home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Penyebab Kulit Keriput yang Tak Disangka

7 Penyebab Kulit Keriput yang Tak Disangka

Kulit keriput merupakan bagian dari proses penuaan yang terjadi seiring usia. Kondisi ini dicirikan dengan munculnya garis-garis halus pada wajah Anda. Meski faktor utamanya penuaan kulit, ada penyebab lain yang dapat menimbulkan keriput pada kulit.

Berbagai penyebab kulit keriput

Pola makan, gaya hidup, hingga kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele dapat menimbulkan garis-garis halus pada wajah. Lama-kelamaan, garis-garis halus ini akan berubah menjadi garis yang lebih dalam yang Anda kenal sebagai keriput.

Selain pertambahan usia, di bawah ini faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab kulit keriput.

1. Terlalu sering kena sinar matahari

Kebanyakan kerutan atau keriput disebabkan karena kulit sering terkena paparan sinar matahari tanpa adanya perlindungan. Seiring waktu, sinar ultraviolet merangsang pembentukan radikal bebas pada kulit yang merusak serat-serat elastin di dalamnya.

Kulit tidak akan mampu mempertahankan strukturnya bila serat elastin rusak. Jaringan penyokong kulit akhirnya melemah dan inilah yang menjadi penyebab kulit keriput dan kendur. Anda bisa mencegah hal ini dengan cara:

  • menggunakan tabir surya dengan sedikitnya SPF 15,
  • menghindari paparan langsung sinar matahari pada siang hari,
  • mengenakan pakaian yang melindungi kulit, dan
  • menggunakan kacamata hitam saat berkegiatan pada hari yang terik.

2. Kebiasaan merokok

Tahukah Anda bahwa merokok mempercepat penuaan kulit? Selain berdampak buruk pada paru-paru, berbagai bahan kimia pada rokok juga bisa merusak kulit dengan cara di bawah ini.

  • Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga oksigen dan zat gizi tidak bisa mencapai sel kulit.
  • Panas dari api rokok serta asap yang tidak terhirup dapat membuat permukaan kulit menjadi kering dan rusak.
  • Saat merokok, Anda akan sering menyipitkan mata dan mengerucutkan bibir. Hal ini lambat laun bisa menjadi penyebab kulit keriput dan berkerut.
  • Berbagai kandungan zat kimia dalam rokok dapat merusak proses alami yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kelenturan kulit.

3. Kontraksi otot wajah

bahagia senang senyum wanita sehat

Otot-otot wajah berkontraksi saat Anda menunjukkan ekspresi tersenyum, menyipitkan mata, murung, dan sebagainya. Seiring waktu, kontraksi otot dapat meninggalkan tanda keriput pada kulit wajah, khususnya pada ujung mata dan di antara alis.

Tak hanya ekspresi wajah, kebiasaan sehari-hari yang dilakukan berulang kali pun bisa menimbulkan kerutan dan garis halus ketika Anda menginjak usia paruh baya nanti. Contohnya yakni mengunyah permen karet dan minum menggunakan sedotan.

4. Posisi tidur menyamping

Cara Anda tidur sebenarnya dapat menjadi penyebab kulit keriput. Tidak peduli seberapa halusnya bantal yang Anda gunakan, tekanan dari bantal selama tidur tetap dapat menimbulkan lipatan pada kulit sehingga muncul garis keriput vertikal.

Apabila kebiasaan ini berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan, garis halus bisa saja muncul pada dagu, pipi, dan kening. Inilah mengapa Anda sebaiknya tidur dengan posisi telentang agar wajah menghadap ke atas.

5. Diet yang tidak konsisten

Beberapa ahli meyakini bahwa diet yang tidak konsisten selama bertahun-tahun bisa menyebabkan kerusakan kulit dan menimbulkan keriput. Ini karena kulit akan melebar dan mengerut seiring dengan perkembangan berat badan yang naik-turun.

Perubahan struktur kulit dari waktu ke waktu dapat merusak serat-serat yang menjaga kelenturan kulit Anda. Inilah yang menjadi penyebab kulit kendur, keriput, dan tampak lebih tua dari seharusnya.

6. Sering mengonsumsi minuman manis dan alkohol

Konsumsi alkohol sebabkan wajah bengkak setelah bangun tidur

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis merupakan salah satu penyebab kulit keriput yang jarang disadari. Gula yang tinggi pada kedua minuman ini dapat merusak kolagen melalui reaksi glikasi. Jika kolagen rusak, kulit akan kehilangan kelenturannya.

Selain minuman manis, alkohol juga tidak baik untuk kulit karena dapat menyebabkan kulit dehidrasi dan mengganggu aliran darah pada area kulit. Kondisi ini akan membuat kulit tampak kendur dan memperjelas kerutan pada permukaannya.

7. Jarang mengonsumsi lemak sehat

Pola makan sangat memengaruhi kesehatan kulit Anda. Kerusakan kulit kadang timbul akibat kelebihan zat tertentu, seperti gula. Pada kasus lainnya, keriput mungkin muncul karena Anda kekurangan zat gizi yang lain, contohnya lemak menyehatkan.

Lemak tidak melulu identik dengan penyakit. Lemak menyehatkan seperti omega-3 dan omega-6 justru merupakan fondasi dari sel kulit yang sehat. Keduanya juga membantu membentuk lapisan pelindung kulit yang menjaga kulit tetap lembap dan awet muda.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab kulit keriput, dari pola makan hingga kebiasaan yang merusak kulit. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat mencari kiat terbaik untuk mencegah kulit keriput sebelum waktunya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wrinkles. (2018). Retrieved 27 April 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/wrinkles

Quit smoking. (2020). Retrieved 27 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/quit-smoking/expert-answers/smoking/faq-20058153#

Wrinkles. (2019). Retrieved 27 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10984-wrinkles

American Academy of Facial Esthetics Trained Physicians, Dentists and Nurses. (2021). Retrieved 27 April 2021, from https://www.facialesthetics.org/wrinkles/

Cao, C., Xiao, Z., Wu, Y., & Ge, C. (2020). Diet and Skin Aging-From the Perspective of Food Nutrition. Nutrients, 12(3), 870. https://doi.org/10.3390/nu12030870

Kotlus B. S. (2013). Effect of sleep position on perceived facial aging. Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 39(9), 1360–1362. https://doi.org/10.1111/dsu.12266

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 05/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro