apabila dihitung berdasarkan kategori usia:

  • Anak bayi baru lahir: 13.000-38.000/mcL
  • Bayi dan anak-anak: 5.000-20.000/mcL
  • Orang dewasa: 4.500-11.000/mcL
  • Wanita hamil (trimester tiga): 5.800-13.200/mcL

Apa penyebab jumlah leukosit naik atau turun?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa leukosit penting untuk menjaga sistem kekebalan imun tubuh. Apabila jumlah leukosit terlalu rendah, Anda rentan kena penyakit. Namun, sel darah putih terlalu tinggi juga bisa berbahaya.

Hasil tes leukosit yang rendah, yaitu kurang dari 4.000-4.500 per mikroliter darah dapat menandakan bahwa tubuh Anda mungkin tidak dapat melawan infeksi seperti seharusnya. Kondisi ini disebut sebagai leukopenia. 

Beberapa kondisi yang menyebabkan sel darah putih rendah, antara lain:

  • Infeksi parah
  • Kerusakan atau gangguan sumsum tulang, termasuk anemia aplastik.
  • Penyakit autoimun seperti lupus.

Sementara itu, jika hasil tes leukosit tinggi, yaitu di atas 11.000/mcL menandakan adanya suatu infeksi atau kondisi serius yang perlu dicari tahu lebih lanjut. Kondisi ini dikenal dengan leukositosis. 

  • Infeksi
  • Adanya kanker seperti leukemia, limfoma, dan mieloma. Kondisi tersebut terjadi ketika banyak sel darah putih diproduksi
  • Peradangan seperti penyakit radang usus dan gangguan autoimun
  • Trauma tubuh atau mental, seperti adanya patah tulang dan stres
  • Anda sedang hamil. kehamilan bisa membuat jumlah sel darah putih meningkat
  • Asma dan alergi yang ditandai dengan meningkatnya sel darah putih eosinofil

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit