home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Resistensi Antibiotik Bisa Sebabkan Kematian!

Hati-hati, Resistensi Antibiotik Bisa Sebabkan Kematian!

Resistensi antibiotik saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Sekitar 700 ribu kematian di seluruh di dunia disebabkan oleh fenomena ini. Bahkan, para ahli kesehatan termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setuju bahwa jika tidak ada pencegahan yang tepat, maka resistensi antibiotik akan mengakibatkan sekitar sejuta kematian secara global setiap tahun pada tahun 2050.

Apa itu resistensi antibiotik?

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Sayangnya, bakteri lama-lama justru bisa beradaptasi dengan obat-obatan dan menjadi makin sulit untuk dibunuh. Nah, inilah yang disebut dengan resistensi antibiotik.

Bakteri bisa menjadi resisten terhadap antibiotik melalui beberapa cara. Misalnya karena gen bakteri mengalami perubahan atau bakteri mendapat gen yang resisten terhadap obat dari bakteri lain. Kondisi ini lambat laun dapat mengancam kemampuan tubuh dalam melawat penyakit infeksi. Jadi, semakin lama dan semakin sering antibiotik digunakan, maka antibiotik semakin tidak efektif dalam melawan bakteri.

Jika jumlah bakteri resisten antibiotik semakin banyak, maka beragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko. Efek lebih jauhnya, pasien harus menanggung perawatan yang lebih lama dan lebih mahal.

Diazoxide adalah

Benarkah resistensi antibiotik bisa sebabkan kematian?

Dr. Anis Karuniawati, Ph.D., SpMK(K), Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) mengatakan bahwa memang resistensi antibiotik bisa sebabkan kematian.

Ditemui tim Hello Sehat di Rumah Sakit UI, Depok pada Kamis, (15/11) dr. Anis menjelaskan bahwa resistensi antibiotik disebabkan karena bakteri tidak lagi dapat dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi. Akibatnya dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.

“Karena penyakit infeksinya disebabkan oleh bakteri yang tidak bisa diatasi dengan antibiotik yang tersedia, maka itulah yang bisa menyebabkan kematian,” ungkap dr Anis yang juga menjabat sebagai pengurus pusat Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PMKI) dan staf pengajar FKUI.

Meski begitu, dr. Anis menjelaskan bahwa resistensi antibiotik bukan penyebab satu-satunya kondisi pasien terus memburuk dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian. Pasalnya, mungkin ada hal-hal lain yang bisa memengaruhi kondisi pasien itu sendiri, misalnya penyakit yang diderita pasien. Biasanya pasien yang memang sakit berat sistem kekebalan tubuhnya akan terus menurun, sehingga mengurangi kinerja antibiotik dalam mematikan bakteri penyebab infeksi.

Selain itu, bertambah parahnya kondisi pasien juga bisa disebabkan karena obat yang diminum. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kualitas dan cara penyimpanan obat yang tidak sesuai. Ya, penyimpanan obat yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan potensi kerja obat mengalami penurunan, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi pasien.

“Ada banyak hal yang menyebabkan obat tidak bisa bekerja. Jadi, tidak hanya karena masalah resistensi saja,” papar dr. Anis.

Deferasirox adalah

Bagaimana cara supaya terhindar dari resistensi antibiotik?

Dr. Anis mengatakan bahwa kunci utama agar terhindar dari resistensi antibiotik adalah dengan mencegah infeksinya itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kesehatan dengan memenuhi asupan nutrisi agar daya tahan tubuh Anda semakin kuat sehingga tidak mudah sakit.
  • Siapkan makanan Anda secara higienis.
  • Rajin cuci tangan sampai bersih, terutama setelah bersin atau batuk serta sebelum makan dan menyetuh hal lainnya.
  • Memerhatikan ventilasi di rumah agar sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dan sirkulasi udara lancar.
  • Melakukan vaksinasi sesuai yang dianjurkan dokter untuk mencegah penyakit tertentu.

Dr. Anis juga menambahkan bahwa setiap orang harus mengetahui aturan minum obat antibiotik yang benar. Berikut beberapa aturan minum antibiotik yang harus diperhatikan:

  • Selalu minum antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
  • Selalu membeli jumlah antibiotik sesuai yang diresepkan dokter.
  • Selalu menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter, bahkan jika kondisi Anda sudah membaik.
  • Selalu minum obat dengan dosis yang tepat dan pada waktu yang tepat.
  • Jangan pernah mengulang resep obat antibiotik.
  • Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain atau memberikan antibiotik yang Anda miliki ke orang lain, karena kebutuhannya mungkin saja tidak sama.
  • Selalu beri tahu dokter jika Anda mengonsumsi obat lain, suplemen, dan herbal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wawancara dengan dr. Anis Karuniawati, Ph.D., Sp.MK(K), Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada Kamis, (15/11).

Antibiotic resistance. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance Diakses pada Kamis, 16 November 2018.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 16/11/2018
x