home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Kehadiran produk skincare berperan besar dalam mewujudkan kulit tubuh dan wajah yang sehat menawan. Produk-produk ini bekerja dengan cara yang beragam sesuai masalah kulit, mulai dari melembapkan, memberikan nutrisi, hingga melindungi lapisan kulit.

Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai produk skincare sesuai jenis kulit, sebenarnya apa saja produk-produk perawatan kulit dasar yang sebaiknya digunakan tiap orang?

Bahan-bahan aktif dalam produk skincare

skin care tidak bekerja

Cara kerja dan bahan-bahan aktif dalam produk skincare terus dikembangkan dari waktu ke waktu sehingga variasinya semakin banyak. Pemilik kulit normal, kombinasi, bahkan kulit sensitif kini dapat menemukan rangkaian skincare yang diperuntukkan bagi kulitnya.

Bahan-bahan aktif yang dimaksud dalam produk skincare adalah bahan-bahan yang bekerja langsung untuk mengatasi masalah kulit penggunanya. Bahan-bahan ini telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat atau efek tertentu pada kulit.

Setiap produk skincare memiliki bahan aktif yang berbeda-beda. Bahkan, produk skincare alami pun mengandung bahan aktifnya sendiri. Zat-zat tersebutlah yang membuat suatu produk perawatan kulit bisa bekerja dengan ampuh.

Kekuatan suatu bahan aktif umumnya ditentukan oleh konsentrasinya dan apakah zat tersebut merupakan zat bebas atau resep dokter. Contohnya, bahan aktif dalam obat penghilang jerawat berbentuk krim yang dibeli bebas mungkin tidak sekuat krim jerawat dari dokter.

Ada banyak sekali jenis bahan aktif yang digunakan dalam produk perawatan kulit dan wajah. Berikut adalah beberapa yang paling umum.

1. AHA, BHA, dan PHA

AHA, BHA, dan PHA merupakan kelompok asam yang memiliki fungsi utama untuk mengelupas sel kulit mati. Ketiganya bisa ditemukan dalam berbagai produk seperti toner, sabun cuci muka, eksfoliator, serum, hingga masker dan body lotion.

AHA (alpha-hydroxy acid) sering dicantumkan sebagai glycolic acid, lactic acid, citric acid, dan masih banyak lagi. Produk ini paling cocok untuk pemilik kulit kering atau kulit yang bermasalah dengan jerawat, warna tidak merata, dan tanda-tanda penuaan.

Kendati ampuh, AHA dapat menimbulkan iritasi bila digunakan secara berlebihan atau bersamaan dengan beberapa eksfoliator lain. Guna mencegah hal ini, Anda sebaiknya memilih produk perawatan kulit dengan kandungan AHA kurang dari 10 persen

PHA (polyhydroxy acid) juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang sensitif terhadap AHA. Zat ini memiliki manfaat yang sama dengan AHA, tapi molekulnya yang besar tidak bisa menembus bagian dalam kulit sehingga risiko iritasi pun lebih kecil.

Sementara untuk pemilik kulit berminyak, BHA (beta-hydroxy acid) adalah eksfoliator yang tepat. Zat yang sering dicantumkan sebagai salicylic acid (asam salisilat) ini mampu mengatasi masalah jerawat, membersihkan kulit, dan meratakan rona kulit.

Konsentrasi BHA yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah kulit adalah 0,5 – 5%. Walaupun kemungkinan iritasinya lebih kecil dibandingkan AHA, BHA tetap bisa menyebabkan iritasi kulit bila digunakan secara berlebihan.

2. Retinol

Retinol atau retinoid adalah zat yang terbuat dari vitamin A. Anda dapat menemukan retinol dalam produk perawatan kulit dengan nama tretinoin, adapalene, tazarotene, alitretinoin, dan bexarotene. Semuanya memiliki fungsi yang sama.

Skincare mengandung retinol umumnya digunakan untuk menghilangkan jerawat dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Selain itu, retinol juga mengurangi kelebihan minyak pada kulit, mencegah keriput, serta mengobati kutil.

3. Niacinamide

Niacinamide adalah sejenis vitamin B3. Biasanya, niacinamide terdapat dalam produk perawatan kulit dan wajah berbentuk serum. Senyawa ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit, tapi manfaat terbesarnya mungkin dirasakan oleh pemilik kulit berminyak.

Niacinamide bantu membentuk keratin, yakni protein yang membuat kulit sehat dan lembut. Senyawa ini juga menjaga lapisan pelindung kulit, mengurangi kelebihan minyak, mencegah kerusakan akibat sinar matahari, dan menunda penuaan kulit.

4. Centella asiatica (daun pegagan)

Centella asiatica banyak digunakan dalam produk perawatan wajah berkat kandungan bioaktifnya. Tanaman berbentuk kipas ini berperan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, hingga antiulcer yang membantu mengatasi luka.

Manfaat utamanya dalam perawatan kulit adalah meningkatkan produksi kolagen yang merupakan fondasi utama kulit agar tetap elastis. Kulit pun lebih cepat pulih dari bekas luka dan stretch mark serta terlindung dari penuaan dini.

5. Hyaluronic acid

Hyaluronic acid atau asam hialuronat merupakan zat bening dalam jaringan kulit yang secara alamiah dibentuk oleh tubuh. Fungsi utamanya adalah melumasi jaringan kulit sehingga kulit tetap lembap dan lentur.

Manfaat asam hialuronat dalam rangkaian produk skincare pun tidak jauh berbeda. Produk mengandung senyawa ini membantu mengurangi kerutan pada wajah, melembapkan kulit, dan memperbaiki kulit yang terbakar matahari.

6. Alpha arbutin

Alpha arbutin adalah versi sintetis dari zat yang disebut hydroquinone. Alpha arbutin terbuat dari berbagai jenis tanaman dan buah-buahan, seperti tanaman bearberry, blueberry, cranberry, kulit pir, serta gandum.

Zat ini bersifat mudah larut air sehingga manfaatnya pun lebih mudah menyerap dalam kulit. Manfaat alpha arbutin antara lain mencerahkan wajah tanpa menyebabkan iritasi, mengurangi flek hitam, dan memudarkan noda gelap bekas jerawat pada kulit.

Fungsi dan urutan dasar penggunaan produk skincare

skincare pagi untuk bekas jerawat

Setiap produk skincare memiliki fungsi tersendiri. Satu produk yang sama pun dapat dibagi lagi sesuai jenis kulit setiap orang dan masalah yang dialaminya. Ini sebabnya Anda akan mudah menemukan puluhan varian produk saat berburu skincare.

Meski demikian, sebenarnya ada tahapan skincare secara umum yang dapat diikuti setiap orang dengan jenis dan masalah kulit apa pun. Setelah memahami tahapannya, akan lebih mudah untuk mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Berikut urutan pemakaian produk skincare dasar yang perlu Anda lakukan untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit.

1. Mencuci muka

Mencuci muka adalah langkah pertama yang wajib Anda lakukan sebelum memakai produk lain. Mencuci muka membuka pori-pori, melembutkan kulit, dan membuat kulit bersih dari kotoran sehingga kulit bisa menyerap produk selanjutnya dengan lebih baik.

Ingin wajah Anda lebih bersih dan lembut? Coba bersihkan muka dengan dua tahapan double cleansing. Tahap pertama adalah membersihkan muka dengan pembersih wajah atau makeup remover, dan tahap kedua adalah mencuci muka dengan sabun.

2. Eksfoliasi

Prosedur eksfoliasi adalah pengangkatan sel-sel kulit mati pada lapisan terluar kulit. Tanpa eksfoliasi, sel kulit mati yang menumpuk akan membuat kulit kusam dan ditumbuhi komedo. Perawatan ini biasanya hanya dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu.

Ada dua cara eksfoliasi, yakni mekanik dan kimiawi. Eksfoliasi mekanik dilakukan dengan scrub, sikat, kristal gula atau garam, serta spons. Sementara itu, eksfoliasi kimiawi menggunakan zat kimia seperti AHA, BHA, dan PHA.

3. Toner

Produk toner merupakan cairan yang mengandung bahan aktif untuk mengatasi masalah kulit tertentu. Setiap jenis toner dapat memberikan efek yang beragam, tergantung bahan aktif yang terkandung di dalamnya.

Sebagian besar toner membantu melembapkan kulit sehingga kulit dapat menyerap bahan aktif dalam produk lain dengan lebih baik. Namun, ada pula toner yang mampu menyeimbangkan pH kulit, mengencangkan pori-pori, dan mengatasi jerawat.

4. Masker

Seperti halnya eksfoliasi, masker wajah tidak wajib digunakan setiap hari. Anda dapat menyesuaikannya dengan tujuan perawatan ataupun masalah kulit yang ingin diatasi, entah itu melembapkan kulit, menghilangkan komedo, dan lain-lain.

Masker wajah tersedia dalam beragam bentuk, baik yang alami seperti masker madu maupun sintetis seperti sheet mask mengandung bahan aktif. Penggunaannya dapat disesuaikan dari satu kali hingga maksimum tiga kali seminggu.

5. Serum

Serum wajah merupakan gel bening bertekstur ringan dan bebas minyak. Produk perawatan ini mengandung sejumlah bahan aktif, umumnya berbagai vitamin, retinol, atau ekstrak tanaman tertentu.

Serum dapat menembus ke bagian terdalam kulit dengan mudah dan merata. Oleh sebab itu, penggunaan serum biasanya bertujuan untuk mengatasi masalah kulit yang lebih spesifik, seperti jerawat, flek hitam, atau kulit kusam.

6. Produk skincare essence

Produk essence memiliki kegunaan yang hampir sama dengan serum, tapi teksturnya lebih encer dan ringan bagi kulit. Essence juga berfungsi untuk meningkatkan penyerapan produk-produk selanjutnya yang akan digunakan pada kulit.

Meskipun fungsinya mirip, banyak ahli merekomendasikan pemakaian essence lebih dulu sebelum serum karena teksturnya lebih ringan. Anda bisa memakainya langsung setelah toner, dua kali sehari pada pagi dan malam hari.

7. Pelembap

Produk pelembap adalah produk perawatan kulit dan wajah yang tidak boleh ketinggalan. Pemilik kulit kering, normal, atau berminyak sekalipun tetap membutuhkan pelembap karena tahap inilah yang akan menjaga sel-sel kulit dari kerusakan dan iritasi.

Kulit hanya bisa menjalankan fungsinya dengan baik ketika kondisinya lembap. Bila kulit cukup lembap, lapisan pelindungnya akan cukup kuat untuk melawan serangan kuman, kekeringan, hingga kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Kulit dengan tipe berminyak saja belum tentu lembap di bagian dalam sehingga tetap memerlukan pelembap, apalagi kulit kering atau sensitif yang lebih rawan mengalami pecah-pecah dan kerusakan.

Jadi, pakailah pelembap yang disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Oleskan secara merata setiap pagi dan malam, terutama setelah mandi ketika kulit masih setengah lembap. Ini adalah cara terbaik untuk melindungi kulit dengan masalah apa pun.

8. Tabir surya

Sudah bukan rahasia lagi bahwa paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Bahkan, kulit yang tidak terlindung berisiko lebih tinggi mengalami penuaan dini dan kanker.

Tabir surya berupa sunblock dan sunscreen bisa melindungi kulit dari risiko tersebut. Keduanya memiliki fungsi yang mirip. Bedanya, sunscreen bekerja seperti tirai yang menyaring sinar matahari, sedangkan sunblock memantulkannya.

Sunblock biasanya bertekstur lebih kental dan dapat digunakan untuk seluruh bagian tubuh. Sementara itu, sunscreen cenderung ringan sehingga cocok digunakan untuk kulit wajah yang lebih tipis.

Mengingat banyaknya ragam produk perawatan kulit dan wajah, mungkin tidak mudah bagi Anda untuk mengikuti semua tahapan penggunaannya. Maka dari itu, Anda bisa mengawalinya dengan mengikuti tahapan di atas.

Pada akhirnya, setiap orang mempunyai kebutuhan perawatan yang berbeda. Dengan mencoba setiap tahapan pemakaian produk skincare, Anda dapat mengetahui produk apa yang paling Anda butuhkan sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understanding the Ingredients in Skin Care Products. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10980-understanding-the-ingredients-in-skin-care-products

Retinoid topical. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.aocd.org/page/Retinoidstopical

Niacinamide. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://ww5.komen.org/BreastCancer/Niacinamide/

Gehring W. (2004). Nicotinic acid/niacinamide and the skin. J Cosmet Dermatol, 3(2), pp.88-93.

Bylka, W., Znajdek-Awiżeń, P., Studzińska-Sroka, E., & Brzezińska, M. (2013). Centella asiatica in cosmetology. Postępy dermatologii i alergologii, 30(1), 46–49.

Nobile, V., Buonocore, D., Michelotti, A., & Marzatico, F. (2014). Anti-aging and filling efficacy of six types hyaluronic acid based dermo-cosmetic treatment: double blind, randomized clinical trial of efficacy and safety. J Cosmet Dermatol, 13(4), 277–287. https://doi.org/10.1111/jocd.12120

Garcia-Jimenez, A., Teruel-Puche, J. A., Berna, J., Rodriguez-Lopez, J. N., Tudela, J., & Garcia-Canovas, F. (2017). Action of tyrosinase on alpha and beta-arbutin: A kinetic study. PloS one, 12(5), e0177330.

Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration and health. Nutr Rev. 2010 Aug;68(8):439-58.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 09/12/2020
x