Apa itu periodic limb movement disorder (PLMD)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu periodic limb movement disorder (PLMD)?

Periodic limb movement disorder (PLMD) atau gangguan gerakan tungkai periodik adalah kondisi yang ditandai dengan sentakan atau goyangkan kaki dan tangan, biasanya saat tidur. Kadang kondisi ini disebut juga dengan gerakan kaki periodik saat tidur, dalam bahasa Inggris disingkat PLMS. Gerakan ini biasanya muncul setiap 20 atau 40 detik dan bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam sepanjang malam.

Orang dengan PLMD biasanya tidak sadar kalau kakinya bergerak-gerak. Mereka tidak mampu menghentikan gerakan ini sehingga mereka bangun pagi dengan keadaan kelelahan atau emosian.

Seberapa umumkah periodic limb movement disorder (PLMD)?

Gangguan ini sangat umum, terutama pada wanita. PLMD juga bisa dialami pasien dengan usia berapa pun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja gejala periodic limb movement disorder (PLMD)?

Tanda-tanda dan gejala periodic limb movement disorder adalah:

  • Gerakan berulang di salah satu atau kedua tungkai kaki, kadang di lengan. Misalnya berupa menggerakkan jempol kaki atau menyentakkan pergelangan kaki.
  • Tidur tidak nyenyak.
  • Sering terbangun di tengah malam.
  • Mengantuk dan lemas sepanjang hari.
  • Gangguan perilaku, prestasi di sekolah atau di kantor menurun karena kurang tidur, mudah terpancing emosi.

Gerakan PLMD biasanya muncul setiap 20 sampai 40 kali selama 30 menit dalam satu malam. Meskipun lebih sering menggerakkan kaki, Anda juga mungkin menggerakkan lengan. Ini terjadi pada tahap tidur non-REM (yang tidak termasuk tahap rapid eye movement).

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab periodic limb movement disorder (PLMD)?

PLMD bisa jadi penyakit tunggal (primer) atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya (sekunder). Sebagai penyakit tunggal, PLMD belum diketahui penyebabnya. Para ahli mengaitkan gangguan ini dengan gangguan saraf otak ke tungkai.

PLMD sekunder bisa disebabkan oleh berbagai hal, yang biasanya juga menyebabkan sindrom restless legs.

  • Diabetes mellitus
  • Kekurangan zat besi
  • Tumor korda spinalis
  • Cedera korda spinalis
  • Sindrom sleep apnea (napas terhenti sementara saat tidur)
  • Narkolepsi
  • Uremia
  • Anemia
  • Konsumsi obat-obatan seperti agen antidopaminergik seperti Haldol, obat dopaminergik seperti Sinemet, dan obat antidepresan trisiklik seperti amitriptyline
  • Putus obat seperti barbiturat atau benzodiazepin

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana periodic limb movement disorder (PLMD) didiagnosis?

Biasanya pasien baru menyadari ia punya PLMD setelah anggota keluarga atau pasangannya mengeluh sering ditendang saat tidur. Atau pasien bangun dengan bantal, guling, dan selimut yang berantakan.

PLMD didiagnosis dengan tes polysomnography juga disebut sebagai pengamatan tidur. Pengamatan ini dilakukan saat Anda bermalam di laboratorium. Tes ini akan mengamati:

  • Gelombang otak
  • Detak jantung
  • Kadar oksigen dalam darah
  • Gerakan bola mata
  • Fungsi saraf dan otot
  • Tekanan darah

Dokter Anda juga mungkin meminta rekam medis Anda dan memeriksa kondisi fisik Anda untuk memastikan Anda tidak memiliki penyakit lainnya yang mengganggu tidur Anda.

Tes darah dan tes urine juga sering diminta untuk memeriksa anemia defisiensi besi dan gangguan metabolik lainnya (seperti diabetes).

Pilihan pengobatan periodic limb movement disorder (PLMD) diobati?

Pengobatan yang diberikan tidak bisa menghilangkan PLMD selamanya, tapi bisa membantu mengendalikan gejalanya, misalnya dengan membatasi pergerakan Anda selama tidur.

Obat-obatan

Beberapa obat yang digunakan untuk membantu PLMD mirip dengan obat yang diresepkan untuk restless legs syndrome.

  • Benzodiazepin: Obat-obatan ini menahan kontraksi otot sekaligus berfungsi sebagai penenang agar Anda bisa tidur. Clonazepam (Klonopin) bahkan telah menunjukkan efek yaitu mengurangi gerakan PLMD setiap jamnya. Obat ini yang paling sering diresepkan.
  • Agen dopaminergik: Obat-obatan ini meningkatkan kadar neurotransmitter (senyawa kimia otak) yaitu dopamin. Dopamin berperan dalam mengendalikan gerakan otot.
  • Agen antikonvulsan: Bagi beberapa orang, obat ini mampu mengurangi kontraksi otot. Yang biasanya diresepkan untuk PLMD yaitu gabapentin (Neurontin).
  • GABA agonists: Agen-agen ini menghambat pelepasan berbagai neurotransmitter yang memicu kontraksi otot. Karena itu, kontraksi otot pun akan melemah. Yang paling sering diresepkan untuk PLMD adalah baclofen (Lioresal).

Langkah selanjutnya–pemeriksaan lanjutan (follow-up)

Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk kembali lagi dalam beberapa waktu setelah Anda menjalani pengobatan atas rekomendasinya. Sebaiknya, bawa serta anggota keluarga atau pasangan yang tidur bersama Anda supaya semua pihak mengerti betul soal kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi periodic limb movement disorder (PLMD)?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi PLMD:

  • Kalau kondisi Anda tak terlalu mengganggu, Anda mungkin tidak butuh pengobatan. Anda hanya perlu mengurangi konsumsi alkohol dan kafein (terutama di sore dan malam hari) serta berhenti merokok.
  • Yoga, meditasi, dan teknik relaksasi lainnya bisa membantu mengurangi gejala. Begitu juga dengan pijatan lembut atau mandi air hangat sebelum tidur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 7, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 8, 2017

Yang juga perlu Anda baca