Infertilitas Pada Pria dan Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Mempunyai buah hati adalah keinginan yang diinginkan sebagian besar pasangan suami istri. Namun, kenyataannya ada kondisi seperti gangguan sistem reproduksi yang mengakibatkan masalah kesuburan atau biasa disebut sebagai infertilitas. Sebelum Anda berkecil hati, simak penjelasan lengkap mengenai infertilitas pada pria dan wanita serta hal-hal yang bisa dilakukan di bawah ini!

Apa itu infertilitas?

infertilitas

Secara umum, infertilitas dapat didefinisikan ketika pasangan belum bisa hamil walaupun sudah melakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman secara teratur

Masalah kesuburan ini dapat dikategorikan sebagai infertilitas ketika Anda sudah mencoba untuk mempunyai anak dengan cara normal dalam jangka waktu satu tahun.

Dikutip dari Medline Plus, infertilitas merupakan hal yang umum terjadi.

Hal ini merujuk pada penelitian bahwa sekitar 15% pasangan belum menunjukkan tanda kehamilan walaupun dalam satu tahun sudah rutin melakukan seks tanpa kondom.

Perlu diketahui bahwa masalah kesuburan  serta gangguan sistem reproduksi tidak hanya bisa terjadi pada wanita saja, tetapi juga pada pria.

Perbedaan infertilitas dengan mandul

Seringkali, sebagian besar orang mengatakan bahwa masalah kesuburan atau infertilitas artinya mandul. Padahal, kedua kata ini mempunyai arti yang berbeda.

Mandul merupakan kondisi pria atau wanita tidak bisa menghasilkan anak.

Kemandulan dapat terjadi ketika sperma pada laki-laki atau telur perempuan tidak dapat diproduksi, sehingga pembuahan tidak dapat terjadi.

Walaupun begitu, fungsi seksual Anda tetap bekerja dengan normal. Namun, sayangnya Anda tidak bisa punya anak.

Ya, kemandulan tidak bisa diatasi dengan cara apapun, berbeda dengan ketidaksuburan. Banyak orang yang menyangka ia mandul padahal tidak subur.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa infertilitas merupakan kondisi saat Anda dan pasangan sulit terjadi pembuahan secara alami.

Maka dari itu, pada kondisi infertilitas masih ada kemungkinan Anda mengalami kehamilan dengan penanganan tertentu.

Penyebab infertilitas

Agar terjadi kehamilan, maka pembuahan harus terjadi dengan langkah-langkah yang sudah seharusnya.

Bagi beberapa pasangan, ada beberapa penyebab yang merupakan pertanda dari infertilitas. Hal ini bisa terjadi baik dari pria, wanita, atau bahkan keduanya.

Penyebab Infertilitas pada pria

Masalah kesuburan atau infertilitas pada pria dapat terjadi karena beberapa penyebab yang biasanya berasal dari sperma.

Hal ini bisa terjadi karena adanya kelainan sperma yang dilihat dari jumlah, pergerakan, serta bentuk. Tentunya pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga medis professional.

Pada beberapa kasus, infertilitas juga bisa terjadi sejak lahir karena masalah kesehatan yang memengaruhi sperma.

Berikut beberapa hal lainnya yang juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria, sepeti:

  • Kelainan atau gangguan sperma. Jumlah, pergerakan, serta bentuk sperma yang abnormal bisa menjadi penyebab ketidaksuburan pada pria.
  • Masalah ejakulasi. Hal ini mencakup ejakulasi dini, ejakulasi retrograde, orgasme kering, penyumbatan serta kerusakan pada testis.
  • Kelainan genetik bisa membuat pria tidak dapat memproduksi sperma atau sperma yang diproduksi hanya sedikit.
  • Gangguan hormonal. Apabila tingkat prolaktin dari kelenjar pituitari terlalu banyak, dapat mengakibatkan penurunan produksi sperma.
  • Kanker serta pengobatannya juga bisa mengganggu kesuburan pria.

Penyebab Infertilitas pada wanita

Sebagian besar penyebab dari infertilitas pada wanita adalah karena masalah ovulasi. Hal ini karena tanpa adanya ovulasi, maka sel telur tidak bisa dibuahi.

Tanda atau gejala infertilitas ini kemungkinan berawal dari periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali.

Berikut beberapa penyebab masalah kesuburan pada wanita yang bisa terjadi:

  • Gangguan ovulasi seperti PCOS atau anovulasi.
  • Kelainan rahim atau leher rahim. Hal ini berkaitan dengan saluran tuba terhalang sehingga menghalangi sel telur.
  • Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi akibat peradangan. Lebih lanjutnya bisa terjadi penyakit radang panggul.
  • Endometriosis, ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim sehingga memengaruhi fungsi ovarium.
  • Menopause dini, ketika ovarium berhenti bekerja dan menstruasi berakhir sebelum usia 40.
  • Terjadi adhesi atau jaringan di sekitar organ reproduksi saling menempel atau terikat.
  • Kanker serta pengobatannya juga bisa mengganggu kesuburan pada wanita.

Faktor-faktor lain penyebab infertilitas

Sebelum mengetahui penyebab infertilitas, ada faktor lain seperti gejala atau tanda ketidaksuburan yang bisa rasakan sendiri.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan sehingga bisa berkonsultasi dengan dokter.

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Anda perlu waspada kalau siklus menstruasi terlalu lama (lebih dari 35 hari) atau terlalu cepat (kurang dari 21 hari).

Begitu juga ketika jika ada beberapa bulan terlewat tanpa haid.

2. Rasa sakit ketika melakukan hubungan seks

Jangan meremehkan rasa sakit ketika melakukan hubungan intim. Hal ini bisa menandakan banyak hal yang berdampak pada kesuburan.

Anda bisa jadi menderita penyakit radang panggul, fibroid rahim, atau sindrom ovarium polikistik.

3. Usia di atas 35 tahun

Meskipun di usia 35 tahun ke atas masih memiliki kesempatan untuk hamil, kemungkinannya akan semakin mengecil.

Ini disebabkan oleh sel telur yang mulai susah untuk dibuahi.

4. Masalah fungsi seksual

Perhatikan jika Anda mengalami masalah pada fungsi seksual seperti hilangnya gairah seksual, kesulitan ereksi dan ejakulasi, hingga jumlah sperma sedikit.

5. Kekurangan atau kelebihan berat badan

Terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat menyebabkan infertilitas. Selain itu, kebiasaan diet yang berlebihan atau terlalu banyak olahraga juga dapat membawa masalah bagi kesuburan.

Bagaimana cara mengetahui jika Anda terlalu kurus atau terlalu gemuk? Periksalah apakah indeks masa tubuh berada dalam skala yang tepat.

6. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual dapat menyebabkan gangguan sistem reproduksi.

Infeksi dan peradangan akibat klamidia atau gonore dapat menyebabkan penyumbatan saluran tuba, susah hamil, atau bahkan risiko kehamilan ektopik.

7. Merokok atau mengonsumsi alkohol

Merokok dapat menyebabkan masalah pada pembuahan bagi wanita.

Sedangkan mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan dapat menyebabkan kemandulan, baik bagi pria atau wanita.

Tes kesuburan yag bisa dilakukan

tes kesuburan sebelum menikah

Tidak cukup hanya melihat gejala atau tanda-tanda dari infertilitas, Anda perlu untuk memeriksakan diri pada dokter yang tepat. Beberapa pertanyaan yang bisa Anda diskusikan dengan dokter mengenai infertilitas, seperti:

  • Apa saja alasan ketika belum berhasil memiliki anak?
  • Apa saja tes serta pengobatan yang bisa dilakukan?
  • Apakah ada efek samping dari pengobatan untuk masalah kesuburan?
  • Berapa lama atau berapa banyak untuk menjalani pengobatan?
  • Apakah ada komplikasi jangka panjang dalam terapi kesuburan?
  • Berapa tingkat keberhasilan agar terjadi kehamilan?

Selain berkonsultasi, ada kemungkinan Anda serta pasangan melakukan tes kesuburan agar program hamil yang akan dijalani nantinya berjalan lebih lancar.

Tes kesuburan yang dilakukan oleh pria:

  • Analisis sperma.
  • Tes hormon.
  • Tes genetik apabila diperlukan.

Tes kesuburan yang dilakukan oleh wanita:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit