9 Makanan yang Punya Manfaat Mencerahkan Kulit

    9 Makanan yang Punya Manfaat Mencerahkan Kulit

    Selama ini Anda mungkin hanya menggunakan produk perawatan kulit untuk mendapatkan kulit putih dan cerah. Padahal, terdapat sejumlah makanan yang membantu produk skincare bekerja lebih baik untuk memutihkan sekaligus menjaga kesehatan kulit.

    Daftar makanan untuk memutihkan kulit

    Kulit adalah salah satu organ tubuh yang penting untuk Anda jaga kesehatannya. Tak hanya melalui produk perawatan, Anda bisa menjaga kesehatan kulit lewat makanan bernutrisi.

    Anda sebaiknya mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk kulit. Konsumsi makanan ini secara rutin turut menjaga kesehatan kulit.

    Beberapa jenis makanan, seperti sayuran dan buah-buahan, bisa membantu kulit putih dan cerah sehingga Anda dapat tampil dengan lebih percaya diri.

    Berikut adalah sejumlah makanan untuk mencerahkan kulit yang bisa Anda konsumsi.

    1. Kiwi

    manfaat buah kiwi

    Buah kiwi merupakan salah satu buah-buahan yang memiliki kandungan vitamin C tinggi.

    Sebuah studi dalam International Journal of Dermatology (2010) menunjukkan penggunaan vitamin C selama 12 minggu membantu menghilangkan melasma atau hiperpigmentasi.

    Hal ini berarti vitamin C mampu mencerahkan kulit. Selain itu, vitamin C ini bekerja sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan kulit.

    Untuk mendapatkan manfaat optimal, pastikan Anda memakan bagian kulit kiwi yang justru memiliki kandungan senyawa antioksidan tiga kali lipat daripada daging buahnya.

    Dengan memakan kiwi bersama kulitnya, Anda dapat merasakan manfaat lebih banyak dari makanan untuk memutihkan kulit ini dalam melawan radikal bebas.

    2. Tomat

    Tomat yang biasa Anda temukan dalam salad atau lalapan ternyata bermanfaat untuk membuat kulit lebih cerah berkat kandungan vitamin C di dalamnya.

    Selain vitamin C, makanan untuk kulit cerah ini mengandung senyawa likopen, yakni salah satu jenis karotenoid yang memberi warna merah pada buah tomat.

    Likopen dalam tomat akan melindungi kulit Anda dari paparan sinar UV dan menurunkan risiko kanker kulit, seperti karsinoma kulit nonmelanoma.

    Likopen juga akan meningkatkan status antioksidan dalam kulit. Hal ini membuat sel-sel kulit lebih mampu untuk melawan radikal bebas dari lingkungan.

    3. Biji bunga matahari

    Selama ini Anda mungkin hanya menganggap biji bunga matahari atau kuaci hanya sebagai makanan ringan untuk mengisi waktu luang saja.

    Namun jangan salah, kuaci ternyata bermanfaat untuk membuat kulit Anda lebih cerah berkat kandungan nutrisi yang mampu menjaga kesehatan kulit.

    Biji bunga matahari tinggi akan vitamin E. Penggunaan vitamin E langsung ke kulit, seperti pada produk skincare membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.

    Pada akhirnya, manfaat vitamin E juga akan membantu Anda dalam memutihkan kulit kusam.

    Selain itu, terdapat kandungan penting lain dalam biji bunga matahari, seperti protein, selenium, dan zinc yang baik untuk kesehatan kulit.

    4. Kacang almond

    Kacang almond dan kacang-kacangan lain memang enak dan mengandung nutrisi penting, termasuk vitamin E, vitamin C, zinc, dan selenium.

    Kandungan asam lemak omega-3, seperti eicosapentaenoic acid (EPA) dalam kacang almond juga bermanfaat untuk kesehatan kulit.

    Dalam sebuah penelitian, asupan 4 gram EPA selama tiga bulan membantu meningkatkan ketahanan kulit terhadap efek kulit terbakar matahari (sunburn).

    Pasalnya, kulit yang terkena sinar matahari terus-menerus bisa menimbulkan kulit kusam dan kering, bintik-bintik gelap, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

    Meski begitu, hindari konsumsi kacang-kacangan secara berlebihan yang bisa memicu efek samping, seperti sakit perut, perut kembung, dan alergi bagi sebagian orang.

    5. Alpukat

    Alpukat merupakan buah kaya lemak sehat yang menjadi salah satu pilihan makanan untuk memutihkan kulit Anda.

    Lemak sehat ini penting dalam memberikan kelembapan dan menghidrasi kulit. Hal ini dapat membantu kulit Anda agar terlihat lebih muda dan sehat.

    Selain itu, buah alpukat tinggi kandungan vitamin C dan vitamin E yang bagus untuk kulit.

    Kombinasi vitamin C dan E dalam penelitian juga telah terbukti menunjukan kemanjuran yang lebih baik untuk mengobati melasma.

    6. Wortel

    Wortel merupakan salah satu sumber vitamin A dalam bentuk betakaroten. Tubuh Anda butuh nutrisi ini untuk memperbaiki jaringan dalam kulit yang rusak.

    Konsumsi wortel secara rutin akan membantu membuat kulit Anda lebih sehat. Vitamin A juga membantu melawan kulit terbakar matahari dan keriput.

    Penggunaan retinol sebagai bahan aktif dari vitamin A dalam skincare juga bisa membuat kulit Anda tampak lebih cerah.

    Selain sebagai produk anti-aging, retinol juga membantu melawan bintik-bintik hitam akibat sinar matahari dan gangguan hiperpigmentasi lainnya.

    7. Ikan dan seafood

    ikan dan seafood untuk memutihkan kulit

    Ikan dan seafood, seperti ikan salmon, ikan sarden, dan tiram tinggi kandungan vitamin B12 untuk menjaga agar kulit Anda lebih sehat.

    Pasalnya, kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit hiperpigmentasi yang membuat kulit tampak lebih gelap.

    Meski jarang terjadi, sebuah studi dalam Journal of Family Medicine and Primary Care (2018) menunjukkan pemberian vitamin B12 mampu mengatasi hiperpigmentasi.

    Pasien hiperpigmentasi yang memperoleh asupan vitamin B12, baik secara oral maupun suntik, bersamaan dengan pengobatan lain mampu sembuh sepenuhnya dalam 8 minggu.

    Selain itu, ikan dan seafood juga kaya akan asam lemak omega-3 untuk membantu mengatasi masalah kulit terkait peradangan, termasuk mengurangi jerawat.

    8. Brokoli

    Brokoli adalah salah satu sayuran yang mengandung vitamin C tinggi dan dapat Anda jadikan menu makanan untuk membantu memutihkan kulit.

    Sama halnya dengan makanan yang mengandung vitamin C sebelumnya, brokoli melindungi kulit dari radikal bebas yang menyebabkan kulit keriput dan tampak lebih gelap.

    Selain itu, sayuran hijau ini juga memiliki kandungan senyawa khusus bernama sulforaphane.

    Dalam penelitian, senyawa sulforaphane atau sulforafana ini membantu melindungi dari kulit tubuh Anda dari efek penuaan akibat sinar matahari.

    9. Buah beri

    Macam-macam buah beri, seperti stroberi, rasberi, dan bluberi tergolong buah sumber vitamin C dan antioksidan yang berguna untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

    Efek perlindungan dari radikal bebas dan sinar matahari dalam vitamin C juga bisa mencegah kulit Anda dari keriput dan penuaan dini.

    Buah stroberi juga mengandung asam malat yang merupakan salah satu keluarga asam buah yang disebut alpha hydroxy acid (AHA).

    AHA merangsang pengelupasan sel kulit mati sehingga bisa membantu memutihkan dan mencerahkan kulit Anda secara alami.

    Tips untuk menjaga kesehatan kulit

    Selain memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan untuk kulit putih dan cerah di atas, Anda juga mengimbangi dengan minum air putih setiap harinya.

    Mencukupi kebutuhan air membantu tubuh Anda tetap terhidrasi dan memastikan kulit lembap.

    Hindari pula kebiasaan yang berdampak buruk, seperti merokok, kurang tidur, dan stres yang bisa menyebabkan munculnya berbagai masalah kulit.

    Hal terpenting, Anda juga perlu melakukan perawatan kulit rutin, seperti mencuci muka, memakai pelembap, dan tabir surya sesuai jenis kulit Anda.

    Gunakan juga produk skincare untuk mencerahkan kulit yang mengandung nutrisi seperti yang disebutkan di atas, seperti vitamin C, vitamin E, dan retinol.

    Jika Anda ragu dalam memilih produk perawatan yang tepat, silakan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi terbaik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Skin care: 5 tips for healthy skin. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 5 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/skin-care/art-20048237

    Yanti, G, The Best Foods for Healthy & Glowing Skin. Mount Elizabeth Hospital. (2020). Retrieved 5 January 2021, from https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/best-foods-healthy-skin

    Thomsen, B. J., Chow, E. Y., & Sapijaszko, M. J. (2020). The Potential Uses of Omega-3 Fatty Acids in Dermatology: A Review. Journal of cutaneous medicine and surgery, 24(5), 481–494. https://doi.org/10.1177/1203475420929925

    Rao V. R. (2018). Vitamin B12 deficiency presenting with hyperpigmentation and pancytopenia. Journal of family medicine and primary care, 7(3), 642–644. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_347_16

    Cooperstone, J., Tober, K., Riedl, K., Teegarden, M., Cichon, M., & Francis, D. et al. (2017). Tomatoes protect against development of UV-induced keratinocyte carcinoma via metabolomic alterations. Scientific Reports, 7(1). https://doi.org/10.1038/s41598-017-05568-7

    Sikdar, S., Papadopoulou, M., & Dubois, J. (2016). What do we know about sulforaphane protection against photoaging?. Journal of cosmetic dermatology, 15(1), 72–77. https://doi.org/10.1111/jocd.12176

    Keen, M. A., & Hassan, I. (2016). Vitamin E in dermatology. Indian dermatology online journal, 7(4), 311–315. https://doi.org/10.4103/2229-5178.185494

    Kong, R., Cui, Y., Fisher, G., Wang, X., Chen, Y., Schneider, L., & Majmudar, G. (2015). A comparative study of the effects of retinol and retinoic acid on histological, molecular, and clinical properties of human skin. Journal Of Cosmetic Dermatology, 15(1), 49-57. https://doi.org/10.1111/jocd.12193

    Choi, Y., Rho, Y., Yoo, K., Lim, Y., Li, K., & Kim, B. et al. (2010). Effects of vitamin C vs. multivitamin on melanogenesis: comparative study in vitro and in vivo. International Journal Of Dermatology, 49(2), 218-226. https://doi.org/10.1111/j.1365-4632.2009.04336.x

    Rhodes, L. E., Shahbakhti, H., Azurdia, R. M., Moison, R. M., Steenwinkel, M. J., Homburg, M. I., Dean, M. P., McArdle, F., Beijersbergen van Henegouwen, G. M., Epe, B., & Vink, A. A. (2003). Effect of eicosapentaenoic acid, an omega-3 polyunsaturated fatty acid, on UVR-related cancer risk in humans. An assessment of early genotoxic markers. Carcinogenesis, 24(5), 919–925. https://doi.org/10.1093/carcin/bgg038

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jan 21
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan