home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ragam Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Kulit

Ragam Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Kulit

Setiap makanan yang kita makan akan tercermin pada kondisi kulit saat ini. Salah satu langkah untuk mencegah penyakit kulit adalah dengan mengonsumsi vitamin. Apa saja vitamin untuk kulit, agar sehat dan tetap terlihat awet muda?

Jenis vitamin yang dibutuhkan tiap hari agar kulit sehat

vitamin saat puasa

Faktanya, ada banyak jenis vitamin yang dibutuhkan kulit untuk tetap sehat dan cerah. Berikut adalah jenis vitamin untuk kulit yang harus Anda penuhi setiap hari.

1. Vitamin E

Manfaat vitamin E sudah sangat dikenal untuk menjaga kesehatan kulit. Yang paling utama adalah melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Vitamin E juga bisa membantu mengatasi kulit yang kasar dan kering, menjaga kelembutan kulit, serta mencegah timbulnya bercak gelap dan kerutan pada kulit.

Menurut AKG dari Kemenkes RI, rata-rata orang dewasa butuh vitamin E sebesar 15 mg per hari. Biasanya tubuh memproduksi vitamin E melalui sebum, yaitu minyak yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Jika jumlahnya seimbang, sebum dapat membantu menjaga kulit dari kekeringan.

Anda bisa mendapatkan asupannya dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin E seperti bayam, kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan minyak zaitun. Vitamin E juga dapat Anda temukan di dalam berbagai produk perawatan kecantikan.

Anda juga bisa meminum multivitamin atau suplemen vitamin E. Bila perlu, konsultasikan dahulu kepada dokter sebelum mulai mengonsumsinya.

2. Vitamin A

Vitamin A terkenal bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Namun, vitamin A juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. Telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa vitamin A punya banyak manfaat untuk kesehatan kulit seperti:

  • memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan memelihara jaringan sehat,
  • mengurangi kerutan dan garis halus,
  • mengatasi bercak kusam pada wajah,
  • menghaluskan kulit, dan
  • membantu mengendalikan jerawat.

Orang dewasa membutuhkan 600 mikrogram vitamin A setiap harinya. Anda bisa mendapatkan asupan hariannya melalui beragam jenis makanan seperti ubi jalar, wortel, dan sayuran berdaun hijau tua.

Vitamin ini juga terdapat pada beberapa produk skincare (perawatan kulit), misalnya krim wajah atau krim mata. Salah satu turunan vitamin A yang banyak digunakan pada produk tersebut adalah retinoid.

Retinoid membantu kecepatan tingkat pergantian sel yang nantinya dapat membuat warna kulit terlihat lebih bersih dan cerah. Retinoid juga termasuk obat jerawat yang efektif dan dapat memperlambat tanda-tanda penuaan.

Namun, berhati-hatilah saat Anda hendak menggunakan produk yang mengandung retinoid. Pasalnya, zat ini sangat sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, selalu gunakan tabir surya jika hendak keluar rumah setelah memakai retinoid pada kulit wajah.

Mengenal Struktur Kulit Manusia, Termasuk Jenis dan Fungsinya

3. Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks terkandung dalam beragam jenis makanan seperti oatmeal, beras, telur, dan pisang. Vitamin B kompleks mengandung biotin yang merupakan dasar pembentuk kuku, kulit, dan sel rambut.

Beberapa vitamin B kompleks juga dapat meningkatkan kesehatan kulit. Sebuah penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa vitamin B kompleks bisa membantu tubuh memproduksi sel-sel kulit baru yang lebih sehat. Sebaliknya, kekurangan vitamin B kompleks dapat menyebabkan dermatitis.

Vitamin B3 atau niacinamide banyak digunakan untuk membantu mengurangi munculnya bintik-bintik penuaan dan perubahan warna kulit. Sementara vitamin B5 atau asam pantotenat membantu mengatasi jerawat dan penuaan kulit.

Ada berbagai jenis vitamin B dan masing-masing vitamin dibutuhkan dalam jumlah yang berbeda, seperti:

  • Vitamin B1: 1 – 1,2 miligram
  • Vitamin B2: 1,3 – 1,6 miligram
  • Vitamin B3: 12 – 15 miligram
  • Vitamin B5: 5 miligram
  • Vitamin B6: 1,3 – 1,5 miligram
  • Vitamin B12: 2,4 mikrogram

Di pasaran, banyak suplemen yang mengandung semua kebutuhan vitamin B kompleks hanya dalam satu butirnya. Anda bisa saja mengonsumsi suplemen-suplemen tersebut.

Perlu diingat bahwa kebutuhan vitamin B kompleks juga tergantung dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Jadi, untuk mengetahui kebutuhan dari vitamin B yang Anda butuhkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

4. Vitamin C

Jenis vitamin untuk kulit yang satu ini kerap kali disebut sebagai antioksidan. Ya, vitamin C tak hanya bisa bikin Anda kebal dari serangan penyakit infeksi, tapi juga baik bagi kesehatan kulit. Dalam tubuh vitamin inibanyak ditemukan pada epidermis (lapisan kulit terluar) dan dermis (lapisan kulit dalam).

Vitamin ini juga mengandung kolagen, yang bermanfaat untuk meningkatkan kekenyalan dan kelembapan kulit dari dalam. Itu sebabnya vitamin C kerap menjadi salah satu bahan utama dalam produk anti-aging (perawatan kulit anti-penuaan).

Adapun beberapa manfaat vitamin C untuk kulit yakni sebagai berikut.

  • Mencegah penuaan dini.
  • Mengurangi kerutan di wajah.
  • Mencegah dan mengatasi kulit kering.
  • Membantu menyamarkan noda hitam di kulit.
  • Melindungi kulit dari sinar matahari berbahaya.
  • Mengurangi kerusakan sel dan membantu proses penyembuhan luka.

Dalam satu hari, vitamin C yang harus dikonsumsi orang dewasa adalah 90 miligram untuk laki-laki dan 75 miligram untuk wanita. Selain suplemen, vitamin C bisa ditemukan pada beragam jenis buah dan sayuran seperti jeruk, paprika, stroberi, kembang kol, dan sayuran hijau.

5. Vitamin D

Vitamin D tak hanya bagus untuk kekuatan tulang dan gigi, vitamin ini juga membantu kulit memperbaiki diri dengan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Nutrisi juga berperan penting untuk meringankan peradangan pada kulit.

Peradangan bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi hingga mengalami masalah seperti jerawat dan eksim. Sebuah penelitian dalam Journal of Dermatological Treatment membuktikan bahwa krim yang mengandung vitamin D dan E mampu meringankan gejala dermatitis atopik.

Selain dari suplemen dan losion, ada banyak sumber vitamin D alami yang bisa dikonsumsi. Salah satu sumber yang paling dikenal adalah sinar matahari. Ketika kulit menyerap sinar matahari, kolesterol dalam tubuh diubah menjadi vitamin D.

Nantinya, vitamin D akan diambil oleh hati dan ginjal dan disebarkan ke seluruh tubuh untuk membantu pembentukan sel-sel kulit yang sehat.

Susu, sereal, salmon, tuna, kuning telur, dan hati sapi juga termasuk sumber vitamin D yang bagus untuk kesehatan kulit Anda.

6. Vitamin K

Vitamin K memiliki peranan yang penting dalam proses pembekuan darah yang dibutuhkan saat proses penyembuhan luka atau memar. Maka dari itu, vitamin K kerap menjadi salah satu solusi untuk beberapa kondisi yang berkaitan dengan bekas luka.

Selain itu, vitamin K juga sering digunakan dalam komposisi obat jerawat, krim kulit, atau untuk mengatasi berbagai masalah lain termasuk bintik hitam, lingkaran bawah bata, dan stretch mark.

Vitamin K yang dibutuhkan oleh orang dewasa dalam satu hari yaitu 65 mikrogram untuk laki-laki dan 55 mikrogram untuk wanita. Perkaya asupan vitamin K Anda dengan mengonsumsi beragam jenis makanan salah satunya sayuran berdaun hijau tua, seperti bayam, brokoli, dan sawi.

Mineral untuk kesehatan kulit

kelebihan zinc

Selain vitamin, ada juga berbagai mineral yang baik untuk menjaga kesehatan kulit Anda. Vitamin dan mineral kerap disamakan karena sering disebut bersamaan. Namun keduanya adalah zat yang berbeda dengan kegunaannya masing-masing.

Tidak ada salahnya mengonsumsi berbagai mineral berbarengan dengan vitamin, karena ada beberapa mineral yang juga bagus untuk kesehatan kulit Anda.

Zinc

Zinc dapat menjaga dinding sel tetap stabil saat sel membelah dan tumbuh. Oleh karenanya, zinc akan membantu kulit untuk lebih cepat sembuh saat terjadi cedera. Selain itu, zinc juga bisa melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Ini karena zinc juga berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh.

Ketika tubuh kekurangan zinc, kulit akan terlihat mengalami ruam gatal mirip dengan eksim. Selain itu, orang yang kekurangan zinc juga akan mengalami diare, kerontokan, kuku yang tumbuh lebih lambat, hingga munculnya lesi kulit pada bagian yang terkena tekanan atau gesekan berulang.

Untuk itu, selalu cukupi kebutuhan zinc baik dari suplemen maupun makanan. Adapun berbagai makanan yang mengandung zinc yaitu tiram, gandum, hati sapi, biji wijen, daging sapi, udang, kacang merah, dan kacang tanah.

Selenium

Selenium merupakan mineral pembantu antioksidan tertentu untuk melindungi kulit dari sinar UV. Antioksidan membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh yang bisa membuat kulit menjadi lebih tua. Bahkan, kekurangan selenium bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

Tak perlu bingung, Anda bisa mengonsumsi berbagai sumber makanan yang mengandung selenium seperti:

  • ikan tuna sirip kuning,
  • tiram,
  • biji bunga matahari,
  • jamur shitake,
  • ayam,
  • telur, dan
  • ikan sarden.

Namun meski dibutuhkan untuk kesehatan, mengonsumsinya terlalu banyak juga bisa membahayakan tubuh. Batas konsumsi selenium per hari yaitu sekitar 55 mikrogram.

Biasanya seseorang bisa mengalami keracunan selenium ketika mengonsumsi suplemen dengan dosis yang terlalu tinggi. Berbagai gejala keracunan selenium yaitu:

Pada kasus yang parah, keracunan akut bisa menyebabkan masalah usus, saraf, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian. Untuk menghindari hal ini, selalu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai dosis dan petunjuk minumnya.

Jangan terlalu banyak minum vitamin untuk kulit

Banyak orang memilih untuk mengonsumsi vitamin dari suplemen karena lebih praktis. Namun, kelebihan vitamin juga akan menyebabkan berbagai efek samping bagi tubuh Anda.

Bila terlalu banyak mengonsumsi vitamin C misalnnya, seseorang bisa mengalami diare, mual, atau bahkan muncul pembentukan batu ginjal pada kasus yang paling parah.

Untuk mengecek kadar vitamin dalam tubuh, dokter biasanya akan melakukan tes darah. Tes ini mampu menentukan apakah Anda mengalami kekurangan vitamin tertentu atau tidak. Selain itu, dokter juga akan memberikan rekomendasi kira-kira suplemen apa yang cocok dan aman dikonsumsi.

Patuhi rekomendasi dari tenaga medis, terutama dokter spesialis kulit, mengenai dosis dan aturan minum vitamin yang diberikan untuk menangani masalah kulit Anda.

Jangan sembarangan minum vitamin apalagi dengan dosis yang sengaja dilebihkan guna mendapat manfaat maksimal. Bukannya mendapatkan khasiatnya, Anda justru bisa mengalami overdosis yang akan membahayakan tubuh.

Konsumsilah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh sesuai dengan anjuran. Pasalnya, beda usia dan jenis kelamin beda pula kebutuhan vitamin dan mineral hariannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vitamin D. (2017). Linung Paulin Institute – Oregon State University. Retrieved 2 September 2020, from   http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/vitamins/vitaminD/index.html#function

Vitamin C and Skin Health. (2011). Linung Paulin Institute – Oregon State University. Retrieved 2 September 2020, from http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/skin/vitaminC/

Vitamin E and Skin Health. (2012). Linung Paulin Institute – Oregon State University. Retrieved 2 September 2020, from http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/skin/vitaminE/

Facts About Vitamin K. (2013). University of Florida. Retrieved 2 September 2020, from http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/FY/FY20900.pdf

Mineral and Skin Health. (2013). Linung Paulin Institute – Oregon State University. Retrieved 2 September 2020, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/minerals

Angka Kecukupan Gizi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved 2 September 2020, from http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20gizi/tabel%20AKG.pdf

Javanbakht, M., Keshavarz, S., Djalali, M., Siassi, F., Eshraghian, M., & Firooz, A. et al. (2010). Randomized controlled trial using vitamins E and D supplementation in atopic dermatitis. Journal Of Dermatological Treatment, 22(3), 144-150. doi: 10.3109/09546630903578566 available at https://www.tandfonline.com/doi/citedby/10.3109/09546630903578566?scroll=top&needAccess=true accessed on June 11th 2019

Rembe, J., Fromm-Dornieden, C., & Stuermer, E. (2018). Effects of Vitamin B Complex and Vitamin C on Human Skin Cells. Advances In Skin & Wound Care, 31(5), 225-233. doi: 10.1097/01.asw.0000531351.85866.d9 available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29672394 accessed on June 11th 2019

Mizoguchi, H., Li, J., Whittenbarger, D., Marmor, M., & Jerajani, H. (2010). The effects of a daily facial lotion containing vitamins B3 and E and provitamin B5 on the facial skin of Indian women: A randomized, double-blind trial. Indian Journal Of Dermatology, Venereology And Leprology, 76(1), 20. doi: 10.4103/0378-6323.58674 available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20061726  accessed on June 11th 2019

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 26/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro