Apa Itu Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

Sindrom ovarium polikistik atau yang dikenal juga dengan polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah kelainan hormon yang terjadi pada wanita. Kondisi ini menyebabkan penderitanya memiliki banyak kista kecil pada indung telur atau ovarium.

Ovarium atau indung telur adalah salah satu organ reproduksi yang terdapat di tubuh wanita. Setiap wanita mempunyai dua buah ovarium. Fungsi utama dari ovarium adalah menyimpan dan memproduksi sel telur. Beberapa jenis hormon, seperti estrogen dan progesteron, juga dihasilkan oleh organ ini.

Kata “polikistik” sendiri memiliki arti “kista yang banyak”. Istilah tersebut menggambarkan kondisi kista yang terdapat di ovarium. Kista adalah benjolan-benjolan kecil yang berisi cairan. Setiap benjolan mengandung sel telur yang belum matang dengan sempurna.

Apabila wanita memiliki sindrom ovarium polikistik, akan terjadi beberapa masalah pada kesuburan, siklus menstruasi, penampilan, bahkan produksi hormon pria berlebih. Dalam kasus yang lebih serius, PCOS dapat mengakibatkan masalah pada berat badan dan fungsi jantung.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kadar hormon insulin yang berlebihan di dalam tubuh. Maka dari itu, penyakit ini sering kali dikaitkan dengan risiko diabetes.

Pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara tuntas masih belum tersedia. Namun, terdapat berbagai pilihan penanganan medis dan nonmedis yang dapat membantu mengendalikan gejala-gejala yang muncul.

Seberapa umumkah sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

PCOS adalah kondisi yang relatif umum terjadi, terutama pada wanita yang kesuburannya bermasalah. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat menyerang wanita dengan kesuburan yang normal.

Sekitar 5% hingga 10% wanita berusia 15-44 terdiagnosis dengan penyakit ini. Umumnya, penderita baru mengetahui mereka memiliki sindrom ini di usia 20 dan 30-an, ketika mereka memiliki masalah kehamilan dan memeriksakan diri ke dokter.

Meskipun demikian, sindrom ini dapat terjadi pada usia berapa saja setelah melewati masa pubertas. Kondisi ini umum terjadi dan menyerang antara 1 dari 10-20 wanita berusia subur.

PCOS adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

Tanda-tanda dan gejala PCOS umumnya mulai berkembang sejak masa-masa awal pubertas, terutama ketika seseorang mengalami menstruasi untuk pertama kali. Usia paling umum di mana gejala pertama kali muncul adalah masa remaja akhir atau awal usia 20-an.

Namun, tidak jarang pula sindrom ini berkembang di lain waktu. Misalnya, ketika seseorang mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis.

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit ini cukup bervariasi pada masing-masing penderita.

Gejala-gejala umum dari PCOS adalah:

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Gejala yang paling umum dialami oleh penderita sindrom ini adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi bisa jadi sangat jarang, terlalu lama, atau malah tidak terjadi sama sekali selama beberapa tahun (amenorrhoea).

Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya aktivitas ovulasi pada sistem reproduksi, sehingga dinding rahim tidak dapat meluruh. Sejumlah wanita dengan kasus sindrom ini mengalami menstruasi kurang dari 8 kali selama setahun.

2. Pendarahan berat

Karena dinding rahim membutuhkan waktu lebih lama untuk menumpuk dan meluruh, maka ketika penderita PCOS mengalami menstruasi, darah yang dikeluarkan akan lebih banyak dari perempuan pada umumnya.

3. Pertumbuhan rambut berlebih

Sekitar lebih dari 70 persen perempuan dengan kondisi ini memiliki rambut yang berlebih pada wajah dan tubuhnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, penderita memiliki rambut wajah yang lebih tebal dan gelap.

Selain itu, rambut berlebih juga dapat ditemukan pada dada, perut, dan punggung. Kondisi ini dinamakan dengan hirsutisme.

4. Muncul jerawat

Produksi hormon androgen atau hormon pria yang berlebihan menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak dari biasanya. Hal ini mengakibatkan jerawat lebih sering muncul di wajah, dada, dan punggung bagian atas.

5. Perubahan mood

Karena tubuh menghasilkan kadar hormon yang tidak teratur, suasana hati atau mood penderita pun dapat berubah secara terus menerus. Kondisi ini berpotensi menyebabkan stres, bahkan depresi.

6. Berat badan naik secara drastis

Sebanyak 80% wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik mengalami kenaikan berat badan secara signifikan. Selain itu, penderita juga umumnya kesulitan menurunkan berat badan.

7. Muncul kebotakan

Seiring dengan bertambahnya usia, penderita mungkin akan mengalami kebotakan yang menyerupai kondisi botak pada pria, atau yang disebut juga dengan male-pattern baldness. Hal ini disebabkan produksi hormon pria yang berlebih pada tubuh penderita.

8. Warna kulit menggelap

Kulit akan memiliki corak-corak atau warna yang lebih  gelap pada bagian lipatan, seperti leher, pangkal paha, dan bawah payudara.

9. Sakit kepala

Perubahan hormon yang terlalu ekstrim dapat menyebabkan munculnya sakit kepala pada beberapa wanita.

10. Kesuburan terpengaruh

Apabila tubuh tidak berovulasi dengan baik, kesuburan pun akan terdampak. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak menghasilkan sel telur dengan cukup untuk dibuahi. Jika penderita kesulitan saat berupaya memiliki anak, hal tersebut bisa jadi merupakan salah satu gejala PCOS.

11. Kesulitan tidur (sleep apnea)

Penyakit ini, terutama pada penderita yang mengalami obesitas, dapat mengganggu siklus tidur akibat pernapasan yang tidak teratur, bahkan terhenti. Kondisi ini disebut dengan sleep apnea. Risiko penderita untuk mengalami sleep apnea adalah 5 hingga 10 kali lebih tinggi dibanding orang normal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Atau, jika Anda merasakan gejala-gejala di bawah ini, Anda harus segera waspada dan memeriksakan diri ke dokter:

  • Anda tidak menstruasi dan Anda sedang tidak hamil
  • Terdapat gejala-gejala PCOS, seperti rambut tumbuh secara berlebihan
  • Anda mencoba untuk hamil selama lebih dari 12 bulan, namun Anda selalu gagal
  • Anda memiliki gejala-gejala diabetes, seperti merasa haus dan lapar berlebihan, berat badan naik tiba-tiba, atau penglihatan buram

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari PCOS masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa terdapat beberapa kondisi yang memicu terjadinya sindrom ini.

1. Ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh

Banyak wanita dengan sindrom ini memiliki ketidakseimbangan kadar hormon di dalam tubuhnya. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa peristiwa perubahan hormon ini bisa terjadi.

  • Hormon androgen

Hormon androgen umumnya disebut juga dengan hormon pria. Hormon ini tidak hanya ditemukan pada tubuh pria. Nyatanya, wanita juga memproduksi hormon ini dalam jumlah yang sedikit. Salah satu hormon pria yang dihasilkan oleh wanita adalah testosteron.

Hormon ini mengontrol karakteristik fisik yang cenderung terdapat di pria, seperti pertumbuhan rambut berlebih dan male-pattern baldness. Penderita sindrom ovarium polikistik memiliki kadar hormon androgen yang melebihi batas wajar.

Hal ini menyebabkan proses ovulasi pada sistem reproduksi wanita terganggu, seperti menurunnya produksi sel telur oleh ovarium dan terganggunya siklus menstruasi.

  • Hormon luteinizing (LH)

Hormon luteinizing atau LH merupakan hormon yang merangsang terjadinya proses ovulasi di dalam tubuh. Apabila kadar hormon tersebut melebihi batas normal, hal tersebut dapat mengganggu fungsi ovarium dalam memproduksi sel telur.

2. Tingginya kadar insulin di dalam tubuh

Insulin merupakan hormon yang mengatur bagaimana tubuh Anda mengubah glukosa di dalam darah menjadi energi. Apabila hormon insulin mengalami peningkatan di dalam darah, tubuh akan mengalami resistensi insulin.

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak dapat merespon secara normal terhadap insulin. Kondisi ini menyebabkan tubuh harus memproduksi hormon pria atau testosteron lebih banyak, sehingga kemampuan ovarium untuk berovulasi pun menurun.

Resistensi insulin juga dapat mengakibatkan kenaikan berat badan, yang dapat memperparah gejala-gejala PCOS.

3. Keturunan keluarga

Beberapa ahli juga mempercayai bahwa sindrom ini dipengaruhi oleh faktor genetik. Hal ini disebabkan karena banyak wanita dengan ibu atau saudara yang memiliki kondisi ini juga mengidap penyakit yang sama.

4. Inflamasi atau peradangan tingkat rendah

Inflamasi atau peradangan tingkat rendah merupakan istilah yang berkaitan dengan kemampuan sel darah putih dalam melawan infeksi.

Sejumlah wanita dengan sindrom ini memiliki inflamasi tingkat rendah yang memicu ovarium untuk memproduksi hormon androgen. Kondisi ini dapat berpengaruh pada risiko terjadinya masalah jantung dan pembuluh darah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

Sindrom ovarium polikistik atau PCOS adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap perempuan, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan Anda dapat terkena suatu penyakit tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya sindrom PCOS ini:

1. Usia

Apabila Anda adalah wanita yang baru memasuki masa pubertas, atau Anda termasuk dalam golongan usia yang subur (15-44 tahun), peluang Anda untuk mengidap penyakit ini jauh lebih besar.

2. Keturunan keluarga

Sindrom ini sering kali dikaitkan dengan faktor genetik atau keturunan. Jadi, apabila Anda memiliki ibu, kakak perempuan, atau bibi yang menderita penyakit ini, risiko Anda untuk menderita penyakit yang sama pun lebih tinggi.

3. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan yang melebihi batas normal atau obesitas dapat memengaruhi produksi insulin di dalam tubuh. Hal ini tentunya berisiko mengganggu fungsi indung telur dalam berovulasi.

Maka dari itu, kesempatan Anda untuk mengidap sindrom ini jauh lebih besar jika Anda memiliki berat badan berlebih.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat diakibatkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS)?

PCOS dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan apabila tidak segera diatasi, atau diderita dalam jangka waktu panjang.

Mulai dari diabetes, gangguan jantung, hingga kanker, berikut adalah komplikasi-komplikasi yang mungkin dapat terjadi:

1. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari berbagai kondisi kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Kondisi-kondisi tersebut meliputi peningkatan kadar kolesterol, kadar gula darah, serta kenaikan tekanan darah.

Sebanyak 80% wanita dengan kondisi ini mengalami obesitas. Baik obesitas maupun PCOS dapat meningkatkan risiko mengalami sindrom metabolik.

Diperkirakan lebih dari setengah perempuan dengan penyakit ini berpotensi mengidap diabetes tipe 2 atau prediabetes (intoleransi glukosa) sebelum memasuki usia 40 tahun.

Selain itu, penderita sindrom ini sering kali memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Kondisi ini dapat memicu terjadinya masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke.

2. Komplikasi pada kehamilan

Sindrom ini memengaruhi siklus menstruasi, sehingga penderitanya semakin sulit untuk hamil. Sekitar 70 hingga 80 persen wanita dengan penyakit ini memiliki masalah kesuburan.

Kondisi ini juga dapat memicu terjadinya komplikasi pada kehamilan. Bayi yang dikandung oleh ibu dengan penyakit ini berisiko lahir secara prematur. Selain itu, wanita hamil dengan penyakit ini berpotensi mengalami keguguran dan diabetes gestasional.

3. Stres berat

Perubahan hormon dan gejala-gejala seperti pertumbuhan rambut berlebih dapat berakibat buruk pada emosi penderita. Banyak pasien sindrom ini yang berakhir dengan kondisi depresi dan kecemasan parah.

4. Kanker endometrium

Penderita sindrom ini juga berisiko mengembangkan penyakit kanker endometrium. Hal ini disebabkan karena ovarium tidak berovulasi dengan baik, sehingga dinding rahim terus menebal dan tidak kunjung meluruh.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana PCOS didiagnosis?

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis sindrom ini. Umumnya, penyakit ini terdeteksi ketika penderita datang ke dokter untuk memeriksakan penyakit lain.

Dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami, riwayat penyakit  keluarga, atau jika Anda pernah melakukan perawatan untuk kondisi kesehatan lainnya.

Untuk mengonfirmasi hasil diagnosis, dokter akan meminta Anda menjalani beberapa tes tambahan:

1. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar hormon di dalam tubuh, terutama hormon androgen. Selain itu, kadar kolesterol, insulin, dan trigliserida mungkin juga akan diukur untuk mengecek kemungkinan munculnya diabetes atau penyakit jantung.

2. Pemeriksaan panggul

Dokter akan memeriksa organ reproduksi Anda untuk mengetahui adanya pertumbuhan jaringan yang tidak wajar pada tubuh Anda, terutama ovarium.

3. Tes pencitraan

Tes pencitraan atau pengambilan gambar dilakukan untuk memeriksa ovarium Anda secara lebih mendalam. Beberapa jenis tes yang dilakukan adalah USG transvaginal dan CT scan.

Bagaimana mengobati PCOS?

Tujuan dari pengobatan PCOS adalah untuk mengendalikan gejala-gejala dan mencegah pertumbuhan kista yang lebih parah di dalam indung telur. Tergantung pada gejala, perawatan dapat bervariasi.

1. Siklus menstruasi

Untuk mengatur siklus menstruasi, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan berikut:

  • Pil KB

Pil KB yang mengandung estrogen dan progestin dapat mengurangi produksi androgen dan mengatur estrogen di dalam tubuh. Pengendalian hormon ini dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker endometrium, memiliki jerawat, dan mengalami pertumbuhan rambut berlebihan.

  • Terapi progestin

Terapi progestin selama 10-14 hari hingga 2 bulan dapat mengatur siklus menstruasi Anda dan melindungi Anda dari risiko kanker endometrium. Obat ini cocok untuk Anda yang ingin menjalani program kehamilan.

2. Proses ovulasi

Untuk membantu tubuh Anda berovulasi dengan normal, dokter akan memberikan obat-obatan seperti:

  • Clomiphene (Clomid)
  • Letrozole (Femara)
  • Metformin (Glucophage, Fortamet)
  • Gonadotropin

3. Mengurangi pertumbuhan rambut berlebih

Untuk mencegah rambut yang tumbuh di tubuh Anda muncul secara berlebihan, dokter akan memberikan pil KB. Selain itu, ada pula beberapa jenis obat sebagai alternatif:

  • Spironolactone (Aldactone)
  • Eflornithine (Vaniqa)
  • Electrolysis

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi PCOS?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi PCOS:

  • Jaga berat badan yang sehat dengan makan makanan rendah karbohidrat olahan
  • Olahraga juga dapat membantu tubuh mengatur insulin
  • Jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berhenti.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 17, 2019

Yang juga perlu Anda baca